Demo Mahasiswa Gemarak 21 Agustus 2025: Suara Rakyat Menolak Mahalnya Biaya Pendidikan dan Penguasaan Aset Negara

Aspirasi Mahasiswa Gemarak Menggema di Depan DPR/MPR

Pada Kamis, 21 Agustus 2025, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gemarak (Gerakan Mahasiswa bersama Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan kritik pedas terkait mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta menolak penguasaan aset negara oleh segelintir elit penguasa.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 sore hingga petang ini cukup menyita perhatian publik, karena mahasiswa kembali hadir sebagai motor penggerak perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Pendidikan Tinggi: Antara Cita-Cita dan Realita

Salah satu isu utama yang disuarakan mahasiswa adalah tingginya biaya pendidikan di Indonesia. Walaupun pemerintah sering menggaungkan jargon “pendidikan murah dan berkualitas”, realitanya banyak mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah.

Di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) masih dianggap memberatkan bagi mahasiswa dari keluarga menengah ke bawah. Sementara di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), biaya kuliah justru jauh lebih tinggi, membuat akses pendidikan semakin sulit dijangkau.

Mahasiswa Gemarak menilai, pendidikan seharusnya menjadi hak semua warga negara, bukan hanya untuk mereka yang mampu secara finansial. “Bagaimana Indonesia bisa maju kalau rakyatnya kesulitan mengenyam pendidikan tinggi?” teriak salah satu orator di tengah kerumunan.

Aset Negara dalam Cengkeraman Elit

Selain isu pendidikan, mahasiswa juga menyoroti penguasaan aset negara oleh segelintir penguasa dan pengusaha besar. Mereka menuding bahwa banyak aset strategis seperti tambang, tanah negara, hingga sektor energi justru dikelola oleh korporasi yang dekat dengan elit politik.

Hal ini membuat rakyat kecil hanya bisa menjadi penonton di negeri sendiri, sementara keuntungan dari aset negara tidak sepenuhnya kembali kepada masyarakat. Bagi mahasiswa, kondisi ini adalah bentuk ketidakadilan struktural yang harus segera dihentikan.

Gemarak mendesak agar DPR/MPR tidak lagi berpihak pada kepentingan oligarki, melainkan benar-benar menjalankan amanah konstitusi untuk mengembalikan kekayaan negara sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Suara Mahasiswa sebagai Kontrol Sosial

Aksi Gemarak di depan Gedung DPR/MPR 21 Agustus 2025 ini mengingatkan publik pada sejarah panjang gerakan mahasiswa di Indonesia. Sejak era Orde Baru hingga Reformasi, mahasiswa selalu tampil sebagai kontrol sosial dan koreksi moral terhadap pemerintah yang dianggap menyimpang.

Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan sebuah peringatan keras agar pemerintah dan DPR tidak main-main dalam mengelola negara. “Kami tidak akan diam jika rakyat terus diperas dengan mahalnya biaya pendidikan dan jika aset bangsa dikuasai segelintir orang,” kata koordinator aksi Gemarak.

Tuntutan Gemarak

Dalam aksi ini, mahasiswa Gemarak menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:

  1. Menurunkan biaya pendidikan tinggi baik di PTN maupun PTS agar bisa diakses semua kalangan.
  2. Menghentikan praktik komersialisasi pendidikan yang membuat kampus lebih mirip perusahaan daripada lembaga pendidikan.
  3. Mengembalikan aset strategis negara ke tangan rakyat, bukan hanya dikuasai oleh elit atau korporasi asing.
  4. Mendorong DPR/MPR menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah agar berpihak pada rakyat.

Reaksi Publik dan Pemerintah

Aksi Gemarak mendapat dukungan dari berbagai kalangan, terutama para orang tua mahasiswa dan aktivis pendidikan. Di media sosial, tagar #PendidikanMurahUntukRakyat dan #SelamatkanAsetNegara sempat menjadi trending.

Sementara itu, pihak DPR/MPR RI berjanji akan menampung aspirasi mahasiswa dan menyampaikannya dalam rapat bersama pemerintah. Meski begitu, mahasiswa tetap skeptis, mengingat janji-janji serupa sudah sering terdengar tanpa realisasi nyata.

Penutup: Suara Gemarak Adalah Suara Rakyat

Demo mahasiswa Gemarak pada 21 Agustus 2025 menjadi cermin bahwa rakyat tidak tinggal diam menghadapi ketidakadilan. Mahalnya biaya pendidikan dan penguasaan aset negara adalah masalah serius yang menyangkut masa depan bangsa.

Aspirasi mahasiswa seharusnya tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang nyata. Karena suara mahasiswa adalah suara rakyat, dan ketika suara itu diabaikan, sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar akan segera terjadi.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions