Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Jadwal, Wilayah Terdampak, dan Fenomena “Cincin Api”

Langit Bumi akan kembali menghadirkan pertunjukan kosmik yang langka. Pada 17 Februari 2026, fenomena Gerhana Matahari Cincin akan terjadi dan menjadi gerhana pertama sepanjang tahun 2026. Meski jalur cincin api hanya melintasi kawasan terpencil, peristiwa ini tetap menarik perhatian para astronom dan pecinta langit di berbagai belahan dunia.

Gerhana kali ini akan tampak jelas dari wilayah terpencil Antarktika dan bagian selatan Samudra Selatan. Sementara itu, sejumlah kawasan lain akan menyaksikan gerhana dalam fase sebagian. Walau tidak sedramatis Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Cincin tetap menawarkan panorama astronomi yang memukau.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Apa Itu Gerhana Matahari Cincin?

Mengutip EarthSky, istilah annular eclipse atau Gerhana Matahari Cincin berasal dari kata Latin annulus yang berarti cincin. Nama ini merujuk pada tampilan Matahari ketika puncak gerhana terjadi: Bulan menutupi hampir seluruh permukaan Matahari, tetapi masih menyisakan tepi bercahaya berbentuk lingkaran.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada pada titik yang relatif lebih jauh dari Bumi (apogee), sehingga ukuran tampaknya sedikit lebih kecil dibandingkan Matahari. Akibatnya, Bulan tidak sepenuhnya menutupi cakram Matahari, melainkan menyisakan efek “cincin api”.

Secara ilmiah, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus. Namun, perbedaan jarak dan ukuran tampak antara ketiganya menentukan apakah gerhana tersebut bersifat total, cincin, atau sebagian.

Jadwal Lengkap Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan astronomi internasional, berikut waktu fase Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 (dalam UTC dan WIB):

  • Gerhana sebagian dimulai: 09.56 UTC (16.56 WIB)
  • Gerhana cincin dimulai: 11.42 UTC (18.42 WIB)
  • Puncak gerhana (maksimum): 12.12 UTC (19.12 WIB)
  • Gerhana cincin berakhir: 12.41 UTC (19.41 WIB)
  • Gerhana sebagian berakhir: 14.27 UTC (21.27 WIB)

Secara keseluruhan, fenomena ini akan berlangsung selama sekitar 271 menit atau lebih dari 4,5 jam. Pada fase maksimum, wilayah yang berada di jalur pusat gerhana akan menyaksikan sekitar 96 persen permukaan Matahari tertutup Bulan.

Efek “cincin api” diperkirakan berlangsung sekitar 2 menit 20 detik—momen yang menjadi puncak keindahan sekaligus daya tarik utama peristiwa ini.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Akui Gajinya Turun Jadi US$1.000, Soroti Krisis Ekonomi dan Kerusuhan

Wilayah yang Dapat Menyaksikan Gerhana

Lintasan utama Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 melintasi wilayah terpencil di Antarktika dan bagian selatan Samudra Selatan. Namun, gerhana sebagian akan terlihat dari sejumlah kawasan lain di dunia.

Berdasarkan laporan Time and Date, fenomena ini dapat diamati dari wilayah berikut:

  • Antarktika
  • Argentina
  • Botswana
  • Wilayah Samudra Hindia Britania
  • Chili
  • Komoro
  • Eswatini
  • Wilayah French Southern
  • Lesotho
  • Madagaskar
  • Malawi
  • Mauritius
  • Mayotte
  • Mozambik
  • Namibia
  • Reunion
  • Seychelles
  • Afrika Selatan
  • Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan
  • Tanzania
  • Zambia
  • Zimbabwe

Kawasan selatan Amerika Selatan dan Afrika bagian selatan menjadi lokasi paling strategis untuk menyaksikan fase sebagian dengan cakupan Matahari yang cukup signifikan.

Sementara itu, Indonesia tidak termasuk dalam wilayah yang dapat mengamati gerhana kali ini, baik fase cincin maupun sebagian.

Mengapa Gerhana Cincin Tidak Gelap Total?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa Gerhana Matahari Cincin tidak menyebabkan langit gelap seperti pada gerhana total.

Jawabannya terletak pada jarak Bulan dari Bumi. Ketika Bulan berada di titik terjauh orbitnya (apogee), ukuran tampaknya lebih kecil. Karena itu, Bulan tidak mampu menutupi Matahari sepenuhnya. Sisa cahaya Matahari yang membentuk lingkaran terang tetap cukup kuat untuk menerangi langit.

Akibatnya, suasana selama gerhana cincin cenderung redup, tetapi tidak gelap total. Bayangan yang dihasilkan pun berbeda dibandingkan gerhana total, dan suhu udara biasanya hanya turun sedikit.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Tips Aman Menyaksikan Gerhana Matahari

Meski gerhana cincin tidak menggelapkan langit sepenuhnya, melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung tetap berbahaya. Paparan cahaya Matahari yang kuat dapat merusak retina secara permanen.

Beberapa tips aman menyaksikan gerhana Matahari:

  1. Gunakan kacamata khusus gerhana bersertifikat internasional.
  2. Jangan menggunakan kacamata hitam biasa, film negatif, atau kaca gelap.
  3. Gunakan metode proyeksi, seperti lubang jarum (pinhole projector).
  4. Jika menggunakan teleskop atau kamera, pastikan terpasang filter Matahari khusus.

Keamanan mata harus menjadi prioritas utama, terutama karena selama gerhana cincin Matahari tetap memancarkan cahaya intens.

Rekomendasi Cakwar.com: Hamas Respons Rencana Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza dalam Misi ISF

Fenomena Astronomi yang Selalu Dinanti

Gerhana Matahari Cincin bukan sekadar peristiwa visual. Bagi ilmuwan, fenomena ini memberikan kesempatan untuk mempelajari atmosfer Matahari, dinamika orbit Bulan, serta efek cahaya terhadap atmosfer Bumi.

Selain itu, setiap gerhana memiliki karakteristik unik tergantung pada posisi dan jarak relatif Bumi–Bulan–Matahari. Itulah sebabnya peristiwa ini selalu dinantikan komunitas astronomi global.

Gerhana 17 Februari 2026 juga menjadi pengingat bahwa tata surya terus bergerak dalam harmoni gravitasi yang presisi. Setiap gerhana adalah hasil perhitungan orbital yang akurat hingga detik.

Media sosial:

 

Antara Sains dan Keindahan Alam

Bagi banyak orang, gerhana Matahari Cincin bukan hanya soal data astronomi, tetapi juga pengalaman visual yang membangkitkan rasa kagum terhadap alam semesta. Fenomena “cincin api” sering menjadi momen reflektif sekaligus simbol betapa kecilnya manusia di tengah kosmos yang luas.

Meskipun hanya wilayah tertentu yang dapat menyaksikannya secara langsung, perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat dunia mengikuti peristiwa ini melalui siaran langsung observatorium dan lembaga antariksa.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 akan menjadi pembuka rangkaian fenomena astronomi sepanjang tahun tersebut. Bagi pecinta langit, ini adalah momen yang layak dicatat dalam kalender.

Untuk terus mengikuti kabar terbaru seputar fenomena langit, sains, dan peristiwa global lainnya, Anda bisa membaca artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions