AS Longgarkan Sikap terhadap China: Izin Ekspor Chip Nvidia H200 dan Penghapusan Daftar Hitam Picu Kontroversi

Amerika Serikat kembali memperlihatkan sinyal pelonggaran sikap terhadap China. Pada akhir 2025, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah yang mengejutkan banyak pihak dengan mengizinkan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) canggih H200 produksi Nvidia ke China.

Keputusan ini langsung memicu perdebatan sengit di Washington. Sejumlah politisi dari Partai Republik maupun Demokrat menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam keamanan nasional Amerika Serikat. Chip AI berperforma tinggi seperti H200 dinilai dapat mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan China, termasuk untuk kebutuhan militer.

Tak berhenti di situ, pemerintah AS juga menarik kembali daftar terbaru perusahaan China yang sebelumnya dimasukkan dalam “daftar hitam” Pentagon. Langkah ini semakin memperkuat kesan bahwa Washington tengah menyesuaikan ulang pendekatannya terhadap Beijing.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Izin Ekspor Chip Nvidia H200 ke China

Chip H200 merupakan salah satu produk AI paling canggih Nvidia, dirancang untuk mendukung komputasi berkinerja tinggi, pelatihan model AI besar, serta pusat data skala masif. Di tengah persaingan global dalam teknologi semikonduktor, chip semacam ini dianggap sebagai aset strategis.

Selama beberapa tahun terakhir, Washington membatasi ekspor chip berteknologi tinggi ke China dengan alasan keamanan nasional. Pembatasan tersebut bertujuan menghambat kemampuan Beijing dalam mengembangkan teknologi militer berbasis AI.

Namun keputusan terbaru pemerintahan Trump mengizinkan ekspor H200 ke China dianggap sebagai perubahan signifikan. Para pengkritik khawatir chip tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem persenjataan cerdas, pengawasan berbasis AI, hingga komputasi militer.

Pendukung kebijakan ini berargumen bahwa pembatasan terlalu ketat justru merugikan perusahaan teknologi AS dan mendorong China mempercepat kemandirian teknologi dalam negeri.

Kontroversi Daftar Hitam Pentagon

Selain kebijakan ekspor chip, polemik juga muncul dari langkah pemerintah AS yang menarik kembali daftar tambahan perusahaan China yang sebelumnya dituding membantu militer Beijing.

Beberapa waktu sebelumnya, Washington memasukkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar hitam, termasuk Alibaba dan Baidu.

Namun dokumen resmi tersebut hanya sempat terunggah sekitar satu jam sebelum beberapa nama perusahaan tambahan dihapus. Di antaranya adalah CXMT dan YMTC, dua produsen chip yang dilaporkan tengah memperluas kapasitas produksi di tengah krisis chip memori global.

Langkah penghapusan ini kembali menuai kecaman dari kelompok pendukung kebijakan keras terhadap China. Mereka menilai keahlian manufaktur chip yang terus berkembang dari perusahaan-perusahaan tersebut dapat memperkuat kemampuan militer Beijing dalam jangka panjang.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Mourinho Sebut Real Madrid “Raja yang Terluka” Jelang Benfica vs Madrid di Liga Champions 2025/2026

Apa Itu “Daftar Hitam” Pentagon?

Daftar hitam Pentagon pada dasarnya tidak secara langsung menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang tercantum. Namun berdasarkan undang-undang terbaru, Departemen Pertahanan AS akan dilarang melakukan kontrak atau pengadaan dari perusahaan yang masuk daftar tersebut dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu, pencantuman nama dalam daftar tersebut mengirimkan sinyal kuat kepada pemasok Pentagon, lembaga pemerintah, serta perusahaan AS lainnya tentang pandangan militer AS terhadap entitas tersebut.

Karena itu, meski tidak bersifat sanksi ekonomi langsung, dampaknya tetap signifikan bagi reputasi dan hubungan bisnis perusahaan terkait.

Beberapa perusahaan China yang masuk daftar bahkan telah menggugat pemerintah AS. Juru bicara Alibaba menyatakan tidak ada dasar hukum untuk memasukkan perusahaan tersebut ke daftar hitam dan menegaskan bahwa Alibaba bukan bagian dari strategi fusi militer-sipil China.

Tarik Ulur Kebijakan AS-China

Hubungan antara Washington dan Beijing dalam beberapa tahun terakhir ditandai oleh kompetisi strategis, terutama dalam bidang teknologi dan keamanan.

Teknologi AI dan semikonduktor menjadi arena utama persaingan. Amerika Serikat berusaha mempertahankan keunggulan inovasi, sementara China mempercepat program substitusi impor dan pengembangan industri chip domestik.

Eric Sayers, peneliti nonresiden di American Enterprise Institute yang fokus pada kebijakan pertahanan Asia-Pasifik, menyebut penghapusan beberapa perusahaan dari daftar kemungkinan terkait proses persetujuan antar lembaga.

“Ini tampaknya merupakan masalah proses yang terkait dengan persetujuan antar lembaga pada beberapa perusahaan yang dihapus,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dinamika internal birokrasi AS juga berperan dalam pembentukan kebijakan terhadap China.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dampak terhadap Industri Global

Keputusan AS mengizinkan ekspor chip AI ke China berpotensi memengaruhi lanskap industri global. Nvidia, sebagai salah satu produsen chip AI terbesar dunia, memiliki kepentingan besar di pasar China yang luas.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China seperti Tencent Holdings dan CATL—yang sudah lebih dulu masuk daftar hitam—terus berkembang sebagai pemain utama di sektor teknologi dan kendaraan listrik.

Ketidakpastian kebijakan AS dapat menciptakan volatilitas pasar, terutama dalam industri semikonduktor dan AI yang sangat bergantung pada rantai pasok global.

Rekomendasi Cakwar.com: Hasil Drawing Ronde Kelima Piala FA 2026: Deretan Duel Panas Menuju Perempatfinal

Keamanan Nasional vs Kepentingan Ekonomi

Perdebatan utama dalam kebijakan ini terletak pada keseimbangan antara keamanan nasional dan kepentingan ekonomi.

Kelompok garis keras menilai bahwa setiap pelonggaran terhadap China berisiko mempercepat modernisasi militer Beijing. Sementara kalangan pragmatis berpendapat bahwa pembatasan berlebihan dapat merugikan daya saing perusahaan AS dan justru mendorong fragmentasi teknologi global.

Dalam konteks geopolitik, langkah Washington ini bisa dibaca sebagai sinyal fleksibilitas atau strategi negosiasi. Namun di dalam negeri, keputusan tersebut tetap menjadi bahan perdebatan lintas partai.

Media sosial:

 

Penutup

Langkah Amerika Serikat mengizinkan ekspor chip Nvidia H200 ke China serta menghapus sejumlah perusahaan dari daftar hitam Pentagon menandai fase baru dalam hubungan teknologi kedua negara.

Apakah kebijakan ini mencerminkan pendekatan yang lebih pragmatis atau justru membuka celah risiko keamanan, masih menjadi perdebatan. Yang jelas, persaingan AS-China di bidang teknologi AI dan semikonduktor akan terus membentuk arah geopolitik global dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk mengikuti perkembangan isu ekonomi global, teknologi, dan dinamika politik internasional lainnya, Anda dapat membaca artikel-artikel analisis terbaru di media digital cakwar.com. Tetap terinformasi dan pahami konteks di balik setiap kebijakan besar dunia. 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions