Dugaan AI di Balik Serangan Sekolah Iran: Pentagon Bungkam, 170 Siswi dan Staf Tewas

Tragedi yang menewaskan ratusan korban di sebuah sekolah di Iran kini memicu perdebatan global mengenai penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer. Dugaan bahwa militer Amerika Serikat menggunakan sistem Artificial Intelligence (AI) untuk menentukan target serangan semakin menguat setelah laporan sejumlah media internasional menyebut teknologi tersebut digunakan dalam perencanaan operasi militer terbaru.

Serangan yang menghancurkan Sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab dilaporkan menewaskan sedikitnya 170 siswi dan staf sekolah. Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Di tengah meningkatnya sorotan publik, Pentagon menolak memberikan jawaban jelas ketika ditanya apakah serangan tersebut direkomendasikan oleh sistem AI.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Laporan Media: AI Digunakan dalam Perencanaan Serangan

Sejumlah laporan investigasi menyebut teknologi kecerdasan buatan kemungkinan memainkan peran dalam proses perencanaan operasi militer Amerika Serikat.

Menurut laporan yang dimuat oleh The Wall Street Journal, Pentagon diduga menggunakan model AI bernama Claude yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Anthropic.

Sistem tersebut dilaporkan digunakan untuk membantu menganalisis data intelijen dan memprioritaskan target militer sebelum serangan diluncurkan.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa teknologi serupa masih digunakan selama operasi militer yang dilakukan pemerintahan Donald Trump di Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat mengenai sejauh mana teknologi tersebut benar-benar digunakan dalam operasi di lapangan.

Pentagon Bungkam Soal Penggunaan AI

Ketika ditanya secara langsung mengenai kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan dalam penargetan serangan terhadap sekolah di Minab, Pentagon tidak memberikan jawaban yang jelas.

Pertanyaan terkait operasi militer tersebut justru diarahkan kepada United States Central Command (CENTCOM), komando militer AS yang bertanggung jawab atas operasi di kawasan Timur Tengah.

Namun pihak CENTCOM juga tidak memberikan keterangan rinci.

“Kami tidak memiliki informasi apa pun untuk Anda saat ini,” kata perwakilan CENTCOM ketika dimintai tanggapan.

Sikap bungkam ini semakin memicu spekulasi mengenai sejauh mana teknologi AI digunakan dalam proses pengambilan keputusan militer.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Investigasi Internal Pentagon

Sementara itu, investigasi internal yang dilakukan Pentagon mulai mengungkap kemungkinan penyebab tragedi tersebut.

Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, hasil penyelidikan awal menunjukkan militer Amerika Serikat kemungkinan menggunakan data penargetan yang sudah usang.

Kesalahan data tersebut diduga menyebabkan fasilitas pendidikan disalahartikan sebagai target militer.

Investigasi yang masih berlangsung menunjukkan bahwa pasukan Amerika kemungkinan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dalam operasi itu, militer AS disebut menggunakan rudal jelajah Tomahawk missile untuk menghantam area tersebut.

Rekomendasi Cakwar.com:  Netanyahu Isyaratkan Ancaman terhadap Mojtaba Khamenei di Tengah Perang Israel–Iran

Media sosial:

 

Proyek Maven dan Evolusi AI Militer

Sejak 2017, militer Amerika Serikat telah mengembangkan program analisis data besar bernama Project Maven.

Sistem ini menggunakan teknologi AI berbasis computer vision untuk menganalisis ribuan jam rekaman drone dan citra satelit.

Tujuannya adalah membantu analis militer mengidentifikasi objek dan target secara lebih cepat.

Laporan dari MIT Technology Review menyebut teknologi ini mampu mempercepat proses identifikasi target yang sebelumnya membutuhkan waktu lama.

Menurut penelitian dari Georgetown University pada 2024, sistem ini bahkan telah digunakan dalam proses seleksi target dalam operasi militer tertentu.

Kini teknologi tersebut semakin berkembang dengan penambahan AI generatif berbasis chatbot yang memungkinkan analis militer mencari dan memproses data lebih cepat.

Kontroversi Global Penggunaan AI dalam Perang

Tragedi di Minab kembali memicu perdebatan global mengenai penggunaan kecerdasan buatan dalam peperangan.

Banyak pakar keamanan internasional menilai teknologi AI memang dapat mempercepat analisis data dan meningkatkan efisiensi militer.

Namun penggunaan teknologi tersebut juga memunculkan risiko serius, terutama jika keputusan penargetan didasarkan pada data yang tidak akurat.

Kesalahan kecil dalam sistem dapat berujung pada tragedi kemanusiaan yang besar, seperti yang diduga terjadi dalam serangan terhadap sekolah di Iran.

Hingga kini investigasi internal militer Amerika Serikat masih berlangsung untuk menentukan secara pasti penyebab tragedi tersebut.

Perkembangan kasus ini masih terus dipantau oleh komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan.

Untuk mengikuti perkembangan isu global, teknologi militer, dan geopolitik dunia secara mendalam, Anda juga dapat membaca berbagai artikel informatif lainnya di media digital cakwar.com, yang menghadirkan laporan tajam namun tetap mudah dipahami oleh pembaca umum. 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions