Berbuka puasa dengan gorengan seperti sudah menjadi tradisi yang sulit dilepaskan. Aroma bakwan, risoles, tahu isi, hingga tempe goreng yang renyah kerap menggoda siapa saja yang menahan lapar dan haus seharian. Teksturnya yang garing dan rasa gurihnya memang terasa memuaskan di saat perut kosong.
Namun, di balik kenikmatannya, kebiasaan berbuka puasa dengan gorengan ternyata menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Konsumsi gorengan secara berlebihan, baik saat berbuka maupun sahur, dinilai dapat membebani organ tubuh yang sebelumnya beristirahat selama berpuasa.
Cakwar mengingatkan bahwa pola makan saat puasa perlu diperhatikan dengan lebih bijak. “Makan terlalu banyak gorengan pada saat berbuka atau sahur dapat memberatkan kerja organ tubuh,” demikian peringatan yang disampaikan dalam edukasi kesehatan Ramadan.
Lalu, mengapa gorengan tidak disarankan menjadi menu utama saat puasa? Dan apa alternatif menu yang lebih sehat?
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Kenapa Gorengan Tidak Baik Saat Puasa?
Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama sekitar 12–14 jam, tergantung durasi siang hari. Selama periode itu, sistem pencernaan relatif beristirahat.
Ketika waktu berbuka tiba, tubuh idealnya menerima asupan ringan yang mudah dicerna. Namun jika langsung mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak, asupan lemak jenuh dan minyak langsung melonjak.
Makanan yang digoreng umumnya menyerap banyak minyak, terutama jika digoreng dengan suhu tidak stabil atau menggunakan minyak berulang kali. Lemak yang tinggi membuat lambung, hati, dan pankreas bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut.
Akibatnya, tubuh yang seharian beradaptasi dengan kondisi puasa justru “terkejut” oleh beban kerja mendadak.
Artikel Lainnya:
Gorengan juga kerap memicu keluhan seperti perut kembung, mual, hingga nyeri ulu hati. Kandungan lemak yang tinggi memperlambat proses pengosongan lambung.
Dalam kondisi perut kosong, makanan berlemak dapat merangsang produksi asam lambung lebih banyak. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung, hal ini bisa memicu rasa tidak nyaman bahkan kambuhnya gejala gastritis.
Tak jarang pula konsumsi gorengan berlebihan menyebabkan sembelit, karena minimnya kandungan serat dan dominannya minyak dalam makanan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Prestianni Pertimbangkan Gugat Vinicius dan Mbappe Usai Sanksi UEFA, Kasus Rasisme Benfica vs Real Madrid Memanas
Banyak orang mengira puasa otomatis menurunkan berat badan. Padahal, jika pola berbuka dan sahur tidak terkontrol, justru berat badan bisa meningkat.
Gorengan termasuk makanan tinggi kalori. Satu potong bakwan atau risoles bisa mengandung ratusan kalori tergantung ukuran dan bahan isinya. Jika dikonsumsi beberapa potong sekaligus, asupan energi bisa melebihi kebutuhan harian.
Ditambah dengan kebiasaan makan besar setelahnya, total kalori harian bisa melonjak. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berisiko meningkatkan berat badan dan kadar kolesterol.
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dalam jangka panjang berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL). Minyak yang digunakan berulang kali untuk menggoreng juga dapat menghasilkan senyawa berbahaya akibat proses oksidasi.
Jika pola ini berlangsung terus-menerus selama Ramadan, risiko gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular bisa meningkat, terutama pada individu dengan faktor risiko sebelumnya.
Gorengan sering dikombinasikan dengan minuman manis saat berbuka. Kombinasi lemak tinggi dan gula sederhana memang bisa memberikan rasa kenyang dan energi secara cepat.
Namun, lonjakan gula darah yang tinggi biasanya diikuti penurunan drastis. Akibatnya, tubuh mudah merasa lemas, mengantuk, dan kurang bertenaga saat menjalankan ibadah malam seperti salat tarawih.
Menu Sehat untuk Berbuka Puasa
Agar puasa tetap lancar dan tubuh tetap bugar, pemilihan menu berbuka puasa sangat penting. Berikut beberapa rekomendasi yang lebih sehat dan seimbang:
Air putih membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Kurma mengandung gula alami yang mudah diserap serta serat yang baik untuk pencernaan.
Mengawali berbuka dengan kurma dan air putih memberikan energi secara bertahap tanpa membebani sistem pencernaan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Sup sayur, sup ayam, atau makanan berkuah ringan membantu lambung beradaptasi kembali. Teksturnya lembut dan mudah dicerna, sehingga tidak memberatkan organ pencernaan.
Kandungan cairan dalam sup juga membantu rehidrasi tubuh.
Sayur dan buah kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit yang sering terjadi selama Ramadan.
Buah seperti semangka, pepaya, atau melon juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Protein penting untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Pilih sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur rebus, atau tahu dan tempe yang diolah tanpa digoreng berlebihan.
Metode memasak seperti dikukus, direbus, atau dipanggang lebih disarankan dibandingkan digoreng.
Rekomendasi Cakwar.com: Manchester United Curi Tiga Poin di Markas Everton, Gol Sesko Bawa MU Menang 1-0
Saat sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau kentang rebus. Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama selama puasa.
Tambahkan protein dan sayur agar asupan lebih seimbang.
Bolehkah Gorengan Saat Puasa?
Gorengan bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah membatasi porsi dan frekuensi konsumsi. Jika ingin menikmati gorengan, cukup satu potong kecil sebagai pelengkap, bukan menu utama.
Menggoreng dengan minyak baru dan suhu yang tepat juga lebih baik dibandingkan menggunakan minyak jelantah berulang kali.
Puasa seharusnya menjadi momen memperbaiki pola makan, bukan ajang “balas dendam” setelah menahan lapar seharian.
Media sosial:
Penutup
Berbuka puasa dengan gorengan memang terasa nikmat, tetapi dampaknya bagi kesehatan perlu dipertimbangkan. Asupan lemak yang tinggi dapat membebani organ tubuh, mengganggu pencernaan, hingga meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang.
Dengan memilih menu berbuka dan sahur yang lebih sehat dan seimbang, tubuh akan lebih bugar menjalani ibadah Ramadan. Perubahan kecil dalam pola makan bisa membawa manfaat besar bagi kesehatan.
Untuk mendapatkan informasi kesehatan dan gaya hidup lainnya selama Ramadan, simak artikel menarik dan edukatif lainnya di media digital cakwar.com. Tetap sehat, tetap bijak dalam memilih menu, dan jalani puasa dengan penuh energi.
Bahaya Berbuka Puasa dengan Gorengan: Dampak bagi Kesehatan dan Tips Menu Sehat Saat Puasa February 24, 2026 Rahmat Yanuar Berbuka puasa dengan gorengan seperti sudah menjadi tradisi yang sulit dilepaskan....
Read MoreBanyuwedang Hot Spring, Pemandian Air Panas Terpanas di Bali dengan Suhu Capai 45 Derajat Celsius February 24, 2026 Rahmat Yanuar Uap tipis mengepul dari permukaan kolam seluas hampir 800 meter...
Read MorePrestianni Pertimbangkan Gugat Vinicius dan Mbappe Usai Sanksi UEFA, Kasus Rasisme Benfica vs Real Madrid Memanas February 24, 2026 Rahmat Yanuar Duel panas antara Benfica dan Real Madrid tak hanya...
Read MoreManchester United Curi Tiga Poin di Markas Everton, Gol Sesko Bawa MU Menang 1-0 February 24, 2026 Rahmat Yanuar Manchester United sukses mencuri tiga poin penting dari markas Everton dalam...
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions