Tekanan Eropa terhadap raksasa media sosial asal Amerika Serikat semakin menguat. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah negara anggota Uni Eropa dilaporkan meningkatkan penyelidikan serta mendorong aturan baru terkait penggunaan platform digital, terutama yang dinilai berisiko bagi anak-anak dan remaja.
Langkah ini menjadi bagian dari gelombang kebijakan digital yang lebih tegas, seiring meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran konten berbahaya, termasuk gambar seksual berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pemrosesan data pribadi oleh platform global.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Spanyol Selidiki Facebook dan TikTok
Mengutip laporan Reuters, pemerintah Spanyol meminta jaksa setempat untuk menyelidiki dua platform besar, yakni Meta—induk dari Facebook—serta TikTok.
Kedua platform tersebut diduga menyebarkan gambar seksual anak yang dihasilkan melalui teknologi AI. Isu ini menjadi perhatian serius karena konten berbasis AI dinilai semakin sulit dideteksi, sementara dampaknya terhadap perlindungan anak sangat besar.
Pemerintah Spanyol menilai penyelidikan diperlukan untuk memastikan apakah platform telah memenuhi kewajiban hukum dalam mencegah dan menghapus konten ilegal. Jika terbukti lalai, potensi sanksi bisa mengikuti sesuai regulasi yang berlaku di tingkat nasional maupun Uni Eropa.
Inggris dan Irlandia Ikut Bertindak
Langkah serupa juga dilakukan di Inggris. Pemerintah negara tersebut meningkatkan pengawasan terhadap platform digital, khususnya terkait perlindungan anak di ruang daring.
Sementara itu, Irlandia meluncurkan penyelidikan terhadap platform X milik Elon Musk, khususnya terkait chatbot AI bernama Grok yang terintegrasi dalam platform tersebut. Otoritas Irlandia menyoroti pemrosesan data pribadi serta potensi produksi gambar seksual berbasis AI.
Irlandia memiliki peran penting dalam pengawasan perusahaan teknologi global karena banyak raksasa teknologi AS menempatkan kantor pusat Eropa mereka di negara tersebut. Dengan demikian, penyelidikan yang dilakukan regulator Irlandia dapat berdampak luas pada operasi perusahaan di seluruh kawasan Uni Eropa.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Banjir Grobogan Rendam 45 Desa, 9.736 KK Terdampak akibat Luapan Sungai dan Tanggul Jebol
Usulan Larangan Media Sosial untuk Remaja
Selain penyelidikan konten AI, sejumlah negara Eropa juga mulai membahas pembatasan usia penggunaan media sosial. Spanyol mengusulkan larangan penggunaan platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Denmark bergerak lebih mandiri dengan merancang aturan pembatasan usia yang lebih ketat. Inggris dan Jerman pun dilaporkan mempertimbangkan langkah serupa, meski belum mengumumkan kebijakan final.
Presiden Perancis, Emmanuel Macron, bahkan mengusulkan larangan penggunaan media sosial oleh remaja dapat diterapkan di seluruh Uni Eropa. Jika upaya di tingkat regional tidak tercapai, ia membuka kemungkinan kebijakan tersebut diberlakukan secara nasional di Perancis.
Usulan larangan ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin meluas mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja, paparan konten berbahaya, serta potensi kecanduan digital.
DSA: Senjata Regulasi Uni Eropa
Sebelum gelombang penyelidikan terbaru, Uni Eropa sebenarnya telah memberlakukan aturan Layanan Digital atau Digital Services Act (DSA) yang mulai berlaku penuh pada 2024.
DSA mewajibkan platform besar untuk lebih aktif mengendalikan konten ilegal atau berbahaya di layanan mereka. Jika tidak patuh, perusahaan dapat dikenai denda hingga 6% dari omzet tahunan global.
Regulasi ini dianggap sebagai salah satu kerangka hukum digital paling ambisius di dunia. Uni Eropa ingin memastikan bahwa platform teknologi tidak hanya beroperasi secara komersial, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan demokratis.
Komisi Eropa menegaskan bahwa mereka tidak akan melunak terhadap perusahaan teknologi besar. Lembaga tersebut menyatakan bahwa dengan langkah seperti DSA, Uni Eropa sedang membentuk masa depan digitalnya sendiri.
“Uni Eropa mendukung, mendanai, dan mengatur teknologi baru dengan tujuan memperkuat demokrasi,” demikian pernyataan resmi Komisi Eropa.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Pengetatan regulasi digital Eropa tidak lepas dari dinamika geopolitik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut mengancam akan memberlakukan tarif dan sanksi jika pajak teknologi serta penerapan DSA dianggap merugikan perusahaan asal AS.
Ketegangan ini menyoroti perbedaan pendekatan antara Eropa dan Amerika Serikat dalam mengatur industri teknologi. Jika Uni Eropa cenderung mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen, AS selama ini lebih menekankan pada inovasi dan pertumbuhan pasar.
Namun bagi Eropa, isu perlindungan anak, privasi data, dan penyebaran konten ilegal dianggap sebagai prioritas yang tidak bisa dikompromikan.
Rekomendasi Cakwar.com: China Perketat Regulasi AI: Fokus Lindungi Pengguna dari Kecanduan hingga Risiko Etika Digital
Masa Depan Regulasi Digital di Eropa
Langkah Spanyol, Inggris, Irlandia, dan negara lainnya menunjukkan bahwa pengawasan terhadap media sosial dan teknologi AI akan semakin intensif. Bukan hanya soal konten, tetapi juga tata kelola data, transparansi algoritma, dan perlindungan kelompok rentan.
Dengan berkembangnya teknologi AI generatif, tantangan baru terus muncul. Gambar dan video yang dihasilkan AI dapat menyulitkan identifikasi konten ilegal, sehingga regulator harus bergerak lebih cepat dibanding perkembangan teknologi itu sendiri.Media sosial:
Gelombang regulasi ini kemungkinan besar akan memengaruhi lanskap digital global. Banyak negara di luar Eropa yang menjadikan kebijakan Uni Eropa sebagai referensi dalam menyusun aturan teknologi mereka sendiri.
Bagi pengguna, terutama orang tua dan remaja, dinamika ini menjadi pengingat bahwa ruang digital bukanlah wilayah tanpa aturan. Keamanan, privasi, dan kesehatan mental kini menjadi isu utama dalam diskusi masa depan media sosial.
Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar regulasi teknologi global, kebijakan digital, serta dinamika industri media sosial, pembaca dapat terus menyimak artikel informatif lainnya di media digital cakwar.com.
Ledakan Toko Petasan di Hubei Tewaskan 12 Orang, Kebakaran Hanguskan Bangunan di Xiangyang February 19, 2026 Rahmat Yanuar Ledakan dahsyat mengguncang sebuah toko petasan di Kota Xiangyang, Provinsi Hubei, Tiongkok...
Read MoreArsenal Gagal Menang atas Wolves, Tekanan Perburuan Gelar Liga Inggris Kian Meningkat February 19, 2026 Rahmat Yanuar Perburuan gelar Liga Inggris musim 2025/2026 semakin memanas, dan Arsenal mulai merasakan tekanan...
Read MorePersib Bandung Tersingkir dari ACL 2 2025/2026, Menang 1-0 atas Ratchaburi FC Tak Cukup Lolos ke Perempat Final February 19, 2026 Rahmat Yanuar Perjalanan Persib Bandung di AFC Champions League...
Read MoreSaan Mustopa Tegaskan Ahmad Sahroni Tuntaskan Sanksi MKD, Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR February 19, 2026 Rahmat Yanuar Dinamika politik di Senayan kembali bergulir. Wakil Ketua Umum Partai...
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions