Detik-Detik Mencekam! Rekaman CCTV Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diputar di Pengadilan Militer, Teriakan Korban Menggema!

Halo Sobat cakwar.com! Pernah gak sih lo merasa ngeri sekaligus geram saat melihat sebuah tindakan kekerasan berencana yang menyasar para pejuang kemanusiaan di tempat umum? Kasus kriminalitas yang melibatkan oknum aparat penegak hukum atau pertahanan negara memang selalu berhasil memancing emosi dan sorotan tajam dari masyarakat luas.

Bagi lo yang selalu pasang mata memantau info berita terkini seputar dinamika politik dalam negeri, penegakan hukum militer, kebijakan publik, hingga perlindungan hak asasi manusia (HAM), perkembangan persidangan dari ruang pengadilan militer kali ini dipastikan bakal bikin bulu kuduk lo merinding. Fakta-fakta baru yang selama ini tersembunyi akhirnya dibuka secara transparan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kabar mengejutkan datang dari jalannya persidangan, di mana Oditur Militer II-07 Jakarta memohon kepada majelis hakim untuk memutarkan dua video rekaman CCTV dalam sidang perkara serangan air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026 hari ini. Pemutaran bukti digital ini langsung mengubah atmosfer ruang sidang menjadi sangat emosional.

Bagaimana kronologi penyerangan keji yang terekam kamera pengawas tersebut? Apa saja bantahan dan kilahan yang dilontarkan oleh para oknum prajurit elit yang menjadi terdakwa saat dicecar oleh majelis hakim? Yuk, kita bedah tuntas fakta persidangan, analisis visual, hingga suara rekaman histeris korban secara santai, jelas, dan mengalir bersama cakwar.com!

Detik-Detik Eksekusi di Jalan Talang: Skenario Putar Arah dan Siraman ke Wajah

Sobat cakwar.com, suasana di dalam ruang sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta mendadak senyap saat lampu mulai diredupkan untuk memutar video pertama yang diajukan oleh Oditur Militer. Rekaman visual berdurasi pendek yang didapatkan dari tim penyidik Puspom TNI itu memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana skenario aksi keji tersebut dijalankan di atas jembatan Jalan Talang, kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sepeda motor yang dikendarai oleh terdakwa Lettu (Pas) Budhi Hariyanto Widhi dengan membonceng Serda (Mar) Edi Sudarko melaju kencang menyalip sepeda motor yang dikendarai oleh korban, Andrie Yunus.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Sidang Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Pakai Jaket Gojek Generasi Pertama Milik Driver 001 Jelang Pledoi!

Setelah berhasil mendahului posisi Andrie, Lettu Budhi secara mendadak memutar arah laju kendaraannya hingga melawan arus lalu lintas agar bisa berhadapan langsung satu lawan satu dengan laju motor korban. Saat posisi kedua kendaraan sudah saling berdekatan, Serda Edi yang duduk di bangku penumpang langsung menyiramkan cairan air keras murni dari dalam sebuah tumbler ke arah target.

Posisi Empat Oknum Personel BAIS TNI di Lokasi Eksekusi:

  • Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi: Bertindak sebagai joki motor eksekutor utama yang mengatur manuver putar arah.
  • Serda (Mar) Edi Sudarko: Eksekutor yang menyiramkan air keras dari dalam wadah tumbler langsung ke arah korban.
  • Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetia: Berada di sekitar lokasi kejadian untuk memantau situasi dan mengawasi pergerakan target.
  • Lettu (Pas) Sami Lakka: Ikut mengamankan perimeter jalur pelarian pasca-eksekusi serangan air keras dilakukan.

Cecaran Hakim vs Kilahan Terdakwa: Bantahan Visual yang Terpatahkan

Melihat rekaman visual yang begitu benderang, Ketua Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto langsung mencecar para terdakwa dengan rentetan pertanyaan tajam. Hakim mempertanyakan arah siraman cairan kimia berbahaya tersebut yang terlihat jelas menyasar area vital bagian atas tubuh korban.

Anehnya, meski bukti video sudah diputar berulang kali di hadapan publik, Serda Edi tetap bersikukuh dan membantah bahwa dirinya sengaja menyasar bagian wajah Andrie Yunus.

“Ke arah badan,” ujar Serda Edi dengan nada datar di ruang sidang, mencoba membela diri dari jerat pasal penganiayaan berat berencana.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Mendengar jawaban tersebut, Kolonel Freddy tidak tinggal diam. Ia kembali mencecar alasan logis mengapa Lettu Budhi dan Serda Edi harus memutar arah sepeda motor secara berbahaya hingga berhadapan langsung dengan korban jika memang tidak ada unsur perencanaan matang sebelumnya.

Kedua oknum anggota intelijen jajaran BAIS TNI tersebut berdalih bahwa aksi putar arah itu dilakukan secara spontan tanpa rencana matang, murni hanya untuk memastikan secara valid bahwa pengendara motor di depan mereka adalah benar-benar sosok aktivis KontraS, Andrie Yunus. Mereka juga mengklaim pemilihan lokasi eksekusi di jembatan Jalan Talang terjadi secara kebetulan semata.

Rekomendasi Cakwar.com: Tim Jibom Brimob Temukan Granat Nanas Modifikasi di Lokasi Ledakan Biak Numfor, Diduga Kuat Sisa Perang Dunia II!

Video Kedua Bersuara: Teriakan Histeris Korban Menggema di Ruang Sidang

Sobat cakwar.com, jika video pertama sukses membuat penonton geram, maka pemutaran video kedua dari sudut pandang (angle) yang berbeda berhasil membuat seluruh pengunjung sidang terenyak. Berbeda dengan video sebelumnya, rekaman kedua ini diputar dengan volume suara penuh yang sangat jernih.

Kamera pengawas merekam secara dramatis momen pasca-penyerangan. Begitu cairan kimia tersebut mengenai tubuhnya, Andrie langsung menjatuhkan sepeda motor dan melempar tas ransel di pundaknya ke aspal jalanan.

1.Teriakan Histeris:Fase 1.

Suara teriakan Andrie yang berteriak “Panas! Panas! Tolong! Tolong!” menggema keras di ruang sidang, membuat suasana menjadi sangat mencekam.

2.Melucuti Pakaian:Fase 2.

Korban terlihat melompat-lompat kesakitan menahan efek terbakar dari zat asam dan langsung melucuti baju yang dikenakannya demi menyelamatkan kulitnya.

3.Pertolongan Warga:Fase 3.

Sejumlah warga sekitar yang mendengar jeritan histeris tersebut langsung berlarian mendatangi Andrie untuk memberikan pertolongan darurat seadanya.

Mendengar jeritan pilu korban yang diputar berulang kali, Kolonel Freddy kembali meradang dan langsung mencecar balik seluruh terdakwa terkait rantai komando dan perencanaan matang di balik aksi teror fisik terhadap aktivis pembela HAM ini.

Media sosial:

 

Solusi Praktis dan Insight Bagaimana Mengamankan Bukti Digital untuk Kasus Hukum

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com. Keberhasilan pengungkapan kasus kekerasan berencana yang melibatkan oknum aparat ini membuktikan bahwa keberadaan sistem rekaman kamera pengawas (CCTV) di ruang publik memiliki peran yang sangat vital dalam penegakan keadilan. Sebagai solusi praktis bagi masyarakat luas, jika lo atau orang di sekitar lo menjadi korban atau saksi mata kejahatan jalanan, segera lakukan pengamanan rekaman kamera pengawas dari toko atau rumah di sekitar lokasi kejadian dalam kurun waktu kurang dari $1\times24$ jam sebelum datanya terhapus otomatis (overwrite), serta pastikan salinan berkasnya disimpan dalam format raw digital yang sah agar tidak gugur saat dijadikan alat bukti di muka persidangan. Insight pentingnya adalah hukum tidak boleh tumpul ke atas; dengan mengandalkan transparansi digital ilmiah (scientific crime investigation) dan kawalan aktif dari masyarakat, kita bisa meruntuhkan tembok impunitas dan memastikan siapapun pelakunya—tanpa memandang pangkat atau institusi—wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum yang berlaku.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions