Industri Sepatu Global Tertekan: Ribuan Pekerja Kena PHK Imbas Masalah Produksi PT Victory Chingluh Indonesia

  1. PHK Massal di Tengah Lesunya Industri Alas Kaki

Industri alas kaki Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah kabar mengejutkan datang dari PT Victory Chingluh Indonesia, produsen sepatu yang dikenal membuat produk untuk merek global ternama seperti Nike.

Perusahaan tersebut dilaporkan mem-PHK sekitar 3.000 pekerja di pabriknya, dengan sekitar 2.000 orang masih dalam proses penyelesaian hak-hak pekerja.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno, pada Kamis (30 Oktober 2025).

Menurutnya, pemutusan hubungan kerja ini terjadi karena adanya masalah dalam proses produksi yang menyebabkan produk sepatu ekspor mengalami retur (pengembalian) dari pembeli luar negeri.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

“Retur itu disebabkan oleh penurunan kualitas produk karena ada trouble di proses produksi,” ujar Unang kepada CNBC Indonesia.

Hal ini kemudian berdampak pada penurunan kepercayaan dan penyesuaian produksi, yang berujung pada keputusan perusahaan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja.

  1. Retur Produk dan Masalah Kualitas Jadi Pemicu

Masalah kualitas produk ekspor menjadi titik krusial dalam kasus ini. Sebagai bagian dari rantai pasok global untuk merek sepatu internasional seperti Nike, standar kualitas yang ditetapkan sangat tinggi.

Satu kesalahan dalam proses produksi dapat menyebabkan retur besar-besaran yang berakibat pada kerugian signifikan bagi perusahaan.

Menurut sumber industri, trouble produksi yang dialami PT Victory Chingluh Indonesia diduga berkaitan dengan gangguan pada lini perakitan dan penurunan efisiensi tenaga kerja akibat perubahan sistem kerja.

Kondisi tersebut membuat pengiriman ekspor terganggu, sementara produk yang sudah dikirim tidak lolos inspeksi kualitas dari pihak brand global.

Retur produk dalam skala besar membuat perusahaan harus menanggung biaya tambahan untuk perbaikan dan pengiriman ulang.

Situasi ini akhirnya menekan margin keuntungan dan memaksa manajemen mengambil langkah efisiensi, termasuk menghentikan sebagian besar karyawan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) 30 Oktober: Simbol Kedaulatan Ekonomi Bangsa

  1. Industri Alas Kaki Global Sedang Menghadapi Tekanan Berat

Kasus PT Victory Chingluh Indonesia sebenarnya tidak berdiri sendiri. Secara global, industri alas kaki tengah menghadapi tantangan berat akibat perlambatan ekonomi dunia, kenaikan biaya bahan baku, serta perubahan tren konsumsi pasca-pandemi.

Banyak perusahaan manufaktur yang sebelumnya mengandalkan ekspor kini mulai mengurangi kapasitas produksi karena permintaan pasar yang melambat.

Selain itu, kebijakan dagang dan logistik internasional yang semakin ketat juga memperparah tekanan terhadap industri sepatu, terutama di negara berkembang seperti Indonesia dan Vietnam.

Tak hanya itu, persaingan antar vendor produksi sepatu global semakin ketat. Brand besar seperti Nike, Adidas, dan Puma kini lebih selektif memilih pabrik dengan efisiensi tinggi dan standar kualitas yang terjamin.

Jika pabrik gagal memenuhi ekspektasi tersebut, maka risiko kehilangan kontrak kerja sama menjadi sangat besar.

  1. Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Pekerja

PHK massal ini tentu membawa dampak sosial yang besar, terutama bagi ribuan keluarga pekerja yang menggantungkan hidupnya pada industri manufaktur alas kaki.

Banyak dari mereka telah bekerja bertahun-tahun dan kini harus menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat hilangnya pekerjaan.

Serikat buruh mendesak agar perusahaan dan pemerintah segera memastikan pemenuhan hak-hak pekerja, termasuk pesangon, tunjangan, dan bantuan transisi kerja.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri alas kaki nasional, agar tidak mudah terguncang oleh gejolak global.

Sementara itu, pihak Kementerian Ketenagakerjaan disebut sedang memantau situasi di lapangan, memastikan proses PHK berjalan sesuai dengan aturan perundangan dan tanpa merugikan pekerja.

  1. Penutup: Saatnya Bangkitkan Kembali Industri Alas Kaki Nasional

Kasus PHK besar-besaran di PT Victory Chingluh Indonesia menjadi cerminan bahwa industri sepatu nasional masih rentan terhadap tekanan eksternal dan masalah internal produksi.

Cak War merekomendasikan: Prof. Dr. Dessy Harisanty Asal Lamongan Resmi Jadi Guru Besar Unair, Angkat Isu Literasi Digital di Era Disrupsi

Perlu ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja untuk memperkuat fondasi industri ini, baik dari sisi kualitas, efisiensi, maupun kesejahteraan tenaga kerja.

Dengan perencanaan yang matang dan peningkatan standar produksi, Indonesia masih berpotensi besar menjadi pusat manufaktur alas kaki global di masa depan.

Namun, hal itu hanya bisa terwujud bila setiap pihak berkomitmen menjaga mutu, memperkuat SDM, dan menyesuaikan diri dengan dinamika industri global.

Untuk berita ekonomi, industri, dan edukasi terkini lainnya, kunjungi cakwar.com — sumber informasi terpercaya bagi pembaca cerdas Indonesia.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions