Pagi itu, di tengah kesibukan rumah sakit terbesar di selatan Gaza, RS Nasser di Khan Yunis, suasana mendadak berubah menjadi tragedi. Dua serangan udara secara beruntun menghantam lokasi dengan kejam: pertama mengenai lantai empat, kemudian menyasar tangga luar ketika tim penyelamat dan media datang membantu. Korban pun bertambah tragis, sedikitnya 20 orang tewas, termasuk lima jurnalis dari lembaga global seperti AP, Al Jazeera, Reuters, dan Middle East Eye.
Di antaranya, Mariam Dagga (AP), Mohammed Salama (Al Jazeera), Hussam al-Masri (Reuters), Moaz Abu Taha (Reuters), dan Ahmed Abu Aziz (Middle East Eye). Serangan kedua terkenal dengan istilah “double-tap”, sebuah taktik yang secara langsung menghantam mereka yang datang membantu korban sebelumnya, metode yang jelas mengundang kecaman internasional.
Artikel Terkait : Satgas Garuda Merah Putih II Berhasil Salurkan Bantuan di Langit Gaza, Bertepatan HUT RI ke-80
Artikel Rekomendasi Cakwar.com : Lagi Cari Tempat Service iPhone Terpercaya di Surabaya?
Ketika Rumah Sakit Berubah Jadi Zona Perang
RS Nasser bukan hanya fasilitas medis. Dalam konflik yang menjulang, rumah sakit ini jadi benteng harapan bagi warga Gaza yang tertindas. Serangan ke tempat seperti ini adalah tamparan keras terhadap prinsip perlindungan hak asasi dan aturan perang internasional, di mana fasilitas kesehatan dan pewarta harusnya dilindungi.
Israel menyatakan insiden ini adalah “tragedi tidak disengaja” dan melakukan investigasi. Namun, kecaman mengalir deras dari Sekjen PBB António Guterres sampai Menlu Inggris David Lammy, serta panggilan segera dihentikannya aksi militer yang menelan korban sipil.
Jurnalis Terus Jadi Sasaran, Harga Tinggi untuk Kebenaran
Lebih dari sekadar korban perang, lima jurnalis yang gugur adalah suara-suara yang hilang di tengah gelombang konflik. Salah satunya, Mariam Dagga, semasa hidupnya pernah melaporkan kondisi anak-anak kelaparan di rumah sakit yang sama.
Tak hanya sekali, konflik ini telah merenggut banyak nyawa insan pers. Organisasi seperti Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Reporters Without Borders menyorot bahwa >240 jurnalis telah tewas sejak dimulainya konflik.
Krisis Kemanusiaan dan Kerapuhan Sistem Medis
Serangan ke rumah sakit memperuncing krisis kemanusiaan di Gaza. Banyak pusat kesehatan yang telah rusak, dan jumlah tenaga medis terus menyusut. RS Nasser sendiri adalah satu dari sedikit fasilitas publik yang masih berfungsi, menjadi target agresi militer berarti memblok jalan hidup masyarakat yang sangat membutuhkan layanan medis.
Dari Simpati ke Tuntutan Justice
Foto, video, dan narasi korban menyebar cepat lewat media dan media sosial. Respons global tidak hanya berupa simpati, tapi juga tuntutan hukum terhadap mereka yang dianggap melanggar hukum humaniter internasional. Lembaga-lembaga HAM dan beberapa negara berseru agar serangan seperti ini dihentikan.
Ketika Suara dan Ruang Mulai Hilang
Serangan terhadap RS Nasser adalah tragedi multi-dimensi, kehilangan korban jiwa, kolapsnya sistem kesehatan, hilangnya ruang media yang dianggap aman, dan luka mendalam bagi komunitas internasional yang menaruh harapan pada keadilan.
Lebih dari sekadar laporan politik, peristiwa ini mengingatkan kita bahwa konflik bukan cerita abstrak, ia tentang rumah sakit yang menyala, telepon yang hening, dan manusia yang menanggung beban ketidakpilihan. Dan saat “double-tap” menghantam pula simbol kemanusiaan, kita bukan lagi bicara strategi, tapi tentang keraguan politik, mengapa suara dan ruang aman bisa dengan mudah hilang?
Jurus Jitu Mempersiapkan Diri Masuk Universitas Idaman: Dari Riset Jurusan sampai Strategi Belajar August 29, 2025 Rahmat Yanuar Kenali Tujuan: Mau Jadi Apa, Bukan Sekadar Masuk Mana Langkah pertama itu...
Read MoreDemo Tuntut DPR Dibubarkan: Masihkah Perlu DPR Mewakili Suara Rakyat?* August 29, 2025 Rahmat Yanuar Demo dan Tuntutan Bubarkan DPR Belakangan ini, isu mengenai demonstrasi rakyat yang menuntut Dewan Perwakilan...
Read MoreApakah Kuliah Masih Jadi Jaminan Masa Depan Cerah? August 29, 2025 Rahmat Yanuar Dulu, kuliah dianggap sebagai jalan utama menuju kesuksesan. Ijazah sarjana seperti tiket emas untuk mendapatkan pekerjaan mapan,...
Read MoreApakah Kuliah Masih Jadi Jaminan Masa Depan Cerah? August 29, 2025 Rahmat Yanuar Dulu, kuliah dianggap sebagai jalan utama menuju kesuksesan. Ijazah sarjana seperti tiket emas untuk mendapatkan pekerjaan mapan,...
Read MoreLowongan Kerja Teknisi MacBook dan iPhone: Persiapan, Peluang, dan Janji Hidup Layak August 28, 2025 Rahmat Yanuar Teknisi Apple: Profesi yang Semakin Dicari Di era digital seperti sekarang, perangkat Apple...
Read More7 Ciri Layar iPad Rusak yang Harus Kamu Waspadai August 28, 2025 Rahmat Yanuar Buat kamu pengguna iPad, layar adalah komponen paling penting yang harus dijaga. Tanpa layar yang normal,...
Read MoreTips Supaya Performa iPad Ngebut Bak Ultra Sonic — Biar Multitasking Lancar Tanpa Drama August 27, 2025 Rahmat Yanuar Pernah ngerasain iPad yang tiba-tiba lemot padahal baru dibeli? Tenang —...
Read MoreBaterai iPad Sudah Drop atau Rusak? Ini Pengetahuan Dasar yang Wajib Kamu Tahu August 27, 2025 Rahmat Yanuar Baterai iPad Drop: Kenali Gejalanya Kalau iPad kamu mulai boros baterai padahal...
Read More© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions