BMKG Catat 19 Gempa Susulan di Yogyakarta Usai Gempa Pacitan M6,2

Yogyakarta – Aktivitas kegempaan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mencatat sedikitnya 19 kali gempa susulan yang terjadi hingga Jumat pagi.

Koordinator Tim Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY, Budiarta, menyampaikan bahwa rangkaian gempa susulan tersebut terpantau sejak beberapa saat setelah gempa utama Pacitan terjadi. “Sampai jam 06.58 WIB tercatat 19 kali gempa susulan,” ujar Budiarta, Jumat.

Gempa-gempa tersebut menambah kekhawatiran warga, terutama di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang sempat merasakan getaran cukup kuat pada dini hari. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa gempa susulan yang tercatat di DIY tidak berkaitan langsung dengan gempa megathrust Pacitan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Magnitudo Gempa Susulan Relatif Kecil

Budiarta menjelaskan bahwa gempa susulan yang terdeteksi di wilayah Yogyakarta memiliki skala magnitudo yang relatif kecil hingga menengah. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, magnitudo gempa susulan berkisar antara 1,9 hingga 4.

Sebagian besar gempa susulan tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat, sementara beberapa lainnya hanya dirasakan lemah oleh warga di sekitar episenter. “Mayoritas gempa susulan berskala kecil dan tidak menimbulkan dampak kerusakan,” jelasnya.

Meski begitu, BMKG tetap melakukan pemantauan intensif untuk memastikan tidak ada peningkatan aktivitas seismik yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Artikel Lainnya:

  • Dampak Gempa Pacitan Meluas ke Bantul, Korban Luka Bertambah Jadi 15 Orang

BMKG Pastikan Tidak Berkaitan dengan Gempa Pacitan

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa gempa susulan di wilayah Yogyakarta tidak memiliki keterkaitan langsung dengan gempa Pacitan. Menurutnya, kedua gempa tersebut berasal dari sumber yang berbeda.

“Tidak ada kaitan. Yang satu berada di jalur Sesar Opak, itu bukan megathrust,” kata Daryono.

Ia menjelaskan bahwa gempa-gempa susulan di sekitar Yogyakarta terjadi di zona Sesar Opak, jalur sesar aktif yang memang dikenal kerap memicu gempa dangkal di wilayah DIY dan sekitarnya. Sementara itu, gempa Pacitan merupakan gempa megathrust yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Trump Peringatkan Iran: Opsi Militer Siap Jika Negosiasi Oman Gagal

Gempa Pacitan Termasuk Jenis Megathrust

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah tenggara Pacitan pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.06 WIB. Gempa tersebut sempat dirasakan hingga ke wilayah Jawa Tengah dan DIY, termasuk Yogyakarta.

“Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya berupa pergerakan naik atau thrusting dengan kedalaman dangkal,” ujar Daryono dalam keterangannya.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini menjadi kabar yang cukup melegakan, mengingat gempa megathrust dengan magnitudo besar berpotensi memicu gelombang tsunami jika mencapai kekuatan tertentu.

Patut Disyukuri Tidak Mencapai Magnitudo 7,0

Daryono menambahkan bahwa masyarakat patut bersyukur karena gempa Pacitan tidak mencapai magnitudo 7,0. Menurutnya, jika kekuatan gempa mencapai atau melebihi angka tersebut, potensi tsunami bisa meningkat signifikan.

“Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena dapat berpotensi tsunami,” lanjutnya.

Gempa Pacitan dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng, yakni pergerakan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Proses ini merupakan penyebab utama gempa-gempa besar di sepanjang selatan Pulau Jawa.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Parameter Teknis Gempa Pacitan

BMKG mencatat gempa Pacitan memiliki parameter teknis sebagai berikut: episenter terletak pada koordinat 8,98° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 89 kilometer arah tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur.

Kedalaman gempa tercatat sekitar 58 kilometer, yang tergolong gempa dangkal hingga menengah. Dengan karakteristik tersebut, gempa dirasakan cukup luas, meskipun tidak menimbulkan kerusakan besar di wilayah DIY.

BMKG juga menyebutkan bahwa hingga Jumat pagi, aktivitas gempa susulan akibat gempa Pacitan sendiri masih terus dipantau di sekitar wilayah sumber gempa.

Rekomendasi Cakwar.com: Putin dan Xi Jinping Bahas Hubungan Rusia–China hingga AS dalam Pembicaraan Jarak Jauh

Yogyakarta dan Ancaman Sesar Opak

Wilayah Yogyakarta memang dikenal memiliki tingkat kerawanan gempa yang cukup tinggi, terutama akibat keberadaan Sesar Opak. Jalur sesar ini membentang dari selatan hingga utara DIY dan kerap memicu gempa dangkal.

Gempa besar yang pernah terjadi pada 2006 menjadi pengingat betapa seriusnya potensi ancaman dari Sesar Opak. Oleh karena itu, setiap aktivitas gempa di wilayah DIY selalu menjadi perhatian serius BMKG dan pemerintah daerah.

Meski gempa susulan kali ini tidak berkaitan langsung dengan gempa Pacitan, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak lengah.

Media sosial:

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk tetap tenang, namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, baik dari aktivitas Sesar Opak maupun sumber gempa lainnya.

Warga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama isu-isu yang beredar di media sosial. Informasi resmi terkait gempa hanya disampaikan oleh BMKG melalui kanal resmi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggalnya aman dan tahan gempa. Jika ditemukan kerusakan serius, warga disarankan segera melapor ke pihak berwenang.

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

Rangkaian gempa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, khususnya di wilayah rawan gempa seperti selatan Jawa dan DIY. Edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, serta kesiapan infrastruktur menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko korban jiwa.

Pakar kebencanaan menilai, pemahaman masyarakat terhadap perbedaan jenis gempa—seperti gempa megathrust dan gempa sesar aktif—juga penting agar tidak terjadi kepanikan berlebihan.

Penutup

BMKG DIY mencatat sebanyak 19 kali gempa susulan di Yogyakarta pascagempa Pacitan magnitudo 6,2 yang terjadi Jumat dini hari. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BMKG memastikan gempa susulan tersebut tidak berkaitan langsung dengan gempa megathrust Pacitan dan tidak berpotensi tsunami.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus selalu dijaga. Dengan informasi yang akurat dan langkah mitigasi yang tepat, risiko dampak gempa dapat diminimalkan.

Untuk terus mengikuti perkembangan terbaru seputar gempa bumi, kebencanaan, dan isu nasional lainnya, pembaca dapat menemukan artikel informatif dan terpercaya lainnya di artikel-artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions