Banjir Bandang Tapanuli Selatan Tewaskan Orangutan Tapanuli, Alarm Keras Rusaknya Ekosistem Batang Toru

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi manusia, tetapi juga memakan korban dari satwa paling langka di dunia, orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kerusakan lingkungan telah mencapai titik mengkhawatirkan.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan bangkai orangutan Tapanuli tersangkut di antara gelondongan kayu pasca banjir. Temuan ini bukan sekadar tragedi satwa, melainkan bukti nyata bahwa tata kelola kawasan hulu dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Batang Toru berada dalam kondisi kritis.

.Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Bangkai Orangutan Tapanuli Ditemukan di Tengah Operasi SAR

Ditemukan Saat Pencarian Korban Banjir

Seorang relawan SAR, Decky Chandrawan, mengungkapkan bahwa bangkai primata langka tersebut ditemukan pada 3 Desember 2025 di Desa Pulo Pakkat, Kecamatan Suka Bangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penemuan terjadi saat tim relawan melakukan penyisiran untuk mencari korban banjir bandang yang sebelumnya menghantam kawasan hulu Batang Toru.

Menurut Decky, kondisi bangkai orangutan sangat memprihatinkan. Tubuh satwa tersebut ditemukan di antara kayu-kayu besar yang terbawa arus deras banjir, menandakan kuatnya daya rusak bencana yang dipicu degradasi lingkungan.

Orangutan Tapanuli, Spesies Paling Langka di Dunia

Orangutan Tapanuli merupakan spesies kera besar paling langka di dunia dengan populasi diperkirakan kurang dari 800 individu. Habitatnya hanya berada di bentang alam Ekosistem Batang Toru, menjadikannya sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, pembukaan hutan, dan aktivitas manusia.

Kematian satu individu saja sudah menjadi kehilangan besar bagi upaya konservasi, apalagi jika disebabkan oleh bencana ekologis yang sebenarnya bisa dicegah.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: ESDM Jelaskan Alasan Penghentian Sementara Tambang Emas Martabe Usai Banjir Bandang

Rusaknya Hulu dan DAS Jadi Akar Masalah Bencana

Aktivitas Ekstraktif dan Pembukaan Lahan

Banjir bandang dan longsor yang berulang di wilayah Tapsel tidak dapat dilepaskan dari masifnya aktivitas ekstraktif, pembukaan lahan untuk perkebunan, serta perluasan pertanian di kawasan hulu dan DAS Batang Toru.

Para pemerhati lingkungan menegaskan bahwa hulu sungai, DAS, dan kawasan lindung tidak boleh disentuh oleh aktivitas yang merusak tutupan hutan. Jika kawasan penyangga ini terus dieksploitasi, maka bencana serupa akan terus terjadi, dengan dampak yang semakin luas.

“Bila tata ruang tidak sehat, maka bencananya akan datang,” tegas seorang pemerhati lingkungan yang terlibat dalam advokasi Batang Toru.

Desakan Penataan Ulang Kawasan Hutan dan APL

Kawasan APL Berhutan Harus Dilindungi

Selain kawasan hutan lindung yang telah ditetapkan undang-undang, banyak Areal Penggunaan Lain (APL) yang masih berhutan dan memiliki fungsi ekologis penting. Sayangnya, kawasan ini sering menjadi sasaran legalisasi pembukaan lahan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Pemerintah didesak untuk menata ulang kawasan hutan, termasuk meninjau ulang izin-izin di APL berhutan yang berperan sebagai penyangga ekosistem dan pencegah bencana.

“Kawasan hutan yang sudah dilegalkan sebagai fungsi lindung memang penting, tetapi masih banyak kawasan lain yang harus dilindungi,” ujar pernyataan tersebut.

Batang Toru Didesak Jadi Kawasan Strategis Nasional

Ekosistem Rapuh tapi Sangat Penting

Ekosistem Batang Toru dikenal sebagai kawasan yang rapuh namun vital, tidak hanya bagi orangutan Tapanuli, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat sekitar dan keanekaragaman hayati lainnya.

Rekomendasi Cakwar.com: Abiyu Rafi Sumbang Emas ke-15 untuk Indonesia di SEA Games 2025

Karena itu, para pegiat lingkungan mendesak agar Ekosistem Batang Toru ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN). Status ini dinilai penting untuk memperkuat perlindungan hukum dan menghentikan ekspansi aktivitas yang berpotensi merusak.

“Ini tidak bisa ditawar lagi. Jika Batang Toru tidak dilindungi secara maksimal, bencana ekologis dan kemanusiaan akan terus berulang,” tegas mereka.

Media sosial:

Penutup

Kematian orangutan Tapanuli akibat banjir bandang di Tapanuli Selatan bukan sekadar tragedi satwa, melainkan peringatan keras atas rusaknya tata ruang dan pengelolaan lingkungan. Tanpa keberanian pemerintah menertibkan aktivitas ekstraktif, menata ulang kawasan hutan, dan melindungi ekosistem Batang Toru, korban akan terus berjatuhan—baik manusia maupun satwa langka.

Untuk terus mengikuti berita lingkungan, edukasi kebencanaan, dan isu-isu strategis lainnya,  kunjungi cakwar.com dan dapatkan update harian seputar isu nasional dan international terkini sebagai sumber informasi terpercaya sebagai sumber informasi terpercaya dan berimbang.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions