Pemerintah Siapkan RUU Redenominasi Rupiah, Nilai Uang Akan Dipangkas Tiga Nol

Pemerintah Matangkan RUU Redenominasi Rupiah Hingga 2027

Pemerintah Indonesia tengah bersiap melaksanakan redenominasi rupiah, yaitu penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah daya beli atau nilai tukar.

Langkah ini tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Keuangan (Renstra Kemenkeu) Tahun 2025–2029, yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

PMK 70/2025 ini telah disahkan sejak 10 Oktober 2025 dan diundangkan pada 3 November 2025.

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi) akan menjadi prioritas dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.

“RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi) merupakan RUU luncuran yang rencananya akan diselesaikan pada 2027,” demikian bunyi kutipan dari PMK 70/2025.

Apa Itu Redenominasi Rupiah dan Tujuannya?

Secara sederhana, redenominasi rupiah adalah penyederhanaan nilai nominal mata uang dengan menghapus tiga angka nol tanpa mengubah nilai tukar maupun daya beli masyarakat.

Artinya, perubahan hanya terjadi pada angka yang tertera di uang dan sistem transaksi, bukan pada harga barang atau nilai ekonominya.

Sebagai contoh:

  • Uang Rp1.000 akan menjadi Rp1
  • Rp2.000 menjadi Rp2
  • Rp10.000 menjadi Rp10
  • Rp20.000 menjadi Rp20
  • Rp100.000 menjadi Rp100

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang:  Militer Gunakan Bom Kelas Berat untuk Hancurkan Markas Sindikat Penipuan Online

Meski terlihat kecil secara nominal, daya beli uang tetap sama. Misalnya, jika sekarang Anda membeli air mineral seharga Rp5.000, maka setelah redenominasi harga barang tersebut akan menjadi Rp5.

Tujuan utama kebijakan ini adalah menyederhanakan sistem transaksi keuangan, meningkatkan efisiensi sistem pembayaran, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap rupiah di mata internasional.

Selain itu, redenominasi diharapkan dapat mempermudah pencatatan akuntansi dan transaksi bisnis, terutama di era digital dan perdagangan lintas negara.

Dampak Redenominasi bagi Masyarakat dan Ekonomi

Kebijakan redenominasi tentu akan membawa perubahan kebiasaan dalam bertransaksi di kalangan masyarakat.

Bank Indonesia (BI) nantinya akan melakukan sosialisasi secara bertahap agar masyarakat memahami perbedaan antara redenominasi dan sanering — dua hal yang kerap disalahartikan.

Perlu diketahui, redenominasi berbeda dengan sanering.

  • Redenominasi tidak mengurangi nilai uang, hanya menyederhanakan nominalnya.
  • Sementara sanering berarti pemotongan nilai uang, yang berimbas pada turunnya daya beli.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan nilai aset atau tabungannya. Semua saldo di rekening bank, harga barang, maupun nilai gaji akan disesuaikan secara proporsional sesuai skema baru.

Dari sisi ekonomi makro, redenominasi juga bertujuan memperbaiki citra mata uang rupiah yang saat ini memiliki nominal besar dibandingkan dolar atau euro, meskipun nilainya sama. Dengan demikian, transaksi lintas negara akan lebih efisien dan mudah dipahami.

Tantangan dan Tahapan Implementasi Redenominasi

Meskipun manfaatnya besar, pelaksanaan redenominasi rupiah bukan hal yang sederhana. Pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur digital, sistem pembayaran, hingga pembaruan perangkat lunak perbankan dan kasir.

Rekomendasi Cakwar.com: Kisah Inspiratif Marsinah: Pahlawan Nasional yang Berjuang untuk Kaum Buruh Indonesia

Selain itu, edukasi publik menjadi kunci utama. Masyarakat harus benar-benar memahami bahwa redenominasi bukan bentuk pemangkasan nilai uang, melainkan penyederhanaan sistem.

Tahapan penerapan redenominasi biasanya meliputi:

  1. Tahap persiapan (2025–2027): penyusunan RUU, penyesuaian sistem keuangan, dan sosialisasi.
  2. Tahap transisi (2028): uang lama dan baru beredar bersamaan.
  3. Tahap penuh (2029 ke atas): seluruh transaksi menggunakan rupiah baru.

Jika berjalan sesuai rencana, Indonesia akan menyusul negara lain yang telah sukses melakukan redenominasi, seperti Turki dan Korea Selatan.

Media sosia:

Penutup – Langkah Menuju Stabilitas dan Modernisasi Ekonomi

Kebijakan redenominasi rupiah merupakan langkah penting dalam modernisasi sistem keuangan nasional.

Selain menyederhanakan transaksi, redenominasi juga mencerminkan kepercayaan diri pemerintah terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Penerapan kebijakan ini membutuhkan dukungan semua pihak — mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum — agar proses transisi berjalan mulus tanpa menimbulkan kebingungan.

Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar ekonomi, kebijakan publik, dan edukasi finansial, kunjungi [cakwar.com](https://cakwar.com) — portal berita edukatif terpercaya untuk pembaca cerdas Indonesia.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions