Amerika Serikat (AS) kembali melontarkan kritik tajam terhadap sekutu-sekutunya di Eropa dalam aliansi NATO. Utusan AS untuk NATO, Matthew Whitaker, menyamakan negara-negara anggota NATO di Eropa seperti “anak-anak” yang sudah waktunya mandiri dan mengambil tanggung jawab lebih besar atas pertahanan mereka sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Whitaker saat presentasi laporan tahunan Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference/MSC), Senin (9/2/2026) waktu setempat. Meski menggunakan analogi yang tegas, ia menegaskan bahwa komitmen Washington terhadap NATO tetap ada.
“Kami masih mencintai mereka. Anda masih sekutu,” ujar Whitaker di hadapan peserta konferensi, merujuk pada negara-negara Eropa anggota aliansi.
Pernyataan ini mempertegas arah kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Donald Trump yang berulang kali menyuarakan keinginan untuk mengurangi beban komitmen keamanan di Eropa dan mengalihkan fokus pada kepentingan domestik serta persaingan strategis dengan China.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
AS dan NATO: Ketegangan Lama yang Kembali Mengemuka
Hubungan Amerika Serikat dan sekutu Eropanya dalam NATO bukanlah tanpa dinamika. Sejak beberapa tahun terakhir, isu pembagian beban (burden sharing) menjadi salah satu topik paling sensitif dalam aliansi pertahanan transatlantik tersebut.
NATO menetapkan target agar setiap negara anggota mengalokasikan minimal 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk belanja pertahanan. Namun dalam praktiknya, tidak semua negara konsisten memenuhi komitmen tersebut. Amerika Serikat selama ini menjadi kontributor terbesar dalam anggaran pertahanan NATO, baik secara langsung maupun melalui kehadiran militer di Eropa.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Trump menilai bahwa AS menanggung beban yang tidak seimbang. Kritik tersebut kembali ditegaskan melalui pernyataan Whitaker di Munich.
Menurutnya, Eropa perlu menunjukkan kedewasaan strategis. “Sudah waktunya mereka berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Whitaker, menggambarkan posisi Washington yang menginginkan pergeseran tanggung jawab keamanan ke tangan negara-negara Eropa.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pernyataan tersebut bukan ancaman untuk meninggalkan NATO. Komitmen terhadap Pasal 5—yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota—tetap menjadi fondasi aliansi.
Fokus Baru: Membela Tanah Air dan Menghadapi China
Di balik kritik terhadap Eropa, ada pergeseran prioritas strategis Amerika Serikat. Pemerintah AS kini ingin lebih fokus pada “membela Tanah Air AS dan mencegah China”, sebagaimana beberapa kali disampaikan pejabat tinggi di Washington.
Persaingan dengan China dalam bidang ekonomi, teknologi, dan militer menjadi agenda utama kebijakan luar negeri AS. Kawasan Indo-Pasifik dinilai semakin penting secara geopolitik, sehingga alokasi sumber daya pertahanan pun mulai diarahkan ke sana.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Anak Lebih Nyaman Curhat ke AI? Begini Cara Orang Tua Menjaga Kedekatan Emosional di Era Kecerdasan Buatan
Dalam konteks ini, komitmen besar terhadap keamanan Eropa dipandang sebagian kalangan di Washington sebagai beban yang perlu dikaji ulang. Bukan berarti AS akan menarik diri sepenuhnya dari NATO, tetapi pendekatannya bisa menjadi lebih selektif dan pragmatis.
Langkah ini memunculkan kekhawatiran di sejumlah ibu kota Eropa, terutama di tengah ketidakstabilan keamanan regional yang belum sepenuhnya reda. Konflik di Ukraina dalam beberapa tahun terakhir, misalnya, telah menguji solidaritas NATO dan memperlihatkan betapa pentingnya koordinasi transatlantik.
Respons Eropa: Antara Kekhawatiran dan Evaluasi Diri
Pernyataan Whitaker tentu tidak berdiri di ruang hampa. Sejumlah negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir memang mulai meningkatkan anggaran pertahanan mereka. Beberapa bahkan telah melampaui target 2 persen PDB.
Namun, bagi sebagian pemimpin Eropa, pernyataan yang menyamakan mereka dengan “anak-anak” bisa dipandang sebagai sinyal keras dari Washington. Di sisi lain, ada pula yang melihatnya sebagai dorongan realistis agar Eropa lebih mandiri secara strategis.
Konsep “strategic autonomy” atau otonomi strategis Uni Eropa sendiri sudah lama dibahas. Gagasan ini menekankan pentingnya kemampuan Eropa untuk bertindak secara independen dalam urusan pertahanan dan keamanan, tanpa selalu bergantung pada Amerika Serikat.
Kendati demikian, membangun kapasitas militer yang setara dengan payung keamanan AS bukanlah hal yang mudah. Diperlukan investasi besar, koordinasi politik yang solid, serta konsensus di antara negara-negara anggota yang memiliki kepentingan berbeda.
NATO di Persimpangan Jalan?
Kritik AS terhadap sekutu Eropa memunculkan pertanyaan lebih besar: ke mana arah NATO dalam satu dekade ke depan?
Sejak didirikan pada 1949, NATO menjadi simbol utama solidaritas Barat dalam menghadapi ancaman eksternal. Setelah Perang Dingin berakhir, aliansi ini mengalami transformasi, memperluas keanggotaan dan memperluas mandatnya ke berbagai operasi di luar kawasan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Kini, tantangan yang dihadapi lebih kompleks. Selain ancaman konvensional, NATO juga harus menghadapi perang siber, disinformasi, dan dinamika geopolitik baru yang melibatkan kekuatan besar seperti China.
Pernyataan Whitaker bisa dibaca sebagai upaya untuk mendorong reformasi internal NATO. Jika Eropa mampu meningkatkan kapasitas pertahanannya, maka aliansi bisa menjadi lebih seimbang dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Namun jika perbedaan pandangan semakin melebar, bukan tidak mungkin muncul friksi yang memengaruhi efektivitas kerja sama transatlantik.
Komitmen yang Ditegaskan, Pesan yang Tegas
Meski kritiknya keras, Whitaker berusaha menjaga nada diplomatis dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap mencintai sekutu-sekutunya. “Anda masih sekutu,” ujarnya, seolah ingin memastikan bahwa pesan yang disampaikan bukanlah ancaman pemutusan hubungan.
Rekomendasi Cakwar.com: Penembakan Sekolah di Kanada Tewaskan 10 Orang, Pelaku Diduga Perempuan
Dalam diplomasi internasional, pilihan kata sering kali mencerminkan keseimbangan antara tekanan dan komitmen. Di satu sisi, Washington ingin Eropa meningkatkan tanggung jawab pertahanan. Di sisi lain, AS juga menyadari bahwa NATO tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas global.
Bagi Eropa, pernyataan ini bisa menjadi momentum refleksi. Apakah ketergantungan jangka panjang pada payung keamanan Amerika masih relevan? Ataukah sudah saatnya membangun arsitektur pertahanan yang lebih mandiri?
Masa Depan Aliansi Transatlantik
Kritik AS terhadap sekutu Eropa di NATO mencerminkan dinamika baru dalam politik global. Perubahan prioritas strategis, persaingan dengan China, dan tuntutan domestik di Amerika Serikat turut membentuk arah kebijakan luar negeri Washington.
Media sosial:
Namun sejarah menunjukkan bahwa aliansi transatlantik memiliki daya tahan yang kuat. Perbedaan pandangan bukan hal baru dalam hubungan AS–Eropa, dan sering kali justru menjadi pemicu penyesuaian yang diperlukan.
Yang jelas, NATO kini berada di persimpangan jalan. Apakah akan menjadi aliansi yang lebih seimbang dan adaptif, atau menghadapi tantangan internal yang lebih besar, sangat bergantung pada kemampuan anggotanya untuk berkompromi dan berinovasi.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan geopolitik global dan dinamika hubungan internasional terkini, simak juga ulasan mendalam lainnya di media digital cakwar.com. Di sana, berbagai isu strategis dibahas secara lugas dan informatif untuk membantu memahami dunia yang terus berubah.
Aktor Jung Eun-woo Meninggal Dunia di Usia 39 Tahun, Industri Hiburan Korea Berduka February 12, 2026 Rahmat Yanuar Industri hiburan Korea Selatan kembali berduka. Aktor Jung Eun-woo, yang dikenal luas...
Read MoreJet Tempur F-16 Uji Coba Landing di Tol Trans Sumatera, Sinergi TNI AU dan Hutama Karya Perkuat Kesiapsiagaan Nasional February 12, 2026 Rahmat Yanuar Uji coba pendaratan dan lepas landas...
Read MoreRestrukturisasi BUMN 2026 Dimulai, Danantara Pangkas 1.043 Entitas Jadi 300 untuk Efisiensi Total February 12, 2026 Rahmat Yanuar Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara resmi memulai langkah restrukturisasi BUMN paling masif...
Read MoreRusia Evakuasi Turis dari Kuba di Tengah Krisis Bahan Bakar, Penerbangan Akan Dihentikan February 12, 2026 Rahmat Yanuar Pemerintah Rusia mengumumkan rencana untuk mengevakuasi seluruh turisnya dari Kuba dalam beberapa...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read MoreHarga iPhone Terbaru di iBox hingga Pertengahan Februari 2026, Ini Daftar Lengkap dan Promonya February 9, 2026 Rahmat Yanuar Promo iPhone 16 Masih Berlaku, iPhone 17 Series dan iPhone Air...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions