Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Seluruh Indonesia, Ini Jadwal dan Cara Mengamatinya

Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 menjadi salah satu peristiwa langit yang paling dinantikan tahun ini. Berdasarkan Almanak 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak gerhana akan berlangsung pada pukul 18.34 WIB dan dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia.

Artinya, masyarakat dari Sumatra hingga Papua berkesempatan menyaksikan momen langka ketika Bulan tampak berwarna kemerahan di langit malam. Tidak seperti gerhana Matahari yang memerlukan alat pelindung khusus, gerhana Bulan aman dilihat dengan mata telanjang. Inilah yang membuat peristiwa ini selalu menyedot perhatian publik.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Gerhana Bulan Total Terlihat di Seluruh Indonesia

BMKG memastikan seluruh daerah di Indonesia—Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua—akan kebagian momen puncak gerhana Bulan total ini.

Selain Indonesia, fenomena astronomi tersebut juga dapat diamati dari kawasan Amerika, Australia, serta sebagian besar wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah. Dengan cakupan wilayah yang luas, gerhana ini diperkirakan menjadi salah satu fenomena langit global terbesar sepanjang 2026.

Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Pada fase inilah Bulan akan tampak berwarna merah tembaga, yang sering disebut sebagai “blood moon”.

Warna kemerahan itu muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Gelombang cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah diteruskan dan jatuh ke permukaan Bulan. Fenomena ini merupakan bukti nyata bagaimana atmosfer Bumi berperan dalam proses optik alami di ruang angkasa.

Jadwal Lengkap Fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (WIB)

Mengacu pada data resmi BMKG, berikut rincian fase gerhana Bulan total yang perlu dicatat masyarakat:

  • Gerhana Penumbra mulai (P1): 15.44 WIB
  • Gerhana Sebagian mulai (U1): 16.50 WIB
  • Gerhana Total mulai (U2): 18.04 WIB
  • Puncak Gerhana (MID): 18.34 WIB
  • Gerhana Total berakhir (U3): 19.02 WIB
  • Gerhana Sebagian berakhir (U4): 20.17 WIB
  • Gerhana Penumbra berakhir (P4): 21.22 WIB

Fase totalitas berlangsung sekitar satu jam, dari pukul 18.04 WIB hingga 19.02 WIB. Sementara keseluruhan rangkaian gerhana, sejak fase penumbra awal hingga akhir, berlangsung lebih dari lima jam.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: AS Mulai Serangan ke Iran Usai Aksi Israel, Operasi Militer Gabungan Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah

Karena puncak gerhana terjadi saat awal malam, masyarakat berpeluang besar menyaksikannya tanpa harus begadang. Faktor cuaca tentu menjadi penentu utama, sehingga kondisi langit cerah akan sangat membantu pengamatan.

Salah Satu dari Empat Gerhana Sepanjang 2026

Tahun 2026 tercatat memiliki empat peristiwa gerhana, terdiri atas dua gerhana Bulan dan dua gerhana Matahari. Namun, gerhana Bulan total pada 3 Maret menjadi yang paling dinantikan di Indonesia karena dapat diamati secara utuh.

Tidak semua gerhana bisa terlihat dari wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya hanya tampak sebagian atau bahkan tidak terlihat sama sekali. Oleh sebab itu, kesempatan menyaksikan gerhana total dari seluruh wilayah Tanah Air menjadi momen istimewa bagi para pecinta astronomi maupun masyarakat umum.

Fenomena ini juga berpotensi meningkatkan minat publik terhadap ilmu pengetahuan, khususnya astronomi. Dalam beberapa tahun terakhir, antusiasme masyarakat terhadap fenomena langit seperti hujan meteor, supermoon, dan gerhana terus meningkat.

Cara Aman dan Optimal Menyaksikan Gerhana

Salah satu kelebihan gerhana Bulan adalah keamanannya untuk diamati. Berbeda dengan gerhana Matahari yang dapat merusak mata jika dilihat tanpa pelindung, gerhana Bulan tidak memancarkan cahaya berbahaya.

Masyarakat dapat menyaksikannya dengan mata telanjang, kamera ponsel, atau teleskop sederhana. Bagi yang ingin mendapatkan hasil foto maksimal, penggunaan tripod dan pengaturan eksposur manual dapat membantu menangkap warna merah khas saat fase totalitas.

Untuk pengalaman lebih edukatif, masyarakat juga dapat mengikuti siaran langsung melalui laman resmi BMKG di gerhana.bmkg.go.id. Siaran ini biasanya disertai penjelasan ilmiah mengenai proses gerhana, durasi fase, hingga informasi tambahan terkait fenomena astronomi lainnya.

BMKG juga kerap memberikan pembaruan kondisi cuaca regional menjelang peristiwa gerhana. Mengingat Indonesia berada di wilayah tropis dengan potensi awan cukup tinggi, memantau prakiraan cuaca bisa membantu menentukan lokasi terbaik untuk observasi.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dampak dan Mitos yang Perlu Diluruskan

Secara ilmiah, gerhana Bulan tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan gerhana memengaruhi kehamilan, tanaman, atau hewan secara signifikan.

Namun, dalam sejumlah budaya, gerhana sering dikaitkan dengan mitos tertentu. Di berbagai daerah di Indonesia, gerhana Bulan pernah dipercaya sebagai pertanda atau fenomena mistis. Kini, dengan pemahaman sains yang semakin luas, masyarakat diharapkan dapat memandang gerhana sebagai fenomena alam yang menakjubkan sekaligus edukatif.

Rekomendasi Cakwar.com: Mahasiswa Dibacok Saat Tunggu Sidang Skripsi di UIN Suska Pekanbaru, Pelaku Langsung Diamankan

Momentum ini juga menjadi kesempatan baik bagi sekolah, komunitas astronomi, dan keluarga untuk belajar bersama mengenai tata surya dan dinamika pergerakan benda langit.

Momen Langit yang Sayang Dilewatkan

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bukan sekadar peristiwa astronomi biasa. Ini adalah kesempatan menyaksikan interaksi kosmik yang jarang terjadi dalam konfigurasi sempurna dan dapat dinikmati dari seluruh Indonesia.

Dengan puncak gerhana pada pukul 18.34 WIB, masyarakat memiliki waktu ideal untuk mengamati tanpa harus menunggu larut malam. Selama kondisi langit cerah, pengalaman menyaksikan Bulan berubah warna menjadi merah tembaga akan menjadi momen yang sulit dilupakan.

Media sosial:

 

Bagi Anda yang tertarik pada fenomena langit, catat tanggalnya dan siapkan waktu untuk menikmati gerhana bersama keluarga atau sahabat. Jangan lupa memantau informasi resmi dari BMKG untuk pembaruan cuaca dan siaran langsung.

Ikuti terus berbagai informasi sains, fenomena alam, dan peristiwa menarik lainnya hanya di media digital cakwar.com. Masih banyak cerita inspiratif dan peristiwa penting yang sayang untuk dilewatkan.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions