Minum Air Saat Cegukan, Emang Ngaruh?

Cegukan sering kali datang tiba-tiba, di momen yang paling nggak kita harapkan. Lagi asik ngobrol, makan, atau bahkan presentasi, tiba-tiba suara “hik” keluar dan bikin kita jadi pusat perhatian. Rasanya sepele, tapi cukup bikin risih. Lalu muncul pertanyaan klasik: minum air beneran bisa menghilangkan cegukan atau cuma mitos yang diwariskan turun-temurun?

Apa Sih Cegukan Itu?

Sebelum bahas solusi, kita perlu paham dulu kenapa cegukan bisa muncul. Secara medis, cegukan terjadi ketika diafragma—otot besar yang membantu pernapasan—berkontraksi tiba-tiba tanpa kendali. Saat itu, pita suara menutup sekejap, dan terbentuklah suara khas “hik”.

Penyebabnya bisa macam-macam: makan terlalu cepat, menelan udara saat bicara, minum minuman bersoda, hingga perubahan suhu mendadak dalam tubuh. Bahkan kondisi emosional seperti stres atau tertawa terlalu keras bisa memicu cegukan.

Kenapa Minum Air Jadi “Obat” Instan?

Dari kecil, banyak dari kita diajarkan kalau cara paling cepat buat mengatasi cegukan adalah minum air putih. Rasionalnya, ketika kita minum air, ada beberapa hal yang terjadi di tubuh:

  • Air yang masuk membantu menstimulasi saraf vagus dan phrenic, dua saraf yang berperan dalam mengatur kontraksi diafragma.
  • Menelan air juga membuat ritme pernapasan berubah, sehingga bisa “mengreset” otot diafragma yang kejang.
  • Selain itu, meneguk air dengan konsentrasi tertentu bisa mengalihkan fokus otak dari “refleks cegukan” ke proses menelan.

 

Jadi, bukan sekadar sugesti, ada dasar fisiologis kenapa minum air bisa membantu. Meski begitu, efektivitasnya bisa berbeda pada tiap orang. Ada yang langsung berhenti cegukannya, ada juga yang butuh mencoba trik lain.

Trik-Trik Lain yang Nggak Kalah Populer

Selain minum air, ada banyak cara unik yang sering dipakai orang untuk menghentikan cegukan. Misalnya menahan napas beberapa detik, menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, atau makan sesuatu yang asam seperti lemon. Ada juga yang mencoba metode lebih “nyeleneh” seperti ditakut-takuti supaya refleks tubuh berubah.

Meski sebagian trik ini terdengar aneh, ada penjelasan medis di baliknya. Intinya, semua metode itu bertujuan untuk menghentikan kejang pada diafragma dengan cara merangsang saraf atau mengubah pola pernapasan.

Apakah Cegukan Bisa Jadi Tanda Masalah Serius?

Kebanyakan cegukan memang tidak berbahaya dan akan hilang sendiri dalam beberapa menit. Tapi kalau cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, itu bisa jadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan pada saraf, refluks asam lambung (GERD), atau bahkan masalah pada otak dan jantung. Dalam kasus ini, minum air tentu saja nggak cukup. Perlu pemeriksaan medis untuk menemukan penyebab utamanya.

Minum Air Adalah Solusi Praktis yang Tetap Relevan

Di era modern dengan segala macam penemuan medis, ternyata solusi sederhana seperti minum air masih jadi favorit banyak orang. Selain mudah, murah, dan tanpa efek samping, minum air memang punya logika biologis yang masuk akal untuk mengatasi cegukan ringan.

Namun, penting juga untuk tidak menganggap minum air sebagai “obat ajaib”. Kalau cegukan terasa terlalu sering muncul, terlalu lama, atau bikin sesak, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Bisa jadi itu adalah alarm tubuh bahwa ada yang perlu diperiksa lebih dalam.

Cegukan dalam Perspektif Sehari-hari

Kalau dipikir-pikir, cegukan ini fenomena kecil yang bisa bikin suasana jadi seru. Banyak orang punya “ritual” masing-masing untuk mengatasinya. Ada yang selalu buru-buru minum segelas air dingin, ada yang percaya menutup telinga sambil minum air ampuh, bahkan ada yang yakin makan gula pasir bisa langsung menghentikan cegukan.

Hal-hal kecil seperti ini menunjukkan betapa manusia kreatif dalam menghadapi gangguan sepele. Kadang, yang bikin kita tenang bukan hanya solusi medisnya, tapi juga sugesti bahwa kita sedang melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah.

Ngaruh atau Cuma Mitos?

Jawabannya, minum air saat cegukan memang bisa ngaruh. Meski tidak selalu efektif 100% untuk semua orang, minum air punya mekanisme biologis yang logis dalam meredakan kontraksi diafragma. Dan setidaknya, kalaupun cegukan belum berhenti, tubuh tetap mendapat manfaat dari hidrasi. Win-win kan?

Jadi, lain kali kalau kamu kena cegukan mendadak, coba ambil segelas air dan minum perlahan. Kalau berhasil, syukurlah. Kalau nggak, masih banyak trik lain yang bisa kamu coba sambil menunggu si “hik” menghilang sendiri.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions