Sejarah Kebun Binatang Surabaya: Dari Awal Berdiri hingga Jadi Ikon Wisata Kota Pahlawan

Ikon Kota yang Punya Cerita Panjang

Kalau bicara tentang ikon wisata di Surabaya, nama Kebun Binatang Surabaya (KBS) hampir pasti selalu disebut. Lokasinya yang berada di tengah kota membuatnya mudah dijangkau, bahkan sering jadi pilihan liburan keluarga murah meriah. Namun, tidak banyak orang tahu bahwa KBS punya sejarah panjang yang menarik, bahkan lebih tua dari banyak kebun binatang lain di Asia Tenggara.

Awal Berdiri: Dari Koleksi Satwa Pribadi

Sejarah KBS dimulai tahun 1916. Awalnya, ada seorang jurnalis Belanda bernama H.F.K. Kommer yang punya hobi mengoleksi satwa. Ia mendirikan Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Tanaman dan Binatang Surabaya) untuk menampung berbagai koleksi hewan yang dimilikinya.

Pada masa itu, koleksi satwa masih sederhana, namun jumlahnya terus bertambah. Karena semakin banyak yang tertarik, lokasi kebun binatang dipindah dan diperluas, hingga akhirnya pada 1920-an Pemerintah Hindia Belanda menetapkannya sebagai kebun binatang resmi.

Masa Kejayaan di Era 1960–1980

Kebun Binatang Surabaya pernah sangat populer di era 1960–1980-an. Koleksinya lengkap, bahkan disebut salah satu kebun binatang terbesar di Asia Tenggara. Dari gajah, singa, harimau, hingga berbagai jenis burung eksotis ada di sini.

Bagi warga Surabaya, KBS bukan sekadar tempat wisata. Banyak anak-anak sekolah berkunjung untuk belajar mengenal satwa. Dari generasi ke generasi, KBS menjadi tempat penuh kenangan.

Tantangan dan Masa Sulit

Seiring waktu, KBS juga mengalami masa sulit. Mulai dari isu keterbatasan dana, kondisi kandang yang kurang terawat, hingga kematian beberapa satwa yang sempat jadi sorotan nasional. Tak jarang, KBS mendapat kritik keras dari publik.

Namun, berbagai upaya perbaikan dilakukan. Pemerintah Kota Surabaya, bersama pengelola, mulai melakukan revitalisasi. Perbaikan kandang, peningkatan standar perawatan satwa, serta program edukasi baru terus dikembangkan.

KBS di Era Modern

Kini, Kebun Binatang Surabaya mulai kembali menunjukkan taringnya. Banyak kandang yang direnovasi, jalur pejalan kaki diperbaiki, hingga penataan taman agar lebih ramah keluarga. Tidak hanya jadi tempat rekreasi, KBS juga menegaskan perannya sebagai pusat konservasi satwa dan tempat edukasi bagi pelajar.

Program edukasi satwa untuk anak sekolah, pameran satwa langka, hingga kolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan semakin sering diadakan. Inilah yang membuat KBS tetap relevan di tengah derasnya persaingan dengan destinasi wisata modern.

Menurut Cak War:

“Kebun Binatang Surabaya bukan hanya tempat wisata. Ia adalah ruang belajar bagi pelajar Jawa Timur dan sekitarnya, tempat mereka mengenal satwa dan mencintai lingkungan sejak dini.”

Ikon Wisata di Tengah Kota

Salah satu daya tarik utama KBS adalah lokasinya yang strategis. Terletak di Jalan Setail, dekat dengan Kebun Raya dan Wonokromo, membuatnya mudah diakses dari berbagai penjuru kota. Hal ini menjadikan KBS sebagai ikon wisata Surabaya yang tak tergantikan.

Meski banyak mall dan taman hiburan modern bermunculan, KBS tetap punya tempat di hati warga. Harga tiket yang terjangkau dan nilai edukasi yang tinggi membuatnya selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan libur sekolah.

Penutup: Warisan yang Harus Dijaga

Sejarah Kebun Binatang Surabaya adalah bukti bahwa sebuah kota tidak hanya membangun gedung dan jalan, tetapi juga warisan budaya dan pengetahuan. Dari hobi seorang kolektor satwa, kini menjadi pusat wisata, edukasi, sekaligus konservasi.

Menurut Cak War,

“Menjaga KBS sama saja menjaga identitas Surabaya. Dari sini, anak-anak belajar tentang keberagaman satwa sekaligus pentingnya merawat alam.”

Kebun Binatang Surabaya bukan sekadar tempat liburan murah meriah, tapi juga cermin perjalanan panjang kota Pahlawan. Dan selamanya, KBS akan tetap jadi kebanggaan warga Surabaya.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions