Demo Tuntut DPR Dibubarkan: Masihkah Perlu DPR Mewakili Suara Rakyat?*

Demo dan Tuntutan Bubarkan DPR

Belakangan ini, isu mengenai demonstrasi rakyat yang menuntut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibubarkan kembali ramai diperbincangkan. Rakyat merasa jenuh melihat wakil-wakilnya di Senayan yang sering kali lebih mementingkan partai dan kepentingan politik ketimbang suara rakyat.

Tuntutan ini muncul bukan tanpa alasan. Banyak yang menilai DPR kehilangan fungsinya sebagai wakil rakyat. Mereka seolah tidak punya telinga untuk mendengar keluhan, tidak punya mata untuk melihat penderitaan rakyat, dan bahkan tidak punya etika saat menjalankan tugas.

Apa Sebenarnya Fungsi DPR?

Secara ideal, fungsi DPR ada tiga:

  1. Legislasi – membuat dan mengesahkan undang-undang.
  2. Anggaran – menyusun serta mengawasi penggunaan APBN.
  3. Pengawasan – mengawasi jalannya pemerintahan agar tidak menyimpang.

Dalam teori, DPR adalah wajah rakyat di kursi kekuasaan. Rakyat menitipkan suara agar kebutuhan mereka diwakili. Tapi sayangnya, praktik di lapangan sering jauh berbeda dari yang diharapkan.

Apakah DPR Sudah Bekerja dengan Benar?

Pertanyaan ini sering muncul: Apakah DPR benar-benar bekerja untuk rakyat?

Banyak kasus menunjukkan justru sebaliknya. Contohnya:

  • Pembahasan undang-undang yang terburu-buru tanpa melibatkan aspirasi publik.
  • Anggota DPR yang tersandung kasus korupsi.
  • Rapat-rapat yang kosong karena banyak anggota absen.
  • Pernyataan-pernyataan kontroversial yang menyakiti hati masyarakat.

Kondisi ini membuat rakyat semakin skeptis. DPR yang seharusnya menjadi penghubung rakyat dengan negara, justru terlihat seperti tembok tebal yang sulit ditembus.

Apa Bisa DPR Dibubarkan oleh Rakyat?

Secara konstitusi, membubarkan DPR bukan hal yang sederhana. UUD 1945 jelas mengatur keberadaan DPR sebagai bagian dari sistem demokrasi Indonesia. Artinya, secara hukum rakyat tidak bisa serta-merta membubarkan DPR.

Namun, suara rakyat tetap penting. Tekanan publik melalui demo, media, dan gerakan sosial bisa memaksa DPR berbenah. Rakyat punya kekuatan moral untuk mengingatkan bahwa legitimasi DPR datang dari rakyat, bukan dari partai atau kekuasaan semata.

Penyebab DPR Dituntut Bubarkan

Ada beberapa alasan utama mengapa rakyat menuntut DPR dibubarkan:

  1. Kehilangan Kepercayaan Publik – rakyat merasa tidak lagi diwakili.
  2. Kasus Korupsi – banyak anggota DPR terjerat kasus hukum.
  3. Kebijakan yang Tidak Pro-Rakyat – seperti undang-undang kontroversial.
  4. Kurangnya Etika Politik – banyak anggota DPR yang terkesan arogan.

Semua ini menumpuk jadi satu, lalu melahirkan tuntutan drastis: bubarkan saja DPR.

Masihkah Perlu DPR?

Pertanyaan besar pun muncul: Kalau begitu, masihkah DPR dibutuhkan?

Menurut Cak War:

“Masihkah kita perlu DPR mewakili suara rakyat? Jawabannya: iya, jika mereka benar-benar kembali pada tugas utamanya. Tapi jika DPR hanya jadi ruang elit yang buta dan tuli, rakyat berhak menggugat eksistensinya.”

Artinya, DPR tetap penting sebagai pilar demokrasi, tapi harus ada reformasi besar-besaran. Rakyat tidak butuh wakil yang hanya hadir di masa kampanye, lalu hilang saat rakyat menjerit.

Penutup: Suara Rakyat Adalah Kunci

Demo yang menuntut DPR dibubarkan adalah alarm keras bagi para wakil rakyat. Jangan sampai gedung megah Senayan hanya jadi simbol kosong tanpa makna.

Rakyat masih butuh DPR, tapi DPR yang benar-benar bekerja, mendengar, dan punya etika. Demokrasi tanpa perwakilan akan pincang, tapi demokrasi dengan perwakilan yang salah arah lebih berbahaya.

Menurut Cak War,

“Suara rakyat adalah sumber legitimasi. Jika DPR menutup telinga, menutup mata, dan melupakan etika, maka sesungguhnya mereka sedang menggali kubur politiknya sendiri.”

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions