Musala Pesantren Al Khoziny Ambruk: 4 Santri Meninggal, Haikal (13) Selamat dari Reruntuhan

Suasana Haru di Lokasi Evakuasi

Rabu (1/10/2025) sore menjadi hari penuh haru di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Setelah tiga hari penuh ketegangan, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi Haikal (13), seorang santri yang masih selamat dari reruntuhan bangunan musala pesantren yang ambruk. Momen penyelamatan ini disambut isak tangis haru para keluarga, santri, dan warga sekitar yang sejak awal menanti kabar baik.

Namun, di balik kabar selamatnya Haikal, musibah ini tetap menyisakan duka mendalam. Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga pukul 17.32 WIB, empat santri dinyatakan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kronologi Musala Pesantren Ambruk

Detik-detik Kejadian

Musibah terjadi pada Minggu (28/9/2025) siang ketika para santri sedang beraktivitas di sekitar musala. Bangunan yang digunakan untuk beribadah dan belajar itu tiba-tiba ambruk. Diduga, kondisi struktur musala sudah rapuh dan tidak mampu menahan beban setelah diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Proses Evakuasi Tiga Hari

Sejak kejadian, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan bekerja tanpa henti untuk mencari korban. Cuaca yang tidak menentu sempat menghambat proses evakuasi. Baru pada hari ketiga, Haikal berhasil ditemukan masih bernapas di balik reruntuhan.

👉 Baca juga artikel tentang  Vivo dan BP-AKR Tolak BBM Pertamina karena Kandungan Etanol 3,5 Persen

Tempat dan Daftar Harga Service Apple SurabayaIJOE PRICELIST UPDATE

Korban Jiwa dan Santri yang Selamat

Data Terbaru Korban

Hingga Rabu sore, tercatat:

  • 4 santri meninggal dunia
  • Beberapa korban luka-luka yang sudah mendapat perawatan intensif di rumah sakit terdekat
  • Haikal (13) selamat meski dalam kondisi lemah dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut

Keluarga korban berharap ada evaluasi besar terhadap bangunan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Tanggung Jawab dan Evaluasi Ke Depan

Peristiwa ini menyoroti pentingnya keamanan bangunan fasilitas pendidikan, khususnya di pesantren. Banyak bangunan lama yang dipakai santri untuk belajar dan beribadah ternyata belum mendapat perawatan atau pengecekan kelayakan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama diharapkan segera melakukan audit dan renovasi fasilitas pesantren agar santri bisa belajar dengan aman.

Cak War merekomendasikan: Forto – Premium Gadget Repair Service tempat service handphone android terpercaya di Surabaya

Kesimpulan: Duka dan Harapan Baru

Tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny menjadi pengingat bahwa keselamatan santri harus menjadi prioritas. Meski kehilangan empat jiwa, selamatnya Haikal membawa sedikit harapan di tengah duka. Semoga pemerintah, pengelola pesantren, dan masyarakat bisa bergotong royong meningkatkan keamanan fasilitas pendidikan.

👉 Bagaimana menurut Anda, apa langkah terbaik agar musibah serupa tidak lagi terulang di pesantren-pesantren lain? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak yang peduli.

👉 Baca juga: CAKWAR.com – PPP Terbelah Usai Muktamar ke-10 Jakarta: Dualisme Kepemimpinan Mardiono vs Agus Suparmanto

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions