Ambisi Baru Trump Kuasai Greenland dan Bentuk Dewan Perdamaian Tandingan PBB

Ambisi Global Donald Trump Kian Terbuka

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan dunia internasional. Setelah sebelumnya menunjukkan sikap konfrontatif terhadap Iran, kini Trump secara terbuka mengungkapkan ambisinya untuk menguasai Greenland. Tak hanya itu, Trump juga melempar gagasan kontroversial dengan rencana membentuk Dewan Perdamaian global yang dikendalikan oleh Amerika Serikat, yang digadang-gadang menjadi tandingan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Langkah ini memicu reaksi keras dan kekhawatiran dari berbagai kalangan internasional. Banyak pihak menilai, ambisi tersebut dapat mengganggu tatanan geopolitik global yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan di berbagai kawasan dunia.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Mengapa Greenland Kembali Jadi Target Trump?

Posisi Strategis Greenland dalam Peta Geopolitik

Greenland bukan sekadar wilayah es yang terpencil. Menurut Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho, Greenland memiliki nilai strategis yang sangat besar. Wilayah ini berada di jalur penting antara Amerika Utara dan Eropa, serta kaya akan sumber daya alam seperti mineral langka yang sangat dibutuhkan dalam industri teknologi dan militer.

“Greenland adalah kunci penguasaan Arktik. Siapa yang menguasai wilayah ini akan memiliki keunggulan strategis dalam pertahanan dan ekonomi global,” ujar Wibawanto.

Ambisi Trump terhadap Greenland sejatinya bukan hal baru. Pada masa kepresidenannya, ia sempat menyatakan keinginan membeli Greenland dari Denmark, yang langsung ditolak dan dianggap tidak masuk akal oleh pemerintah setempat.

Kepentingan AS di Kawasan Arktik

Kawasan Arktik kini menjadi arena persaingan baru antara Amerika Serikat, Rusia, dan China. Perubahan iklim membuka jalur perdagangan baru dan akses terhadap sumber daya alam yang sebelumnya sulit dijangkau. Dalam konteks ini, Greenland menjadi aset penting untuk memperkuat dominasi AS di kawasan tersebut.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Kasus Hogi Minaya Disorot DPR RI, Dinilai Bela Diri dan Jadi Alarm Evaluasi Penegakan Hukum

Gagasan Dewan Perdamaian Versi AS

Dewan Keamanan PBB Dianggap Tidak Efektif

Selain isu Greenland, Trump juga mengumumkan niatnya membentuk Dewan Perdamaian yang dikendalikan oleh Amerika Serikat. Dewan ini disebut-sebut sebagai alternatif dari Dewan Keamanan PBB yang selama ini dinilai sering buntu akibat hak veto negara-negara besar.

Trump menilai, PBB gagal menjaga stabilitas global, terutama dalam menangani konflik besar seperti perang di Ukraina, Gaza, hingga ketegangan di Timur Tengah.

Namun, banyak pakar menilai langkah ini berbahaya dan berpotensi menciptakan fragmentasi tata kelola global.

Risiko Dominasi Sepihak

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, menegaskan bahwa pembentukan Dewan Perdamaian versi AS justru dapat melemahkan sistem multilateral yang telah dibangun pasca Perang Dunia II.

“Jika setiap negara besar membuat dewan tandingan sendiri, dunia akan kembali ke hukum rimba. Ini bukan perdamaian, tapi dominasi,” kata Todung.

Ia menambahkan bahwa PBB memang memiliki kelemahan, namun solusi seharusnya adalah reformasi, bukan pembentukan institusi baru yang sarat kepentingan nasional.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dampak terhadap Stabilitas Global

Ancaman Polarisasi Dunia

Ambisi Trump berpotensi memperlebar jurang polarisasi global. Negara-negara sekutu AS mungkin akan mengikuti langkah tersebut, sementara negara lain memilih tetap berada dalam kerangka PBB. Kondisi ini bisa menciptakan dua kutub kekuatan global yang saling bersaing.

Menurut Wibawanto Nugroho, situasi ini sangat berbahaya. “Dunia saat ini tidak membutuhkan struktur kekuasaan baru, tapi kerja sama yang lebih kuat untuk menghadapi krisis global,” ujarnya.

Rekomendasi Cakwar.com:  Arsenal Sempurna di Fase Liga Liga Champions, Kalahkan Kairat Almaty 3-2 di Emirates

Posisi Negara Berkembang Termasuk Indonesia

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, dinamika ini perlu disikapi dengan hati-hati. Indonesia selama ini konsisten mendukung multilateralisme dan peran PBB sebagai penjaga perdamaian dunia. Jika Dewan Perdamaian versi AS benar-benar terbentuk, Indonesia dihadapkan pada dilema geopolitik yang tidak sederhana.

Kesimpulan: Ambisi Besar, Risiko Besar

Ambisi Donald Trump untuk menguasai Greenland dan membentuk Dewan Perdamaian tandingan PBB menunjukkan arah politik luar negeri yang semakin unilateral. Meski dibungkus dengan narasi stabilitas dan perdamaian, langkah ini menyimpan risiko besar bagi tatanan global.

Media sosial:

Para pakar sepakat, dunia membutuhkan reformasi sistem internasional yang inklusif, bukan dominasi sepihak. Tanpa kehati-hatian, ambisi ini justru dapat memicu konflik baru dan ketidakstabilan global yang lebih luas.

Ikuti Berita Geopolitik dan Edukasi Global

Untuk memahami isu geopolitik internasional secara mendalam, aktual, dan edukatif, kunjungi cakwar.com dan temukan berbagai analisis serta berita terpercaya setiap harinya.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions