Sebanyak 30 legislator dari Partai Demokrat Amerika Serikat memboikot pidato kenegaraan atau State of the Union yang disampaikan Presiden Donald Trump di hadapan Kongres AS, Selasa (24/2/2026). Aksi ini menjadi simbol meningkatnya polarisasi politik di Negeri Paman Sam, terutama menjelang pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Pidato tahunan yang digelar di Gedung Capitol, Washington, biasanya menjadi momen persatuan politik, setidaknya secara simbolis. Namun tahun ini, suasana terasa berbeda. Ketegangan terlihat jelas sejak awal sidang, dengan sejumlah anggota parlemen Demokrat memilih tidak hadir dan menghadiri acara tandingan bertajuk People’s State of the Union di luar kompleks Capitol.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Pidato Trump dan Klaim Kebangkitan Ekonomi
Dalam sambutannya di depan Kongres, Trump menegaskan bahwa kebijakannya telah memperkuat pasar kerja dan mendorong kebangkitan industri manufaktur domestik. Ia menyebut perubahan ekonomi terbaru sebagai “a turnaround for the ages”, sebuah kebangkitan ekonomi yang disebutnya terjadi dalam skala besar dan bersejarah.
Trump juga mengajak publik untuk terus mendukung Partai Republik dalam pemilu sela mendatang. Seruan tersebut disambut meriah oleh anggota Partai Republik di ruang sidang, yang beberapa kali meneriakkan “USA! USA!” sebagai bentuk dukungan.
Di sisi lain, sebagian besar anggota Demokrat memilih tetap duduk tanpa bertepuk tangan. Gestur tersebut mencerminkan sikap politik yang kontras terhadap klaim keberhasilan pemerintah saat ini.
Secara umum, pidato State of the Union memang kerap dimanfaatkan presiden untuk memaparkan capaian kebijakan sekaligus membangun narasi menjelang kontestasi politik. Tahun ini, konteks pemilu sela membuat pidato tersebut semakin sarat muatan kampanye.
Artikel Lainnya:
Boikot dan “People’s State of the Union”
Sekitar 30 legislator Demokrat memutuskan tidak menghadiri pidato resmi dan mengikuti acara tandingan di luar Capitol. Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh Demokrat menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Trump dan arah kebijakan nasional.
Salah satu yang bersuara keras adalah Chris Murphy. Dalam pidato alternatif itu, Murphy menyatakan bahwa presiden telah membuat institusi demokrasi menjadi bahan ejekan dan tidak pantas mendapatkan audiens tanpa kritik.
Aksi boikot ini dinilai sebagai langkah politik yang disengaja untuk menunjukkan perlawanan simbolis terhadap presiden dari Partai Republik. Dalam sejarah politik AS, boikot pidato kenegaraan bukan hal yang sepenuhnya baru, tetapi jarang terjadi dalam jumlah signifikan seperti kali ini.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Ancaman Hukuman Mati ABK Fandi Ramadhan Disorot Komisi III DPR, KUHP Baru Jadi Sorotan
Insiden Poster Al Green di Awal Sidang
Ketegangan semakin terlihat di awal sidang ketika anggota DPR dari Texas, Al Green, berdiri sambil mengangkat poster bertuliskan “Black people aren’t apes.” Poster tersebut merujuk pada video yang sempat diunggah akun Trump, yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama sebagai kera sebelum akhirnya dihapus oleh Gedung Putih.
Aksi protes itu berlangsung singkat. Green kemudian dikawal keluar dari ruang sidang oleh petugas keamanan. Insiden tersebut langsung menyita perhatian media dan mempertegas atmosfer politik yang memanas.
Peristiwa ini kembali membuka diskusi tentang isu rasial dan batas etika dalam komunikasi politik. Polarisasi di AS memang tidak hanya berkutat pada kebijakan ekonomi atau luar negeri, tetapi juga menyentuh isu identitas dan hubungan antar ras.
Presidential Medal of Freedom untuk Connor Hellebuyck
Di tengah tensi politik yang tinggi, Trump juga mengumumkan penganugerahan “Presidential Medal of Freedom” kepada Connor Hellebuyck, penjaga gawang tim hoki es nasional. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kontribusinya dalam olahraga.
Penganugerahan ini menjadi momen yang relatif lebih netral di tengah dinamika politik yang tajam. Namun, tetap saja, respons di ruang sidang menunjukkan perbedaan sikap. Anggota Republik berdiri dan bertepuk tangan, sementara sebagian Demokrat tetap menunjukkan sikap minimalis.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Polarisasi Politik Jelang Pemilu Sela
Aksi boikot dan insiden protes ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik menjelang pemilu sela. Dalam sistem politik AS, pemilu sela berfungsi sebagai ujian tengah masa jabatan presiden. Hasilnya kerap menjadi indikator tingkat dukungan publik terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.
Partai Republik berharap mempertahankan atau memperluas pengaruhnya di Kongres, sementara Demokrat berupaya memanfaatkan momentum kritik terhadap kebijakan presiden.
Polarisasi yang kian tajam terlihat dari minimnya ruang kompromi dalam isu-isu strategis, mulai dari kebijakan ekonomi, reformasi imigrasi, hingga isu sosial dan hak sipil. Pidato State of the Union yang seharusnya menjadi forum pemaparan visi nasional pun berubah menjadi panggung simbolik pertarungan politik.
Rekomendasi Cakwar.com: Komisi I DPR Soroti Transfer Data dalam Perjanjian Dagang AS–Indonesia, Minta Lembaga Perlindungan Data Segera Dibentuk
Antara Tradisi Kenegaraan dan Realitas Politik
Secara historis, State of the Union adalah kewajiban konstitusional presiden untuk melaporkan kondisi negara kepada Kongres. Tradisi ini telah berlangsung lebih dari dua abad dan sering kali menjadi momen penting dalam sejarah politik AS.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, tradisi tersebut semakin terpengaruh oleh polarisasi partai. Gestur berdiri, bertepuk tangan, atau tetap duduk kini dipandang sebagai sinyal politik yang diperhatikan publik dan media.
Boikot oleh puluhan legislator Demokrat menunjukkan bahwa dinamika politik AS memasuki fase yang semakin konfrontatif. Alih-alih menjadi ruang dialog lintas partai, forum kenegaraan ini justru memperlihatkan garis pemisah yang makin tegas.
Media sosial:
Menanti Dampak Politiknya
Pertanyaannya kini, apakah aksi boikot ini akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas partai menjelang pemilu sela? Dalam iklim politik yang sudah terbelah, langkah simbolis seperti ini bisa memperkuat basis pendukung masing-masing, tetapi juga berisiko memperlebar jurang perbedaan.
Yang jelas, pidato State of the Union tahun ini menjadi salah satu yang paling diwarnai kontroversi dan simbol perlawanan politik. Ketegangan antara Demokrat dan Republik tampaknya akan terus menjadi sorotan hingga hari pemungutan suara tiba.
Bagi publik internasional, dinamika ini menunjukkan bahwa demokrasi AS tetap hidup dengan segala perdebatan dan gesekannya, meski tidak selalu berjalan dalam suasana harmonis.
Untuk mengikuti perkembangan politik global, isu demokrasi, dan dinamika internasional lainnya secara mendalam dan berimbang, pembaca dapat menyimak artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com. Tetap kritis, tetap terinformasi.
Polisi Bongkar Modus eTilang Palsu Catut Kejaksaan Agung, 5 Tersangka Ditangkap dan 135 Link Phishing Ditemukan February 25, 2026 Rahmat Yanuar Praktik penipuan digital kembali memakan korban. Kali ini, modus...
Read MoreKisah Qais bin Shirmah RA Pingsan Saat Puasa, Latar Turunnya Al-Baqarah 187 dan Makna Bijak di Baliknya February 25, 2026 Rahmat Yanuar Puasa Ramadan yang dijalankan umat Islam hari ini...
Read More30 Legislator Demokrat Boikot Pidato State of the Union Donald Trump, Ketegangan Politik AS Memanas Jelang Pemilu Sela February 25, 2026 Rahmat Yanuar Sebanyak 30 legislator dari Partai Demokrat Amerika...
Read MoreMourinho Disorot Usai Komentar soal Vinicius Junior, John Obi Mikel Desak Minta Maaf atas Isu Rasisme February 25, 2026 Rahmat Yanuar Nama Jose Mourinho kembali menjadi perbincangan publik sepak bola....
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions