Mobil Listrik China Pakai Baterai Ion Natrium, Terobosan Baru untuk Performa di Cuaca Ekstrem

Teknologi baterai kendaraan listrik terus berkembang, kali ini datang dari China dengan pendekatan yang berbeda

Perkembangan mobil listrik global tak lagi hanya berfokus pada desain futuristik atau jarak tempuh yang semakin jauh. Di balik layar, teknologi baterai menjadi medan persaingan utama. Terbaru, industri otomotif dikejutkan oleh langkah Changan, produsen otomotif asal China, yang menjadi yang pertama mengadopsi baterai ion natrium (sodium-ion/Na-ion) untuk mobil listrik produksi massal.

Baterai ini dikembangkan oleh Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), raksasa baterai kendaraan listrik dunia. Teknologi tersebut rencananya akan digunakan pada model Changan Nevo A06, yang saat ini sudah memasuki tahap produksi massal dan dijadwalkan meluncur dalam waktu mendatang.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan penting, terutama dalam menjawab tantangan mobil listrik di wilayah bersuhu ekstrem serta isu keberlanjutan bahan baku baterai.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Apa Itu Baterai Ion Natrium dan Mengapa Penting?

Baterai ion natrium bekerja dengan prinsip serupa baterai lithium-ion, namun menggunakan natrium sebagai pembawa muatan listrik. Natrium sendiri merupakan unsur yang sangat melimpah di alam, bahkan disebut sekitar 1.000 kali lebih banyak dibandingkan lithium.

Selama ini, lithium menjadi tulang punggung industri baterai kendaraan listrik, baik dalam bentuk lithium-ion maupun lithium iron phosphate (LFP). Namun, keterbatasan cadangan, biaya penambangan, serta isu lingkungan membuat industri mulai mencari alternatif yang lebih berkelanjutan.

Di sinilah baterai ion natrium mulai dilirik. Selain bahan bakunya melimpah dan mudah diakses di berbagai wilayah dunia, proses produksinya juga dinilai lebih fleksibel dan berpotensi menekan biaya produksi kendaraan listrik.

Performa Tangguh di Suhu Ekstrem Jadi Keunggulan Utama

Tetap optimal di suhu minus puluhan derajat

Salah satu keunggulan paling menonjol dari baterai ion natrium pada Changan Nevo A06 adalah kemampuannya beroperasi di suhu ekstrem. Laporan teknologi menyebutkan mobil ini dapat mengisi daya tanpa kendala pada suhu hingga -30 derajat Celcius, serta tetap berfungsi normal hingga -50 derajat Celcius.

Lebih menarik lagi, pada suhu -40 derajat Celcius, baterai ion natrium masih mampu mempertahankan sekitar 90 persen kapasitasnya. Angka ini terbilang impresif jika dibandingkan dengan baterai LFP yang umumnya mengalami penurunan performa signifikan di suhu dingin.

Changan bahkan telah melakukan pengujian langsung di wilayah Mongolia, yang dikenal memiliki kondisi musim dingin ekstrem. Hasilnya menunjukkan baterai ion natrium mampu memberikan daya lebih stabil dan besar dibandingkan baterai LFP dalam kondisi cuaca dingin ekstrem.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Indonesia Siapkan Opsi Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Pemerintah Tunggu Kesepakatan Internasional

Lebih Aman dan Minim Risiko Termal

Risiko pelarian termal lebih rendah

Selain performa di suhu rendah, faktor keselamatan juga menjadi nilai jual utama baterai ion natrium. Teknologi ini memiliki risiko pelarian termal (thermal runaway) yang lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

Pelarian termal merupakan kondisi ketika suhu baterai meningkat secara tidak terkendali, yang berpotensi memicu kebakaran atau ledakan. Dengan struktur kimia yang lebih stabil, baterai ion natrium dinilai lebih aman, terutama untuk penggunaan jangka panjang dan di lingkungan yang menantang.

Bagi produsen mobil listrik, aspek keselamatan ini menjadi faktor krusial, seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap keamanan kendaraan listrik.

Potensi Biaya Produksi Lebih Murah untuk EV

Peluang harga mobil listrik makin terjangkau

Dari sisi industri, penggunaan baterai ion natrium membuka peluang besar untuk menurunkan biaya produksi mobil listrik. Natrium yang melimpah membuat rantai pasok bahan baku menjadi lebih luas dan tidak terlalu bergantung pada wilayah tertentu, seperti halnya lithium.

Hal ini memberi fleksibilitas lebih besar bagi produsen dalam mengatur biaya produksi. Jika teknologi ini dapat diadopsi secara luas, bukan tidak mungkin harga mobil listrik ke depan bisa semakin kompetitif, terutama untuk segmen entry-level dan menengah.

Bagi pasar negara berkembang, termasuk Asia Tenggara, inovasi ini berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik secara lebih merata.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dukungan bagi Isu Lingkungan dan Keberlanjutan

Penggunaan baterai ion natrium juga mendapat sambutan positif dari kalangan yang menyoroti dampak lingkungan penambangan lithium. Aktivitas tambang lithium kerap dikaitkan dengan kerusakan ekosistem, penggunaan air berlebihan, serta konflik sosial di beberapa wilayah.

Natrium, di sisi lain, lebih mudah diperoleh dan tersedia secara alami di berbagai belahan dunia, termasuk dari air laut. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Meski demikian, para analis menilai baterai ion natrium tidak serta-merta menggantikan lithium sepenuhnya. Teknologi ini lebih realistis diposisikan sebagai pelengkap, terutama untuk kendaraan yang beroperasi di iklim ekstrem atau membutuhkan efisiensi biaya lebih tinggi.

Rekomendasi Cakwar.com: FC Porto vs Sporting CP Berakhir Imbang 1-1, Persaingan Puncak Klasemen Primeira Liga Kian Panas

Tantangan dan Masa Depan Baterai Ion Natrium

Meski menawarkan banyak keunggulan, baterai ion natrium masih memiliki keterbatasan, salah satunya pada kepadatan energi yang umumnya lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion. Artinya, untuk jarak tempuh yang sama, baterai ini bisa membutuhkan ukuran atau bobot lebih besar.

Namun, dengan riset dan pengembangan yang terus berjalan, para produsen optimistis celah tersebut dapat dipersempit. Langkah CATL dan Changan memproduksi massal teknologi ini menjadi sinyal kuat bahwa baterai ion natrium telah memasuki fase komersial yang serius.

Ke depan, kombinasi berbagai jenis baterai kemungkinan akan menjadi strategi utama industri kendaraan listrik, menyesuaikan kebutuhan pasar dan kondisi geografis.

Penutup: Sinyal Perubahan Arah Industri Mobil Listrik

Kehadiran Changan Nevo A06 dengan baterai ion natrium menandai babak baru dalam evolusi kendaraan listrik. Bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga tentang efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan jangka panjang.

Bagi konsumen, perkembangan ini membuka harapan akan mobil listrik yang lebih andal di berbagai kondisi, lebih aman, dan berpotensi lebih terjangkau. Sementara bagi industri, baterai ion natrium bisa menjadi salah satu kunci untuk memperluas adopsi EV secara global.

Jika Anda tertarik mengikuti perkembangan teknologi otomotif, kendaraan listrik, dan inovasi industri digital lainnya, jangan lewatkan artikel-artikel menarik berikutnya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions