Prabowo Subianto Ungkap Pernah Disogok US$1 Miliar, Hashim Djojohadikusumo Ikut Buka Suara

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menarik perhatian publik setelah mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditawari suap sebesar US$1 miliar atau setara Rp16,5 triliun oleh seseorang yang disebutnya “nekat”.

Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah kesempatan tertutup yang kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Menariknya, Prabowo bahkan menghubungi adiknya, Hashim Djojohadikusumo, untuk menceritakan langsung kejadian tersebut. Hashim pun membenarkan bahwa sang kakak memang pernah menyampaikan cerita mengejutkan itu kepadanya.

Kisah Prabowo Disogok Rp16,5 Triliun: “Orangnya Nekat Sekali”

Dalam pengakuannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ada pihak yang berani menawarkan suap fantastis agar mendapat keuntungan tertentu.

Meskipun tidak menyebut secara spesifik siapa pihak tersebut dan dalam konteks apa tawaran itu muncul, Prabowo menegaskan bahwa ia menolak mentah-mentah tawaran tersebut.

“Saya pikir orang itu nekat sekali. Saya langsung bilang tidak. Saya tidak bisa dibeli,” ujar Prabowo dalam kesempatan yang kini banyak dikutip berbagai media nasional.

Pernyataan ini memperkuat citra dirinya sebagai sosok pemimpin yang menolak praktik-praktik kotor dalam pemerintahan, terutama terkait upaya suap, gratifikasi, dan korupsi.

Respons Hashim Djojohadikusumo: “Saya Sudah Diceritakan Langsung”

Adik kandung Presiden, Hashim Djojohadikusumo, turut memberikan konfirmasi soal cerita tersebut.

Dalam wawancara dengan beberapa media, Hashim menyebut bahwa Prabowo memang sempat meneleponnya secara pribadi untuk menceritakan insiden suap yang hampir dialaminya.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang 15 Manfaat Daun Putri Malu untuk Kesehatan, Pahami Kandungannya

“Betul, beliau menelepon saya. Katanya ada orang yang berani menawari uang sampai US$1 miliar. Tapi beliau langsung menolak,” kata Hashim.

Hashim menyebut tindakan kakaknya itu mencerminkan prinsip yang sudah dipegang Prabowo sejak lama — menolak segala bentuk suap dan korupsi, apapun risikonya.

Menurut Hashim, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masih ada pihak-pihak yang mencoba “bermain” dalam lingkaran kekuasaan, tetapi Prabowo tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik semacam itu.

Makna Politik di Balik Pengakuan Prabowo

Pengakuan Prabowo soal tawaran suap ini tentu menimbulkan banyak tafsir di kalangan politik dan publik.

Sebagian menilai pernyataan itu merupakan sinyal tegas dari Presiden bahwa ia akan bersikap keras terhadap mafia dan praktik korupsi di lingkar kekuasaan.

Sejumlah pengamat politik berpendapat bahwa pernyataan tersebut juga bisa menjadi pesan moral kepada pejabat negara dan aparat birokrasi agar tidak tergoda dengan uang, sekalipun jumlahnya sangat besar.

“Pernyataan Prabowo bukan hanya pengakuan, tapi juga peringatan,” ujar seorang analis politik dari Universitas Indonesia.

Selain itu, pengakuan ini muncul di tengah fokus pemerintah memperkuat transparansi dan pemberantasan korupsi, termasuk dalam proyek strategis nasional dan investasi asing.

Komitmen Pemerintah Melawan Suap dan Korupsi

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan komitmennya terhadap transparansi, integritas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo mengatakan bahwa pemerintahan yang kuat harus dibangun di atas kejujuran dan tanggung jawab moral.

Cak War merekomendasikan: Forto – Premium Gadget Repair Service tempat service handphone android terpercaya di surabaya

“Kalau pejabat kita bisa dibeli, negara akan hancur. Kita harus berani menolak dan melawan,” ujarnya.

Langkah-langkah antikorupsi kini juga tengah diperkuat dengan peningkatan pengawasan terhadap proyek pemerintah, optimalisasi digitalisasi anggaran, hingga kolaborasi lintas lembaga dalam pencegahan korupsi.

Dengan pengakuan ini, Prabowo seolah ingin menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi dimulai dari keteladanan di pucuk pimpinan negara.

📌 Baca juga artikel tentang: Jaksa Dakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza Korupsi Rp 285 Triliun: Uang Negara Dipakai Main Golf di Thailand

Penutup: Integritas Adalah Kekuatan Bangsa

Kisah Presiden Prabowo yang menolak suap fantastis senilai Rp16,5 triliun menjadi pengingat penting bahwa integritas adalah benteng utama dalam kepemimpinan.

Di tengah tantangan besar bangsa, kejujuran dan keberanian menolak uang haram harus menjadi teladan bagi seluruh pejabat dan masyarakat.

Langkah tegas Prabowo ini juga menunjukkan bahwa politik bersih bukanlah mimpi, tetapi bisa diwujudkan dengan komitmen dan moral yang kuat.

Untuk informasi edukatif, berita politik, dan kisah inspiratif lainnya, kunjungi Cakwar.com — sumber berita terpercaya yang menyajikan wawasan jernih dan berimbang setiap hari.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions