BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang 17 Februari 2026, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada Selasa, 17 Februari 2026. Tak hanya itu, potensi angin kencang juga diperkirakan menyertai kondisi cuaca di sejumlah daerah.

Peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini menjadi perhatian serius, mengingat beberapa wilayah yang disebutkan merupakan kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Sistem Tekanan Rendah dan Sirkulasi Siklonik Jadi Pemicu

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Senin (16/2/2026), BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh beberapa sistem meteorologis aktif.

Wilayah tekanan rendah terpantau berada di Teluk Karpentaria serta di Samudera Hindia barat daya Banten. Selain itu, sirkulasi siklonik terdeteksi di Samudera Hindia barat daya Lampung dan di Samudera Pasifik utara Papua.

Kehadiran sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi—yakni pertemuan dan perlambatan massa udara—yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Daerah konvergensi memanjang dari Laut Sulawesi hingga Kalimantan Timur dan di sekitar sistem tersebut.

Fenomena ini lazim terjadi pada periode peralihan musim maupun puncak musim hujan, ketika dinamika atmosfer di wilayah Indonesia sangat aktif. Interaksi antara massa udara hangat dan lembap dengan sistem tekanan rendah berpotensi meningkatkan intensitas hujan dalam waktu singkat.

Sebaran Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat

BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada 17 Februari 2026. Daerah-daerah tersebut meliputi:

  • Aceh
  • Jambi
  • Banten
  • DKI Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku Utara

Tak hanya itu, daerah konvergensi lainnya diperkirakan memanjang dari Aceh hingga Sumatera Utara, dari Riau hingga Sumatera Selatan, dari Lampung hingga Jawa Barat, serta dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Pola serupa juga terpantau dari Bali hingga Nusa Tenggara Barat, dari Kalimantan Timur menuju Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, hingga wilayah Sulawesi, Maluku, serta Papua.

Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, potensi cuaca ekstrem ini perlu diantisipasi secara serius, terutama oleh pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan rawan banjir, longsor, maupun pohon tumbang.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: 100 Personel Militer AS Tiba di Nigeria, Fokus Latihan dan Intelijen Hadapi Militan Islam

Potensi Dampak: Banjir, Longsor, dan Gangguan Transportasi

Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dalam durasi panjang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Dalam beberapa tahun terakhir, bencana seperti banjir dan tanah longsor kerap terjadi saat curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Wilayah perkotaan seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah memiliki kerentanan terhadap genangan dan banjir akibat kapasitas drainase yang terbatas di beberapa titik. Sementara itu, daerah perbukitan di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi berpotensi mengalami longsor jika hujan berlangsung terus-menerus.

Angin kencang yang menyertai hujan lebat juga dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga gangguan jaringan listrik. Pada sektor transportasi, kondisi ini berisiko menghambat penerbangan, pelayaran, dan perjalanan darat.

BMKG mengingatkan agar masyarakat memperhatikan pembaruan informasi cuaca secara berkala, terutama bagi nelayan, operator transportasi laut, dan masyarakat pesisir yang terdampak langsung dinamika tekanan rendah di wilayah perairan.

Dinamika Musim Hujan dan Pengaruh Global

Secara klimatologis, Februari masih termasuk periode musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Curah hujan cenderung tinggi akibat pengaruh monsun Asia yang membawa massa udara basah dari wilayah utara menuju Indonesia.

Selain faktor lokal seperti konvergensi dan sirkulasi siklonik, dinamika atmosfer global juga dapat berperan dalam memperkuat pembentukan awan hujan. Interaksi suhu permukaan laut yang relatif hangat di perairan Indonesia turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Kombinasi faktor-faktor ini membuat potensi hujan lebat menjadi lebih signifikan, terutama ketika sistem tekanan rendah aktif dalam waktu bersamaan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Imbauan Kesiapsiagaan untuk Masyarakat

Menghadapi potensi hujan lebat dan angin kencang pada 17 Februari 2026, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.
  2. Menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan disertai angin kencang.
  3. Menunda aktivitas di wilayah rawan longsor jika hujan turun dengan intensitas tinggi.
  4. Memantau informasi resmi cuaca dari BMKG dan pemerintah daerah.

Kewaspadaan juga penting bagi pelaku usaha, sekolah, dan instansi pemerintahan agar dapat menyesuaikan jadwal kegiatan jika kondisi cuaca memburuk.

Pemerintah daerah diharapkan mengaktifkan sistem peringatan dini dan memastikan kesiapan tim tanggap darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Rekomendasi Cakwar.com: SEAblings Bersatu di X: Tagar #SeaSibling Trending Usai Dugaan Komentar Rasis K-Netz

Peran Informasi Cuaca dalam Mitigasi Risiko

Informasi prakiraan cuaca bukan sekadar data harian, tetapi menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko bencana. Dengan adanya peringatan dini, masyarakat memiliki waktu untuk bersiap dan meminimalkan potensi kerugian.

Transparansi dan kecepatan penyampaian informasi cuaca juga berperan dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman hidrometeorologi yang semakin sering terjadi akibat perubahan pola iklim global.

Di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, kolaborasi antara lembaga pemerintah, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk membangun ketahanan menghadapi bencana.

Media sosial:

 

Tetap Waspada dan Ikuti Informasi Resmi

Prediksi hujan lebat dan angin kencang pada 17 Februari 2026 menjadi pengingat bahwa musim hujan masih berlangsung aktif di berbagai wilayah Indonesia. Meski tidak semua daerah akan mengalami dampak yang sama, kesiapsiagaan tetap menjadi langkah terbaik.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan responsif terhadap perkembangan kondisi cuaca. Informasi resmi dari BMKG dapat diakses melalui kanal komunikasi yang tersedia untuk memastikan pembaruan data terkini.

Bagi Anda yang ingin terus mengikuti perkembangan cuaca, isu lingkungan, dan berita aktual lainnya dengan bahasa yang jernih dan informatif, jangan lewatkan artikel-artikel menarik lainnya di media digital media digital cakwar.com. Tetap terhubung dengan informasi yang akurat adalah langkah awal untuk menjaga keselamatan dan kesiapan kita bersama.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions