Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Kanada memasuki fase paling tegang dalam beberapa dekade terakhir sejak Donald Trump terpilih untuk masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS. Kebijakan perdagangan proteksionis yang kembali digaungkan Trump membuat Ottawa berada dalam posisi sulit. Kanada, yang selama ini sangat bergantung pada pasar Amerika, kini mulai memikirkan ulang arah kebijakan ekonomi dan mitra dagangnya.
Ancaman tarif tinggi dari Washington menjadi sinyal keras bahwa hubungan ekonomi tradisional AS-Kanada tak lagi bisa dianggap aman. Di tengah ketidakpastian tersebut, Kanada justru membuka lembaran baru dengan China, negara yang selama ini dikenal sebagai rival utama AS di panggung global.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Ketergantungan Ekonomi Kanada terhadap Amerika Serikat
AS Menyerap Mayoritas Ekspor Kanada
Selama bertahun-tahun, Amerika Serikat menjadi tulang punggung perdagangan Kanada. Sekitar 76 persen ekspor Kanada diserap oleh pasar AS, mulai dari energi, otomotif, hingga produk pertanian. Ketergantungan ini membuat ekonomi Kanada sangat rentan terhadap perubahan kebijakan di Washington.
Ketika Trump kembali mengancam Kanada dengan tarif tinggi sebagai bagian dari strategi “America First”, risiko tersebut menjadi nyata. Bagi Kanada, situasi ini bukan sekadar gesekan diplomatik, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Artikel Lainnya:
Artikel Rekomendasi Cakwar.com :
Ancaman Tarif di Era Trump Jilid Dua
Donald Trump dikenal dengan gaya kepemimpinan yang agresif dalam urusan perdagangan. Pada masa jabatan pertamanya, Kanada sempat menjadi sasaran tarif baja dan aluminium. Kini, dengan Trump kembali berkuasa, Ottawa menghadapi potensi pengulangan bahkan eskalasi kebijakan serupa.
Kondisi inilah yang mendorong pemerintah Kanada untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada satu mitra dagang dan mulai mencari alternatif yang lebih seimbang.
Kanada dan China Capai Kesepakatan Dagang Awal
Pemangkasan Tarif EV dan Canola
Di tengah ketegangan dengan AS, Kanada justru melangkah lebih dekat ke China. Dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026), Kanada dan China mencapai kesepakatan perdagangan awal yang
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: BMKG Peringatkan Siklon Tropis dan Bibit Siklon, Cuaca Ekstrem Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia
mencakup pemangkasan tarif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan canola, salah satu komoditas unggulan Kanada.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Jumat (16/1) waktu setempat. Kedua negara sepakat untuk menghapus berbagai hambatan perdagangan sekaligus menjajaki hubungan strategis baru yang saling menguntungkan.
Kuota Impor EV China ke Kanada
Sebagai bagian dari kesepakatan awal tersebut, Kanada berencana mengizinkan masuk hingga 49.000 unit kendaraan listrik asal China dengan tarif relatif rendah, yakni 6,1 persen. Kebijakan ini membuka peluang besar bagi produsen EV China untuk memperluas pasar di Amerika Utara, sekaligus memberi Kanada opsi kendaraan listrik yang lebih terjangkau.
Meski demikian, Mark Carney tidak merinci jangka waktu pasti berlakunya kebijakan ini. Namun langkah tersebut sudah cukup menunjukkan arah baru strategi perdagangan Kanada.
Kunjungan Bersejarah PM Kanada ke China
Pertama Sejak 2017
Kunjungan Mark Carney ke Beijing menjadi momen penting dalam hubungan bilateral Kanada-China. Ia tercatat sebagai Perdana Menteri Kanada pertama yang mengunjungi China sejak 2017, sebuah jeda panjang yang mencerminkan hubungan dingin kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam lawatan tersebut, Carney bertemu langsung dengan sejumlah pemimpin China, termasuk Presiden Xi Jinping. Pertemuan ini menandai upaya serius Kanada untuk membangun kembali hubungan dengan mitra dagang terbesar keduanya setelah AS.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Strategi Diversifikasi Mitra Dagang
Langkah mendekat ke China bukan berarti Kanada memutus hubungan dengan AS. Namun, kebijakan ini mencerminkan strategi diversifikasi ekonomi agar Kanada tidak lagi terlalu bergantung pada satu negara.
Dengan memperluas kerja sama ke Asia, khususnya China, Kanada berharap dapat memperkuat ketahanan ekonominya di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global.
Dampak Geopolitik dan Reaksi Amerika Serikat
Potensi Gesekan Baru dengan Washington
Pendekatan Kanada ke China tentu berpotensi memicu reaksi negatif dari Washington, mengingat hubungan AS-China yang masih diwarnai rivalitas tajam. Bagi Trump, kedekatan sekutunya dengan Beijing bisa dianggap sebagai tantangan strategis.
Rekomendasi Cakwar.com: Banjir Hari Kelima Rendam Taman Cikande Tangerang, Air Sungai Cidurian Capai 2 Meter
Namun dari sudut pandang Kanada, langkah ini lebih bersifat pragmatis daripada ideologis. Ottawa menilai stabilitas ekonomi nasional harus menjadi prioritas utama, terlepas dari dinamika politik global.
Tantangan dan Risiko Jangka Panjang
Meski menjanjikan, kerja sama dengan China juga membawa tantangan tersendiri. Isu keamanan nasional, standar lingkungan, hingga kekhawatiran terhadap dominasi produk China di pasar domestik menjadi perhatian yang perlu dikelola dengan hati-hati.
Pemerintah Kanada dituntut untuk menjaga keseimbangan antara membuka peluang ekonomi baru dan melindungi kepentingan industri dalam negeri.
Media sosial:
Kesimpulan: Arah Baru Ekonomi Kanada di Tengah Ketidakpastian Global
Merenggangnya hubungan AS-Kanada di era Trump memaksa Ottawa untuk berpikir ulang soal masa depan ekonomi nasional. Kesepakatan awal dengan China menunjukkan bahwa Kanada siap mengambil langkah berani untuk mendiversifikasi mitra dagang dan mengurangi risiko ketergantungan.
Di tengah perubahan peta geopolitik global, strategi ini bisa menjadi penentu apakah Kanada mampu bertahan dan berkembang dalam lanskap perdagangan internasional yang semakin kompetitif.
Penutup
Dinamika hubungan internasional terus berubah cepat, membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi negara-negara di dunia. Untuk mengikuti perkembangan geopolitik, ekonomi global, dan berita edukatif lainnya secara mendalam, pembaca dapat terus mencari informasi tepercaya di cakwar.com.
Presiden Prabowo Sebut Kelapa Sawit “Tanaman Ajaib”, Greenpeace Soroti Dampak Monokultur February 4, 2026 Rahmat Yanuar Sentul, Bogor, 4 Februari 2026 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kelapa sawit bukan...
Read MoreSalju Lebat di Jepang Tewaskan 30 Orang, Militer Dikerahkan Bantu Warga Aomori February 4, 2026 Rahmat Yanuar Tokyo, 3 Februari 2026 – Jepang tengah menghadapi krisis musim dingin akibat salju...
Read MoreDokumen DOJ Ungkap Obsesinya Jeffrey Epstein untuk “Pabrik Bayi” Mirip Program Nazi February 4, 2026 Rahmat Yanuar Washington, 4 Februari 2026 – Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat...
Read MoreTeman Kuliah Jokowi Bicara Soal Kacamata di Foto Ijazah, Ini Penjelasan Ritje Dwidjaja February 4, 2026 Rahmat Yanuar Surakarta, 3 Februari 2026 – Isu mengenai Presiden ke-7 RI, Joko Widodo...
Read MoreApple Akuisisi Startup AI Israel Q.ai Rp33,5 Triliun, Teknologi Ini Disiapkan untuk AirPods dan FaceTime February 2, 2026 Rahmat Yanuar Apple Resmi Membeli Q.ai, Startup AI Pelacak Gerakan Wajah Apple...
Read MoreIndustri Smartphone Global Mulai Stabil Pasca Pandemi, Apple Kembali Jadi Raja HP Dunia January 16, 2026 Rahmat Yanuar Industri smartphone global menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin solid setelah dihantam perlambatan...
Read MoreApple dan Google Resmi Bekerja Sama: Siri Terintegrasi AI Gemini, Era Baru Asisten Digital iPhone January 13, 2026 Rahmat Yanuar Apple dan Google secara resmi mengumumkan kerja sama strategis multi-years...
Read MoreBocoran Produk Apple 2026: iPhone 17e hingga AirTag 2 Siap Meluncur? January 3, 2026 Rahmat Yanuar Rumor Produk Apple Selalu Mencuri Perhatian Rumor terkait perangkat Apple memang kerap beredar jauh...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions