Inggris dan Kolombia Hentikan Berbagi Intelijen dengan AS, Protes Serangan Militer di Karibia

Inggris dan Kolombia Hentikan Kerja Sama Intelijen dengan AS

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan dua sekutunya, Inggris serta Kolombia, tengah berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara tersebut secara resmi mengumumkan penghentian sementara kerja sama berbagi informasi intelijen dengan AS pada hari Selasa (11/11/2025), sebagai bentuk protes terhadap serangan militer AS di wilayah Karibia.

Keputusan tegas ini diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa intelijen yang dibagikan Inggris dan Kolombia telah disalahgunakan oleh AS untuk melakukan serangan terhadap target yang diduga terkait perdagangan narkoba. Serangan-serangan tersebut, menurut laporan internasional, telah menewaskan sedikitnya 76 orang, dan disebut melanggar hukum humaniter internasional.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kekhawatiran Inggris atas Penyalahgunaan Data Intelijen

Menurut laporan media Inggris, pemerintah di London mulai khawatir bahwa informasi sensitif yang mereka berikan kepada Washington digunakan untuk menentukan sasaran serangan udara di Karibia.

“Inggris mulai khawatir bahwa AS mungkin menggunakan intelijen yang diberikan oleh Inggris untuk memilih target,” ujar seorang pejabat senior yang enggan disebutkan namanya. Pejabat itu menambahkan bahwa serangan militer AS “tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga berpotensi mencoreng reputasi sekutu-sekutunya yang terlibat secara tidak langsung.”

Sumber diplomatik Inggris juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mendukung tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pembunuhan di luar proses hukum. Langkah penghentian sementara kerja sama ini menjadi sinyal kuat bahwa Inggris ingin meninjau ulang batas-batas keterlibatan mereka dalam operasi anti-narkoba AS di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

Kolombia Ikuti Langkah Inggris, Presiden Petro Tegas Bersikap

Sikap serupa datang dari Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menegaskan bahwa negaranya akan menghentikan semua bentuk komunikasi dan kerja sama keamanan dengan badan-badan AS.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Temukan Praktik Underinvoicing di Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya

Dalam pernyataannya di platform media sosial X (Twitter), Petro menulis:

“Militer Kolombia harus segera mengakhiri komunikasi dan perjanjian lainnya dengan badan keamanan AS hingga AS menghentikan serangannya terhadap speedboat yang diduga membawa narkoba.”

Langkah ini diambil setelah berbagai laporan mengungkapkan bahwa sejumlah serangan udara AS terhadap kapal cepat (speedboat) di Karibia dilakukan tanpa proses hukum yang jelas. Banyak pihak menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara lain dan “eksekusi di luar hukum.”

Keputusan Kolombia ini juga mencerminkan pergeseran arah kebijakan luar negeri di bawah pemerintahan Petro yang lebih kritis terhadap intervensi militer AS di Amerika Latin.

Kritik dari Dunia Internasional dan PBB

Penilaian Inggris dan Kolombia mendapat dukungan dari Kantor Hak Asasi Manusia PBB. Kepala HAM PBB, Volker Türk, sebelumnya telah menyebut bahwa serangan militer AS di Karibia melanggar hukum internasional. Ia bahkan menyamakan tindakan tersebut dengan “pembunuhan di luar proses hukum” (extrajudicial killing).

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Pernyataan Türk memperkuat pandangan bahwa tindakan militer unilateral seperti itu tidak dapat dibenarkan tanpa otorisasi hukum internasional atau mandat PBB. Dalam konteks ini, penghentian kerja sama intelijen oleh Inggris dan Kolombia menjadi bentuk tekanan diplomatik terhadap Washington agar meninjau ulang kebijakannya dalam memerangi perdagangan narkoba.

Dampak terhadap Hubungan Diplomatik dan Keamanan Regional

Keputusan dua negara tersebut jelas memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas kerja sama internasional dalam perang melawan narkoba. Selama ini, Inggris dan Kolombia merupakan mitra kunci AS dalam berbagi informasi intelijen dan operasi keamanan regional.

Rekomendasi Cakwar.com: Mendagri Tito Karnavian Dianugerahi Gelar Kehormatan “Petua Panglima Hukom Nanggroe” dari Wali Nanggroe Aceh

Penghentian sementara ini dapat menghambat aliran informasi penting yang dibutuhkan untuk mendeteksi jaringan penyelundupan narkoba lintas negara. Namun di sisi lain, langkah ini juga menjadi sinyal diplomatik kuat agar AS bertindak lebih hati-hati dan menghormati hukum internasional dalam setiap operasi militernya.

Pakar hubungan internasional menilai bahwa AS kini berada di bawah tekanan global untuk menjelaskan dasar hukum dari serangannya di Karibia, serta untuk membuka penyelidikan independen terhadap insiden yang telah menimbulkan banyak korban jiwa tersebut.

Media sosial:

Penutup

Keputusan Inggris dan Kolombia menghentikan berbagi intelijen dengan AS mencerminkan ketegangan baru dalam hubungan internasional yang selama ini dibangun atas dasar kepercayaan dan kerja sama keamanan. Langkah ini bukan hanya bentuk protes, tetapi juga peringatan agar perang melawan narkoba tidak mengabaikan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa diplomasi dan hukum harus tetap menjadi fondasi dalam setiap upaya menjaga keamanan global.

Untuk berita internasional terbaru, analisis geopolitik, dan informasi edukatif lainnya, kunjungi [cakwar.com](https://cakwar.com) — portal berita yang cerdas dan terpercaya.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions