Geger! KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Dugaan Aliran Suap Ijon Proyek di Pemkab Bekasi

Dunia politik Jawa Barat mendadak riuh pagi ini. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dengan melakukan upaya paksa di Kota Kembang. Targetnya kali ini adalah kediaman Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono.

Langkah berani penyidik KPK ini tentu memicu tanya di benak publik: ada apa sebenarnya dengan proyek di Bekasi? Penggeledahan yang dilakukan pada Rabu (1/4/2026) ini merupakan babak baru dari sengkarut korupsi yang sebelumnya telah menyeret orang nomor satu di Kabupaten Bekasi.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Bagi masyarakat yang merindukan pemerintahan bersih, kabar ini tentu menjadi sinyal bahwa pemberantasan korupsi terus bergerak. Namun, bagi dunia politik, ini adalah “gempa” yang bisa mengubah peta konstelasi di wilayah Jawa Barat.

Penggeledahan Rumah Ono Surono: Mencari Bukti Aliran Dana Rp11,4 Miliar

Penyidik KPK mendatangi rumah Ono Surono di Bandung dengan tujuan yang spesifik: mencari bukti tambahan. Upaya paksa ini dilakukan untuk memperkuat penyidikan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang. Nama Ono Surono terseret dalam pusaran ini karena diduga ada aliran dana dari pihak swasta yang masuk ke lingkaran tertentu.

KPK mencurigai adanya keterkaitan antara pemberian suap dari kontraktor dengan peran-peran politik di tingkat provinsi maupun daerah. Penggeledahan ini menjadi langkah pro yustisia untuk memastikan tidak ada dokumen atau bukti elektronik yang hilang atau dimusnahkan.

Flashback: Pemeriksaan di Gedung Merah Putih

Sebenarnya, aroma keterlibatan Ono Surono dalam kasus ini sudah tercium sejak awal tahun. Sebelum rumahnya digeledah, Ono telah lebih dulu diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK pada pertengahan Januari 2026 lalu.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Tok! Tarif Listrik PLN per 1 April 2026 Resmi Tidak Naik, Cek Daftar Lengkapnya di Sini!

Dalam pemeriksaan marathon tersebut, Ono mengaku dicecar sekitar 15 pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan-pertanyaan itu secara spesifik menyinggung soal dugaan penerimaan “uang haram” dari proyek-proyek di Bekasi.

Bantahan Tegas dari Sang Politisi

Meski dicecar banyak pertanyaan, Ono Surono saat itu tetap tenang dan membantah semua tuduhan. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang sepeser pun, baik dari tersangka Sarjan maupun dari Ade Kuswara Kunang.

  • Kepentingan Pribadi: Ono membantah menerima dana untuk memperkaya diri sendiri.
  • Kas Partai: Ia juga menegaskan tidak ada aliran uang masuk ke kas partai yang ia pimpin di Jawa Barat.
  • Pernyataan Singkat: “Iya ada beberapa lah yang ditanyakan. Termasuk aliran uang? Iya. Tidak ada aliran,” ujar Ono usai pemeriksaan Januari lalu.

Duduk Perkara: Dari OTT hingga Suap Ijon Proyek

Agar tidak bingung, mari kita bedah konstruksi perkara ini dari awal. Semua bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025. Dari operasi senyap itu, tabir gelap ijon proyek di Pemkab Bekasi mulai terbuka.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi periode 2025–2030, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka utama penerima suap. Tak sendirian, ayahnya yang menjabat Kepala Desa Sukadami, HM Kunang, juga ikut terseret dalam daftar tersangka.

Sementara dari sisi pemberi, ada sosok bernama Sarjan dari pihak swasta yang diduga menjadi “cukong” di balik aliran dana fantastis ini.

Fakta Persidangan yang Mencengangkan

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung awal Maret 2026, terungkap fakta baru. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa Sarjan telah menggelontorkan uang suap dengan total mencapai Rp11,4 miliar.

Rekomendasi Cakwar.com: Duka di Lebanon: Gugurnya Prajurit TNI dan Desakan agar Presiden Prabowo Bersuara di Forum Dunia

 

Sebagai warga negara yang kritis, berikut adalah beberapa poin yang bisa kita pelajari dari kasus ini:

  1. Pentingnya Pengawasan: Proyek ijon biasanya terjadi karena lemahnya sistem pengawasan internal di Pemkab.
  2. Transparansi Digital: Penggunaan sistem pengadaan barang secara elektronik (E-Procurement) harus benar-benar diawasi agar tidak hanya menjadi formalitas.
  3. Etika Politik: Kasus ini menjadi pengingat bagi para politisi bahwa integritas adalah modal utama yang tidak bisa ditukar dengan rupiah.

Menanti Langkah KPK Selanjutnya

Setelah penggeledahan di rumah Ono Surono, publik kini menanti rilis resmi dari KPK mengenai barang bukti apa saja yang berhasil disita. Apakah ada dokumen baru yang akan menyeret tersangka baru? Atau justru akan memperjelas posisi Ono dalam kasus ini?

KPK sendiri berjanji akan bekerja secara profesional dan transparan. Proses hukum ini diharapkan bisa menjadi terapi kejut bagi pejabat lain agar tidak bermain-main dengan anggaran negara.

Bagi Anda yang terus mengikuti perkembangan politik dan hukum di tanah air, tetaplah kritis namun objektif. Mari kita kawal kasus ini hingga tuntas demi Jawa Barat yang lebih bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di Media digital cakwar.com

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions