Banjir Bali 2026: Hujan Lebat Tiga Hari Rendam 26 Titik di Denpasar dan Badung

Hujan lebat yang mengguyur Bali sejak Minggu (22/2/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah, terutama di Denpasar dan Badung. Intensitas hujan tinggi yang berlangsung hampir tanpa jeda, disertai angin kencang, menyebabkan puluhan titik tergenang dan mengganggu aktivitas warga.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali (BPBD) mencatat, dalam 12 jam terakhir pada Selasa (24/2/2026) pukul 18.00–06.00 Wita, terdapat 26 titik banjir di wilayah Denpasar dan Badung. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.

Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui kendaraan, sementara beberapa rumah warga terendam hingga setinggi lutut orang dewasa.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Hujan Tiga Hari Picu Genangan Luas

Curah hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut menjadi pemicu utama banjir Bali kali ini. Selain volume air yang besar, sistem drainase di beberapa kawasan perkotaan dinilai tidak mampu menampung limpasan air secara cepat.

Di beberapa titik di Denpasar, genangan muncul di kawasan permukiman padat dan jalur utama yang biasa menjadi akses kerja dan sekolah. Sementara di Badung, terutama di wilayah dataran rendah dan dekat aliran sungai, air meluap ke jalan dan halaman rumah warga.

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Ketinggian air rata-rata berkisar 30 hingga 80 sentimeter. Petugas saat ini masih melakukan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Faktor Cuaca dan Kerentanan Wilayah Perkotaan

Secara umum, Bali memang kerap mengalami hujan dengan intensitas tinggi pada puncak musim penghujan. Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang berlangsung berhari-hari dapat meningkatkan risiko banjir, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat pembangunan tinggi.

Urbanisasi dan perubahan tata guna lahan juga menjadi faktor yang memperbesar potensi genangan. Permukaan tanah yang tertutup beton dan aspal mengurangi daya serap air, sehingga limpasan hujan langsung mengalir ke saluran drainase.

Jika kapasitas drainase terbatas atau tersumbat sampah, air dengan cepat meluap ke jalan dan permukiman.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana dan infrastruktur pengendalian banjir.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Upaya Penanganan dan Evakuasi

BPBD Bali menyatakan fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan penanganan genangan. Petugas melakukan penyedotan air di titik-titik yang memungkinkan, serta membantu warga yang membutuhkan evakuasi, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan jika dibutuhkan. Warga yang terdampak diminta segera melapor ke aparat setempat atau posko terdekat apabila memerlukan pertolongan.

I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi genangan dengan arus deras, terutama menggunakan kendaraan roda dua. Risiko tergelincir atau terseret arus tetap harus diwaspadai.

Rekomendasi Cakwar.com: Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Saat Puasa Ramadan 2026, Ahli Gizi Soroti Pentingnya Buah dan Sayur

Imbauan untuk Tetap Siaga

Melihat prakiraan cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat Bali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Membersihkan saluran air di sekitar rumah, memastikan barang-barang berharga tersimpan aman, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah menjadi langkah penting.

Banjir Bali 2026 ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem perlu dilakukan bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Penguatan sistem peringatan dini, perbaikan drainase, serta edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko dampak yang lebih besar di masa mendatang.

Evaluasi dan Tantangan ke Depan

Peristiwa banjir di Denpasar dan Badung ini kembali menyoroti pentingnya perencanaan tata kota yang berkelanjutan. Dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat, tekanan terhadap lingkungan semakin tinggi.

Penanganan jangka pendek seperti evakuasi dan penyedotan air memang krusial. Namun dalam jangka panjang, diperlukan upaya terintegrasi untuk memperbaiki sistem drainase, mengendalikan alih fungsi lahan, serta memperluas ruang terbuka hijau.

Media sosial:

Bencana hidrometeorologi seperti banjir diprediksi akan semakin sering terjadi seiring perubahan pola cuaca global. Oleh karena itu, pendekatan mitigasi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan mendesak.

Waspada, Namun Tetap Tenang

Hujan lebat yang memicu 26 titik banjir di Denpasar dan Badung menunjukkan betapa cepat situasi bisa berubah dalam hitungan jam. Meski demikian, respons cepat BPBD Bali dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak.

Warga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan saling membantu di lingkungan masing-masing. Solidaritas sosial sering kali menjadi kekuatan utama saat menghadapi situasi darurat seperti ini.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar cuaca ekstrem, kebencanaan, dan isu aktual lainnya, pembaca dapat menyimak artikel-artikel informatif di media digital cakwar.com yang menghadirkan laporan terkini dengan sudut pandang yang jernih dan relevan.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions