Boeing Rugi Rp88 Triliun di Kuartal Ketiga 2025 Akibat Penundaan Program 777X

  1. Kerugian Besar di Tengah Kenaikan Pendapatan

Raksasa penerbangan asal Amerika Serikat, Boeing  kembali mencatat kerugian besar di kuartal ketiga tahun 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mengumumkan rugi hingga US$5,4 miliar atau sekitar Rp88 triliun, terutama disebabkan oleh biaya tambahan dari penundaan program pesawat 777X yang belum juga rampung.

Meski demikian, pendapatan Boeing justru naik 30% menjadi US$23,3 miliar atau sekitar Rp380 triliun, didorong oleh peningkatan pengiriman pesawat komersial kepada maskapai global.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Namun, angka tersebut tetap belum mampu menutupi beban besar dari proyek 777X yang menyedot dana hingga US$4,9 miliar (Rp80 triliun) akibat penundaan proses sertifikasi dengan otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA).

CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam pernyataannya kepada AFP pada Rabu, 29 Oktober 2025, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlambatan tersebut namun tetap optimistis terhadap performa pesawat.

“Kami kecewa dengan penundaan jadwal 777X, tetapi pesawat ini terus menunjukkan performa baik dalam uji terbang. Kami tetap fokus pada pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujarnya.

  1. Akar Masalah: Sertifikasi dan Kompleksitas Teknis 777X

Program Boeing 777X, yang digadang-gadang sebagai pesawat penumpang jarak jauh paling canggih di dunia, telah menjadi sorotan sejak diluncurkan pada awal 2010-an.

Pesawat ini merupakan generasi terbaru dari seri 777, dengan teknologi sayap lipat, efisiensi bahan bakar tinggi, dan kapasitas penumpang besar. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, proyek ini menghadapi tantangan teknis dan regulasi yang signifikan.

Proses sertifikasi oleh Federal Aviation Administration (FAA) berlangsung lebih lama dari perkiraan akibat standar keselamatan yang diperketat setelah insiden 737 MAX beberapa tahun lalu.

Selain itu, pandemi COVID-19 dan penurunan permintaan pesawat baru sempat membuat jadwal pengiriman ke pelanggan tertunda hingga setidaknya tahun 2026.

Menurut analis penerbangan global, penundaan program 777X telah menjadi beban finansial terbesar Boeing dalam satu dekade terakhir, bahkan lebih besar dibanding kerugian akibat krisis 737 MAX.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: BMKG Peringatkan Cuaca Panas Ekstrem 30 Oktober 2025, Suhu Capai 35 Derajat di Sejumlah Wilayah

  1. Pendapatan Naik, Tapi Margin Tetap Tertekan

Kenaikan pendapatan 30% di kuartal ketiga sebenarnya menunjukkan adanya perbaikan permintaan di sektor penerbangan komersial.

Maskapai di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Utara mulai memulihkan armada mereka, mendorong pesanan untuk model seperti 737 MAX dan 787 Dreamliner.

Namun, meski pengiriman meningkat, margin keuntungan Boeing masih tertekan akibat biaya bahan baku, inflasi logistik, serta penundaan pengiriman akibat kelangkaan suku cadang tertentu.

Selain itu, pengeluaran riset dan pengembangan (R&D) untuk 777X terus meningkat seiring uji coba yang berulang kali harus dijadwalkan ulang.

Seorang analis di Jefferies Group menyebutkan bahwa meski prospek jangka panjang Boeing tetap kuat, tahun 2025 menjadi periode “pemulihan berat” karena kombinasi faktor keuangan dan teknis yang menumpuk.

“Boeing harus membuktikan bahwa 777X layak menjadi tulang punggung baru industri penerbangan jarak jauh. Tapi hingga sertifikasi tuntas, investor masih akan menahan diri,” ujarnya.

  1. Strategi Pemulihan dan Fokus ke Tahun 2026

Menghadapi tekanan besar ini, Boeing berkomitmen untuk memperkuat efisiensi produksi, mempercepat proses sertifikasi, dan memperluas kerja sama dengan maskapai global.

Perusahaan juga sedang memperbaiki rantai pasokan yang sempat terganggu selama pandemi serta memperbarui sistem kontrol kualitas internal untuk mencegah penundaan baru.

Kelly Ortberg menegaskan bahwa Boeing akan tetap menjaga komitmen kepada pelanggan utama, seperti Emirates, Lufthansa, dan Singapore Airlines, yang sudah menantikan pengiriman 777X.

Ia juga menambahkan bahwa uji performa pesawat di fase terbaru menunjukkan hasil yang “memuaskan dan sesuai target teknis”.

Boeing berharap dapat memulai pengiriman pertama 777X pada akhir 2026, tergantung pada hasil sertifikasi akhir FAA.

Jika berhasil, 777X akan menjadi pesawat komersial terbesar dan paling efisien di dunia, sekaligus simbol kebangkitan Boeing setelah serangkaian krisis dalam satu dekade terakhir.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

  1. Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Kerugian besar ini menandakan bahwa Boeing masih menghadapi tantangan berat untuk memulihkan stabilitas finansialnya.

Meski begitu, para analis menilai langkah-langkah efisiensi dan fokus jangka panjang pada pengembangan teknologi baru akan menjadi pondasi penting bagi kebangkitan perusahaan.

Dalam konteks global, persaingan dengan Airbus juga semakin ketat, terutama dengan kesuksesan A350 yang menjadi pesaing langsung 777X.

Boeing harus memastikan bahwa pesawat andalannya ini tidak hanya efisien, tetapi juga mampu memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan tertinggi di pasar.

Cak War merekomendasikan: Kekerasan di El-Fasher Memuncak, 1.117 Pengungsi Baru Lari ke Darfur Utara

Penutup: Boeing Harus Bangkit Lewat Inovasi dan Kepercayaan

Kerugian Rp88 triliun di kuartal ketiga menjadi peringatan keras bagi Boeing untuk memperkuat manajemen proyek dan menjaga kepercayaan pasar.

Meski menghadapi tantangan berat, masa depan perusahaan ini masih menjanjikan jika mampu menyelesaikan 777X tepat waktu dan dengan standar keselamatan terbaik.

Untuk berita terkini seputar ekonomi global, bisnis, dan inovasi teknologi, kunjungi cakwar.com — portal berita edukatif yang menghadirkan informasi akurat dan inspiratif setiap hari.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions