Washington, 4 Februari 2026 – Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali menimbulkan kontroversi seputar Jeffrey Epstein, penjahat seksual yang telah meninggal. Salah satu temuan paling mengejutkan adalah obsesinya membangun apa yang disebut sebagai “pabrik bayi”—gagasan ekstrem untuk menciptakan manusia dengan kualitas tertentu melalui rekayasa genetika, teknologi reproduksi, bahkan kecerdasan buatan.
Laporan ini, dikutip dari The Guardian, menyebut bahwa Epstein berencana menghasilkan generasi manusia baru dengan DNA miliknya sendiri, menggunakan sejumlah perempuan yang diduga akan dikirim ke peternakan pribadinya di New Mexico. Dokumen tersebut menekankan bahwa rencana ini menempatkan tubuh perempuan semata sebagai alat reproduksi, sekaligus menghilangkan prinsip persetujuan setara.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Obsesinya Epstein dan Etika Reproduksi
Ide Epstein menghadirkan implikasi serius terkait etika reproduksi dan hak asasi manusia. Penggunaan perempuan sebagai “alat produksi” manusia baru mencerminkan pelanggaran mendasar terhadap persetujuan dan martabat manusia. Praktik semacam ini menimbulkan risiko eksploitasi ekstrem dan penyalahgunaan teknologi reproduksi.
Ahli bioetika menekankan bahwa gagasan seperti ini bukan sekadar wacana, tetapi berpotensi menjadi blueprint bagi eksperimen manusia yang tidak sah. “Rencana semacam ini, jika dijalankan, akan menempatkan manusia pada posisi yang sepenuhnya komodifikasi, mereduksi hak-hak dasar individu,” kata pakar etika biomedis, Dr. Anwar Hidayat.
Sejarah Serupa: Program Lebensborn Nazi
Obsesi Epstein ternyata memiliki kesamaan dengan praktik sistematis yang pernah dijalankan rezim Nazi di Jerman pada era Adolf Hitler. Program Lebensborn, yang didirikan oleh organisasi elite Schutzstaffel (SS) di bawah pimpinan Heinrich Himmler, bertujuan meningkatkan populasi “Arya” yang dianggap sehat, kuat, dan murni secara rasial.
United States Holocaust Museum mencatat, program ini dilaksanakan mulai 1935 dengan nama Lebensborn, yang berarti “Sumber Kehidupan”. Melalui program ini, sifat-sifat seperti kesetiaan, keberanian, dan kecerdasan dianggap bisa dihasilkan lewat perkembangbiakan selektif. Pandangan ini menempatkan manusia sebagai komoditas biologis, bukan individu dengan hak yang setara.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Melinda French Gates Buka Suara soal Nama Bill Gates di Epstein Files: “Itu Membuka Luka Lama”
Riset berjudul “Hitler and ‘Lebensraum’ in The East” menjelaskan bahwa Lebensborn sejalan dengan pandangan Hitler yang menilai ras Arya lebih tinggi dibanding penduduk Eropa Timur, khususnya Polandia. Program ini menekankan manipulasi reproduksi demi kepentingan ideologi supremasi rasial.
Epstein Files dan Kontroversi Global
Rencana “pabrik bayi” Epstein menambah daftar kontroversi yang selama ini mengelilingi kasus Epstein Files. Dokumen DOJ yang dirilis mencakup ribuan halaman korespondensi, catatan pribadi, dan bukti lainnya. Informasi baru ini menegaskan bahwa obsesinya bukan sekadar fantasi pribadi, melainkan gagasan sistematis yang berpotensi dijalankan dengan metode modern.
Publik dan media internasional menyoroti bagaimana kekayaan dan akses Epstein memungkinkan ia mengembangkan rencana ekstrem ini. Meski belum ada bukti eksekusi penuh, dokumen tersebut menunjukkan niat yang serius dan tersusun.
Implikasi Etis dan Hukum
Kasus Epstein Files kembali menekankan perlunya regulasi ketat terkait teknologi reproduksi dan eksperimen genetika manusia. Penggunaan manusia sebagai alat produksi DNA pribadi melanggar hukum dan prinsip hak asasi.
“Dokumen ini membuka diskusi global mengenai batasan etis, hukum, dan sosial terkait pengembangan manusia melalui teknologi,” kata Prof. Dwi Santoso, ahli hukum internasional. Ia menambahkan, perlindungan terhadap individu yang rentan adalah kunci agar eksperimen manusia semacam ini tidak terulang di masa depan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Perbandingan Masa Lalu dan Masa Kini
Sejarah Lebensborn menjadi peringatan bagi masyarakat global. Baik Nazi maupun rencana Epstein menunjukkan bagaimana ide ekstrem tentang manusia unggul dapat menimbulkan pelanggaran HAM dan eksperimentasi yang brutal. Bedanya, Epstein beroperasi dalam konteks modern dengan akses teknologi canggih, sementara Nazi melakukannya sebagai kebijakan negara.
Rekomendasi Cakwar.com: Dokumen Baru Kasus Jeffrey Epstein Dirilis, Jaringan Elite Global Kembali Jadi Sorotan Publik
Kedua kasus menekankan bahwa ketika tubuh manusia dipandang semata sebagai alat, hak dan martabat individu terabaikan. Epstein Files mengingatkan bahwa meski niat ekstrem seperti itu terdengar fiksi, kekayaan dan kekuasaan dapat memungkinkan rencana berbahaya.
Media sosial:
Penutup
Rilis dokumen DOJ terkait Jeffrey Epstein membuka fakta mengejutkan tentang obsesinya menciptakan “pabrik bayi” dengan DNA pribadi. Temuan ini mengingatkan masyarakat internasional tentang risiko eksploitasi manusia melalui teknologi modern, sekaligus menjadi pelajaran sejarah dari praktik Nazi di era Hitler.
Untuk berita terkini, analisis mendalam, dan artikel menarik seputar isu global dan hukum internasional, pembaca dapat menelusuri konten lengkap di blog cakwar.com
Presiden Prabowo Sebut Kelapa Sawit “Tanaman Ajaib”, Greenpeace Soroti Dampak Monokultur February 4, 2026 Rahmat Yanuar Sentul, Bogor, 4 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kelapa sawit bukan...
Read MoreSalju Lebat di Jepang Tewaskan 30 Orang, Militer Dikerahkan Bantu Warga Aomori February 4, 2026 Rahmat Yanuar Tokyo, 3 Februari 2026 – Jepang tengah menghadapi krisis musim dingin akibat salju...
Read MoreDokumen DOJ Ungkap Obsesinya Jeffrey Epstein untuk “Pabrik Bayi” Mirip Program Nazi February 4, 2026 Rahmat Yanuar Washington, 4 Februari 2026 – Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat...
Read MoreTeman Kuliah Jokowi Bicara Soal Kacamata di Foto Ijazah, Ini Penjelasan Ritje Dwidjaja February 4, 2026 Rahmat Yanuar Surakarta, 3 Februari 2026 – Isu mengenai Presiden ke-7 RI, Joko Widodo...
Read MoreApple Akuisisi Startup AI Israel Q.ai Rp33,5 Triliun, Teknologi Ini Disiapkan untuk AirPods dan FaceTime February 2, 2026 Rahmat Yanuar Apple Resmi Membeli Q.ai, Startup AI Pelacak Gerakan Wajah Apple...
Read MoreIndustri Smartphone Global Mulai Stabil Pasca Pandemi, Apple Kembali Jadi Raja HP Dunia January 16, 2026 Rahmat Yanuar Industri smartphone global menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin solid setelah dihantam perlambatan...
Read MoreApple dan Google Resmi Bekerja Sama: Siri Terintegrasi AI Gemini, Era Baru Asisten Digital iPhone January 13, 2026 Rahmat Yanuar Apple dan Google secara resmi mengumumkan kerja sama strategis multi-years...
Read MoreBocoran Produk Apple 2026: iPhone 17e hingga AirTag 2 Siap Meluncur? January 3, 2026 Rahmat Yanuar Rumor Produk Apple Selalu Mencuri Perhatian Rumor terkait perangkat Apple memang kerap beredar jauh...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions