Banyuwedang Hot Spring, Pemandian Air Panas Terpanas di Bali dengan Suhu Capai 45 Derajat Celsius

Uap tipis mengepul dari permukaan kolam seluas hampir 800 meter persegi di sudut barat laut Bali. Lima patung berdiri berjajar, masing-masing mengalirkan air panas bersuhu sekitar 42 derajat Celsius ke dalam kolam sedalam satu meter. Para pengunjung tampak berendam santai, sesekali berdiri di bawah pancuran alami itu untuk merasakan sensasi air panas membasuh tubuh.

Itulah suasana di Banyuwedang Hot Spring, pemandian air panas yang disebut sebagai yang terpanas di Bali. Berlokasi di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, destinasi ini berjarak sekitar tiga jam perjalanan darat dari Denpasar.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Sensasi Berendam di Kolam Air Panas 42 Derajat

Kolam utama di Banyuwedang dirancang dengan konsep berendam, bukan berenang. Kedalamannya sekitar satu meter, cukup untuk membuat tubuh terendam hingga dada saat duduk. Air panas terus mengalir dari lima patung yang menjadi ciri khas area tersebut.

“Kolam tidak dibuat dalam karena konsepnya berendam,” ujar Manajer Operasional Banyuwedang Hot Spring, Komang Sudiasa, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Suhu air yang mengalir ke kolam berkisar 42 derajat Celsius, sementara sumber utamanya bahkan bisa mencapai 45 derajat Celsius. Temperatur tersebut menjadikannya salah satu pemandian air panas dengan suhu tertinggi di Pulau Dewata.

Di sisi kolam dewasa, tersedia kolam khusus anak-anak dengan luas sekitar 18 meter persegi dan kedalaman 50 sentimeter. Area ini memungkinkan keluarga menikmati pengalaman relaksasi bersama tanpa khawatir soal keamanan anak.

“Lambat laun makin dikenal dan Banyuwedang menjadi tempat berobat karena airnya bagus dan mengandung sulfur,” ujar Komang.

Seiring waktu, pengelolaan kawasan ini semakin tertata. Fasilitas diperbaiki, area kolam diperluas, dan akses ditingkatkan untuk mendukung sektor pariwisata.

Lokasi Strategis Dekat Taman Nasional

Desa Pejarakan sendiri berada tidak jauh dari kawasan konservasi Taman Nasional Bali Barat. Banyak wisatawan yang berkunjung ke wilayah barat Bali menggabungkan agenda snorkeling atau diving di sekitar Pulau Menjangan dengan relaksasi di Banyuwedang.

Perjalanan dari Denpasar memang memakan waktu sekitar tiga jam, tetapi rute menuju Buleleng menawarkan pemandangan alam yang khas, mulai dari perbukitan hingga garis pantai utara Bali yang lebih tenang dibanding kawasan selatan.

Karakter wilayah yang relatif sepi dan alami membuat pengalaman berendam terasa lebih privat dan menenangkan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Konsep Relaksasi yang Tetap Sederhana

Meski kini dikenal luas, Banyuwedang Hot Spring tetap mempertahankan konsep sederhana dan alami. Kolam terbuka dikelilingi pepohonan dan lanskap hijau, menciptakan suasana yang berbeda dari spa modern di hotel-hotel mewah.

Tidak ada wahana permainan air atau hiburan berlebihan. Daya tarik utamanya adalah air panas alami itu sendiri.

Bagi sebagian pengunjung, berdiri di depan pancuran patung sambil membiarkan aliran air panas memijat punggung menjadi pengalaman tersendiri. Kombinasi suhu tinggi dan udara terbuka memberikan sensasi relaksasi yang sulit didapat di tempat lain.

Rekomendasi Cakwar.com: El Mencho Tewas Ditembak Tentara Meksiko, Riwayat Bos Kartel CJNG dan Jejak Kekerasannya

Wisata Kesehatan yang Terus Berkembang

Tren wisata kesehatan atau wellness tourism dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, termasuk di Bali. Selain yoga dan meditasi, pemandian air panas menjadi bagian dari pilihan wisata relaksasi yang diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Banyuwedang Hot Spring menjadi contoh bagaimana potensi alam dapat dikembangkan menjadi destinasi unggulan tanpa kehilangan nilai historisnya. Dari tempat terapi sederhana hingga objek wisata keluarga, kawasan ini mengalami transformasi bertahap.

Namun pengelola tetap dihadapkan pada tantangan menjaga kebersihan dan kelestarian sumber air panas alami. Pengaturan jumlah pengunjung serta perawatan fasilitas menjadi kunci agar kualitas air dan kenyamanan tetap terjaga.

Media sosial:

 

Penutup

Banyuwedang Hot Spring bukan sekadar kolam air panas biasa. Dengan suhu sumber mencapai 45 derajat Celsius, kandungan sulfur alami, serta sejarah panjang sebagai tempat terapi, destinasi ini memiliki nilai lebih dibanding sekadar lokasi berendam.

Terletak di Buleleng, sekitar tiga jam dari Denpasar, pemandian air panas terpanas di Bali ini menawarkan pengalaman relaksasi yang berpadu dengan nuansa alam dan sejarah lokal.

Bagi Anda yang mencari alternatif wisata santai jauh dari hiruk pikuk kawasan selatan Bali, Banyuwedang bisa menjadi pilihan menarik. Untuk membaca ulasan destinasi wisata dan berita menarik lainnya, kunjungi artikel terbaru di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions