AS Mulai Serangan ke Iran Usai Aksi Israel, Operasi Militer Gabungan Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah

Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat, hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan “serangan pendahuluan” terhadap Teheran. Operasi militer ini disebut sebagai aksi gabungan Washington dan Tel Aviv, yang menandai eskalasi signifikan dalam dinamika konflik di Timur Tengah.

Laporan sejumlah media terkemuka AS, termasuk yang dikutip dari AFP dan CNN, menyebutkan bahwa serangan tersebut telah dimulai dan difokuskan pada target-target militer di wilayah Iran. Salah satu pejabat AS yang berbicara kepada CNN menyatakan bahwa operasi ini “bukan serangan kecil”, mengindikasikan skala dan intensitas yang lebih luas dibandingkan operasi terbatas sebelumnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pentagon maupun Departemen Pertahanan AS terkait detail operasi tersebut. Namun sumber-sumber pejabat di Washington menyebutkan bahwa langkah militer ini dirancang untuk mengatasi ancaman militer Iran dan melindungi personel AS di kawasan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Operasi Gabungan AS dan Israel

Serangan terbaru ini disebut terkoordinasi dengan Israel, yang sebelumnya lebih dulu mengumumkan serangan pendahuluan terhadap Teheran. Pemerintah Israel menyatakan langkah tersebut sebagai respons atas ancaman yang dinilai mendesak terhadap keamanan nasionalnya.

Seorang pejabat AS yang dikutip CNN menegaskan bahwa fokus serangan Washington saat ini adalah fasilitas dan infrastruktur militer Iran. Namun, rincian mengenai lokasi spesifik, jenis persenjataan yang digunakan, maupun estimasi dampak awal belum dipublikasikan dengan alasan operasi masih berlangsung.

Menurut sumber lainnya, tujuan utama serangan AS adalah untuk “mengatasi ancaman militer Iran” sekaligus melindungi pasukan dan aset AS yang berada di kawasan Timur Tengah. Washington juga disebut telah menerapkan langkah-langkah perlindungan tambahan bagi personel militernya sebelum operasi diluncurkan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa operasi ini telah melalui perencanaan matang, terutama mengingat potensi respons balasan dari Teheran yang dapat meluas ke wilayah lain.

Serangan Kedua di Era Donald Trump

Serangan terbaru ini menjadi aksi militer kedua terhadap Iran yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump dalam waktu kurang dari satu tahun terakhir.

Pada Juni 2025, Washington juga membombardir sejumlah fasilitas nuklir utama Iran ketika negara tersebut tengah terlibat konflik terbuka dengan Israel. Serangan saat itu menuai kecaman dari sejumlah negara dan memicu ketegangan diplomatik di berbagai forum internasional.

Kali ini, eskalasi kembali terjadi di tengah hubungan yang memang telah lama tegang antara Washington dan Teheran. Sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran beberapa tahun lalu, hubungan kedua negara berada dalam kondisi konfrontatif, baik melalui sanksi ekonomi maupun ancaman militer.

Pengamat hubungan internasional menilai, serangan terbaru ini berpotensi memperluas konflik, terutama jika Iran memutuskan untuk melakukan respons langsung terhadap kepentingan AS di kawasan.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Serangan Udara Pakistan ke Afghanistan Didukung AS, Eskalasi Konflik Kian Memanas

Target Militer dan Dampak Regional

Sumber pejabat AS menyebutkan bahwa serangan difokuskan pada target militer, bukan fasilitas sipil. Namun, dalam setiap operasi militer skala besar, risiko dampak terhadap warga sipil tetap menjadi perhatian komunitas internasional.

Iran selama ini memiliki jaringan sekutu dan kelompok bersenjata di sejumlah negara Timur Tengah. Respons Teheran tidak selalu berbentuk serangan langsung, melainkan bisa melalui proksi di wilayah seperti Irak, Suriah, Lebanon, atau Yaman.

Kawasan Teluk, termasuk jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, juga menjadi titik rawan. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi jalur tersebut. Ketegangan militer yang meningkat dapat berdampak pada stabilitas harga energi global.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa pasar keuangan dan komoditas global akan merespons cepat perkembangan situasi ini. Ketidakpastian geopolitik biasanya berdampak pada kenaikan harga minyak dan emas, serta volatilitas pasar saham.

Minim Pernyataan Resmi

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran mengenai dampak awal serangan tersebut. Sementara itu, Washington masih menahan diri untuk memberikan detail lebih lanjut.

Ketiadaan informasi resmi sering kali menjadi bagian dari strategi militer, terutama ketika operasi masih berlangsung. Namun, di sisi lain, hal ini juga memicu spekulasi dan kekhawatiran di tingkat internasional.

Dewan Keamanan PBB kemungkinan akan menjadi arena diskusi berikutnya jika eskalasi terus meningkat. Beberapa negara besar biasanya menyerukan penahanan diri dan dialog untuk mencegah konflik meluas.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Eskalasi yang Berisiko Meluas

Ketegangan antara AS, Israel, dan Iran bukanlah isu baru. Namun, operasi militer terbuka dengan skala signifikan berpotensi mengubah dinamika kawasan secara drastis.

Iran sebelumnya menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayahnya akan mendapat respons tegas. Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran juga meningkatkan kapasitas militernya, termasuk pengembangan rudal balistik dan drone.

Sementara itu, kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah tetap signifikan, baik melalui pangkalan di Teluk maupun kerja sama pertahanan dengan sekutu regional.

Kombinasi faktor tersebut menjadikan situasi saat ini sangat sensitif. Setiap langkah lanjutan dapat memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.

Rekomendasi Cakwar.com: Pesawat Kargo Militer Bolivia Jatuh di Dekat La Paz, 15 Orang Tewas Usai Keluar Landasan

Dunia Menanti Perkembangan Selanjutnya

Operasi militer AS terhadap Iran pada 28 Februari 2026 menjadi salah satu perkembangan paling krusial dalam geopolitik global tahun ini. Dengan skala yang disebut “bukan kecil” dan koordinasi erat dengan Israel, langkah ini dipastikan akan berdampak luas, baik secara politik maupun ekonomi.

Komunitas internasional kini menanti respons resmi dari Teheran serta pernyataan terbuka dari Washington. Apakah situasi akan mereda melalui jalur diplomasi atau justru meningkat menjadi konflik berkepanjangan, masih menjadi tanda tanya besar.

Media sosial:

Perkembangan ini juga menjadi pengingat betapa rapuhnya stabilitas di Timur Tengah, kawasan yang selama beberapa dekade terakhir kerap menjadi pusat ketegangan global.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar geopolitik internasional, konflik regional, serta analisis mendalam lainnya, Anda dapat membaca artikel-artikel pilihan di media digital cakwar.com. Informasi akurat dan pembahasan yang relevan akan terus kami hadirkan untuk membantu Anda memahami dinamika dunia yang terus berubah.

VIDEO: ISRAEL SERANG IRAN [28/02/2026]

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions