Dampak Gempa Pacitan Meluas ke Bantul, Korban Luka Bertambah Jadi 15 Orang

Bantul – Dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari turut dirasakan hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di Kabupaten Bantul, jumlah warga yang mengalami luka akibat gempa tersebut dilaporkan bertambah menjadi 15 orang. Seluruh korban kini tengah mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil pendataan terbaru hingga Jumat pagi. “Korban luka 15 orang,” ujarnya saat memaparkan laporan resmi per pukul 08.55 WIB.

Gempa dengan magnitudo cukup besar itu mengejutkan warga yang tengah terlelap tidur. Getaran kuat yang terjadi dalam waktu singkat memicu kepanikan, membuat sebagian warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Korban Luka Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

BPBD Bantul mencatat, 15 warga yang mengalami luka-luka saat ini dirawat di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Bantul dan sekitarnya. Beberapa rumah sakit yang menangani korban antara lain RS PKU Muhammadiyah, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Saras Adyatama, RSU Permata Husada, RSU St. Elisabeth, serta RSU Prambanan.

Aka menjelaskan, sebagian besar korban mengalami luka ringan hingga sedang, seperti terjatuh saat berusaha keluar rumah atau tertimpa material bangunan. “Tidak ada laporan korban meninggal dunia di Bantul. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis yang layak,” ujarnya.

Petugas BPBD bersama tenaga kesehatan juga terus memantau kondisi korban, terutama warga lanjut usia dan anak-anak yang dinilai lebih rentan terhadap dampak fisik maupun psikologis pascagempa.

Bangunan Terdampak Bertambah Jadi 13 Unit

Selain korban luka, gempa Pacitan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Kabupaten Bantul. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah bangunan yang terdampak bertambah menjadi 13 unit.

Kerusakan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul, dan Pajangan. Jenis kerusakan bervariasi, mulai dari retak pada dinding, atap bergeser, hingga sebagian bangunan yang mengalami kerusakan struktural ringan.

BPBD Bantul telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen lanjutan di lokasi terdampak. Pendataan ini penting sebagai dasar penentuan langkah penanganan, termasuk kemungkinan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Putin dan Xi Jinping Bahas Hubungan Rusia–China hingga AS dalam Pembicaraan Jarak Jauh

BMKG: Gempa Magnitudo 6,2 dan Tidak Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi yang dirasakan hingga Bantul tersebut merupakan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,2. Gempa terjadi pada Jumat dini hari pukul 01.06.10 WIB.

Episenter gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 8,99° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur. Kedalaman gempa tercatat 10 kilometer, sehingga tergolong gempa dangkal.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumbernya berupa pergerakan naik atau thrust fault,” demikian keterangan resmi BMKG.

BMKG juga memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Getaran Terasa Luas di Wilayah Selatan Jawa

Meski pusat gempa berada di laut selatan Pacitan, getaran dirasakan cukup luas hingga ke wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah. Di Bantul, sejumlah warga melaporkan merasakan guncangan kuat selama beberapa detik, disertai suara gemuruh dari dalam tanah.

Banyak warga memilih keluar rumah setelah gempa terjadi, terutama mereka yang tinggal di bangunan lama atau bertingkat. Aparat desa dan relawan setempat turut membantu menenangkan warga serta memastikan tidak ada bangunan yang membahayakan keselamatan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Hingga Jumat pagi, aktivitas masyarakat di Bantul berangsur kembali normal, meski sebagian warga masih diliputi rasa waswas, terutama saat merasakan getaran kecil yang diduga gempa susulan.

Imbauan Kewaspadaan dari BPBD dan BMKG

BPBD Bantul mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta mengikuti arahan resmi dari BPBD, BMKG, dan aparat setempat.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memastikan kondisi rumah masing-masing sebelum kembali beraktivitas secara normal. Jika ditemukan retakan serius atau kerusakan struktural, warga disarankan tidak memaksakan tinggal di dalam rumah dan segera melapor ke pihak berwenang.

BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah selatan Jawa yang berada dekat dengan zona subduksi aktif. Gempa dengan mekanisme serupa berpotensi terjadi sewaktu-waktu, sehingga edukasi kebencanaan dan kesiapan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko.

Rekomendasi Cakwar.com: Zona Megathrust Indonesia Bertambah Jadi 14 Titik, Pakar Jepang Soroti Risiko Gempa Besar

Pentingnya Mitigasi dan Kesiapsiagaan Gempa

Peristiwa gempa Pacitan yang berdampak hingga Bantul kembali menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia rawan terhadap aktivitas seismik. Letak geografis Indonesia di pertemuan beberapa lempeng tektonik utama membuat gempa bumi menjadi ancaman yang harus selalu diantisipasi.

Pakar kebencanaan menilai, langkah mitigasi seperti penguatan struktur bangunan, penyediaan jalur evakuasi, serta edukasi rutin kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak gempa dapat ditekan seminimal mungkin, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.

Media sosial:

Penutup

Bertambahnya jumlah korban luka akibat gempa Pacitan di Kabupaten Bantul menjadi 15 orang menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan di sekitar pusat gempa. Meski tidak menimbulkan tsunami, gempa magnitudo 6,2 ini cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka di wilayah yang cukup jauh dari episenter.

Pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait kini terus melakukan pendataan, penanganan korban, serta asesmen kerusakan untuk memastikan keselamatan warga. Di tengah kondisi geografis Indonesia yang rawan gempa, kesiapsiagaan dan kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.

Untuk mengikuti perkembangan terkini seputar bencana alam, mitigasi, dan berita nasional lainnya, pembaca dapat menemukan artikel-artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions