Hukum Salat Tarawih dan Witir di Ramadan 1447 H: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Ulama

Bulan Ramadan 1447 Hijriah tinggal hitungan jam. Suasana masjid mulai semarak, sajadah dibentangkan, dan umat Islam bersiap menghidupkan malam pertama dengan salat tarawih dan witir. Namun, di tengah antusiasme menyambut bulan suci, pertanyaan klasik kembali mengemuka: apakah salat tarawih dan witir itu wajib atau hanya sunnah?

Pertanyaan ini penting, terutama bagi umat Islam yang ingin menjalankan ibadah secara tepat sesuai tuntunan syariat. Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum salat tarawih dan witir berdasarkan dalil serta pandangan para ulama.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Apa Itu Salat Tarawih?

Secara bahasa, kata tarawih (تَرَاوِيْح) adalah bentuk jamak dari tarwihah (تَرْوِيْحَة) yang berarti istirahat. Istilah ini merujuk pada kebiasaan duduk sejenak untuk beristirahat di antara rangkaian rakaat salat malam Ramadan.

Dalam praktiknya, salat tarawih adalah salat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam bulan Ramadan, setelah salat Isya. Ibadah ini menjadi ciri khas Ramadan dan tidak dijumpai pada bulan lainnya.

Menurut buku Seri Fiqih Kehidupan (3): Shalat karya Ahmad Sarwat, para ulama sepakat bahwa salat tarawih tidak bersifat wajib. Hukumnya adalah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Dalil Anjuran Salat Tarawih

Dasar utama anjuran salat tarawih adalah sabda Nabi Muhammad SAW:

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)

man qam ramadan ‘iimanan wahtisaban ghufir lah ma taqaddam min dhanbih (mtafiq ealayhi *)

*Muttafaq ‘alaih* artinya hadis ini diriwayatkan oleh dua imam besar, yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim.

“Barang siapa yang menghidupkan bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah Ta’ala), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis sahih dan menjadi landasan kuat bagi anjuran qiyam Ramadan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomendedPricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Niat Puasa Ramadhan: Bacaan Harian dan Bulanan serta Amalan Agar Ibadah Lancar

Memang, istilah “salat tarawih” tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadis tersebut. Namun, para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “menghidupkan Ramadan” (qiyam Ramadan) adalah mendirikan salat malam di bulan tersebut, termasuk salat tarawih.

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa para ulama telah bersepakat atas kesunnahan salat tarawih. Artinya, meski bukan kewajiban, tarawih adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.

Apakah Salat Tarawih Pernah Diwajibkan?

Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan salat malam Ramadan secara berjamaah di masjid. Namun, beliau kemudian tidak melanjutkannya secara rutin.

Dalam riwayat disebutkan, Rasulullah SAW khawatir salat tersebut akan dianggap wajib oleh umatnya jika dilakukan terus-menerus secara berjamaah. Kekhawatiran ini menunjukkan bahwa tarawih bukanlah ibadah wajib.

Setelah wafatnya Nabi, pelaksanaan tarawih berjamaah kembali dihidupkan pada masa khalifah Umar bin Khattab. Sejak saat itu, praktik salat tarawih berjamaah menjadi tradisi yang terus berlangsung hingga kini.

Berapa Rakaat Salat Tarawih?

Jumlah rakaat salat tarawih juga sering menjadi perbincangan. Di Indonesia, umumnya dikerjakan 8 atau 20 rakaat, belum termasuk witir.

Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah rakaat, tetapi perbedaan ini berada dalam ranah ijtihad. Intinya, salat tarawih dilakukan dengan dua rakaat salam dan ditutup dengan witir.

Karena hukumnya sunnah, umat Islam diberi kelonggaran dalam pelaksanaannya sesuai kemampuan.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Bagaimana dengan Salat Witir?

Selain tarawih, salat witir menjadi bagian penting dari ibadah malam Ramadan. Witir berarti ganjil, dan salat ini dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, seperti satu, tiga, lima, atau lebih.

Salat witir dikerjakan setelah Isya hingga sebelum terbit fajar. Biasanya, ia menjadi penutup rangkaian salat malam, termasuk setelah tarawih.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa salat witir hukumnya sunnah muakkadah—sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, mazhab Hanafiyah memiliki pandangan berbeda dengan menyatakan bahwa witir hukumnya wajib, meskipun tidak termasuk salat fardhu lima waktu.

Dalil Anjuran Salat Witir

Rasulullah SAW bersabda:

أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ

‘awtirua ya ‘ahl alqurani, fa’inn aalllh witr yuhibb aalwitr

“Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (HR Khuzaimah)

Hadis ini menjadi dasar kuat anjuran melaksanakan witir. Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW hampir tidak pernah meninggalkan salat witir, baik dalam keadaan mukim maupun safar.

Konsistensi beliau dalam melaksanakan witir menjadi salah satu alasan mengapa sebagian ulama menilainya sangat ditekankan.

Rekomendasi Cakwar.com:  Galatasaray Hajar Juventus 5-2 di Liga Champions 2025/2026, Si Nyonya Tua Tertekan Jelang Leg Kedua

Perbedaan Pendapat, Bukan Perpecahan

Perbedaan pandangan mengenai hukum witir menunjukkan keluasan khazanah fikih Islam. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menyatakan witir sebagai sunnah muakkadah. Sementara mazhab Hanafi menyebutnya wajib.

Namun, istilah “wajib” dalam mazhab Hanafi berbeda tingkatannya dengan fardhu. Ia tetap berada di bawah kewajiban salat lima waktu.

Perbedaan ini seharusnya tidak menjadi sumber perdebatan tajam, melainkan dipahami sebagai variasi ijtihad yang sah dalam tradisi keilmuan Islam.

Keutamaan Menghidupkan Malam Ramadan

Baik salat tarawih maupun witir memiliki keutamaan besar. Menghidupkan malam Ramadan bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum spiritual yang sarat makna.

Media sosial:

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan ampunan, dan bulan pelipatgandaan pahala. Salat malam menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, serta memperbaiki kualitas iman.

Meski tidak wajib, meninggalkan tarawih dan witir berarti melewatkan kesempatan emas untuk meraih pahala dan pengampunan.

Kesimpulan: Sunnah yang Sangat Dianjurkan

Menjelang Ramadan 1447 H, penting bagi umat Islam memahami bahwa salat tarawih dan witir bukanlah kewajiban seperti salat lima waktu. Keduanya berstatus sunnah—bahkan sunnah muakkadah—yang sangat dianjurkan.

Salat tarawih menjadi simbol menghidupkan malam Ramadan, sementara witir menjadi penutup ibadah malam yang dicintai Allah.

Memahami hukumnya membantu kita beribadah dengan tenang, tanpa merasa terbebani, namun tetap termotivasi untuk meraih keutamaannya.

Ramadan adalah kesempatan tahunan yang belum tentu terulang. Mengisi malam-malamnya dengan tarawih dan witir adalah pilihan terbaik untuk memperkaya spiritualitas dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Untuk Anda yang ingin terus memperdalam pemahaman tentang fikih ibadah dan berbagai panduan Ramadan lainnya, simak artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com. Semoga Ramadan tahun ini menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions