Iran Tuduh Israel Sabotase Negosiasi Nuklir dengan AS, Ali Larijani: Kami Tak Kembangkan Senjata Nuklir

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menghangat setelah Teheran menuduh Israel berupaya menyabotase negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Tuduhan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang menilai campur tangan Israel dapat mengganggu proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Dalam pernyataannya, Larijani menyerukan agar Washington menilai kepentingannya secara independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari Israel dalam pembahasan program nuklir Iran. Ia menegaskan bahwa Teheran tetap membuka pintu dialog dan mendukung jalannya negosiasi dengan AS.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Tuduhan Sabotase dan Seruan untuk AS

Menurut Larijani, Iran dan Amerika Serikat sejatinya memiliki titik temu dalam isu utama: Iran tidak memiliki dan tidak sedang mengembangkan senjata nuklir. Ia menekankan bahwa kesamaan pandangan tersebut seharusnya menjadi fondasi untuk melanjutkan pembicaraan secara konstruktif.

“Negosiasi kami hanya khusus dengan Amerika Serikat. Kami tak akan terlibat dalam segala pembicaraan dengan Israel,” ujar Larijani, seperti dikutip dari TRT World.

Ia menuding Israel telah mencampuri proses diplomasi dengan tujuan melemahkan dan menyabotase negosiasi. Dalam pandangan Teheran, langkah tersebut dinilai berpotensi menciptakan ketidakstabilan baru di kawasan Timur Tengah.

Program Nuklir dan Posisi Iran

Isu program nuklir Iran telah menjadi sorotan internasional selama lebih dari satu dekade. Ketegangan memuncak setelah keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018, yang sebelumnya melibatkan Iran dan sejumlah negara besar.

Sejak saat itu, negosiasi untuk menghidupkan kembali atau memperbarui kesepakatan terus mengalami dinamika. Iran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan ditujukan untuk kebutuhan energi serta riset ilmiah.

Larijani kembali menegaskan posisi tersebut. Ia menyatakan bahwa Iran tidak sedang berupaya membuat senjata nuklir dan tetap berkomitmen pada prinsip non-proliferasi.

“Program rudal kami sepenuhnya terpisah dari (senjata) nuklir. Ini adalah masalah domestik, pada dasarnya terkait dengan keamanan nasional kami,” tegasnya.

Menurutnya, program rudal tidak dapat dijadikan bagian dari negosiasi nuklir karena merupakan aspek pertahanan nasional yang berdiri sendiri.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Wisatawan Thailand Kehilangan 7 Koper di Gunung Bromo, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian di Probolinggo

Israel dan Kekhawatiran Keamanan Regional

Israel sejak lama menyatakan kekhawatiran terhadap program nuklir Iran. Pemerintah Israel menilai bahwa kemampuan pengayaan uranium Iran dapat mengarah pada pengembangan senjata nuklir, meskipun Teheran membantah tuduhan tersebut.

Hubungan antara Iran dan Israel memang berada dalam kondisi tegang selama bertahun-tahun. Kedua negara kerap terlibat dalam perang retorika dan saling tuding terkait keamanan regional.

Larijani dalam pernyataannya menuduh Israel berniat menciptakan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Ia menilai campur tangan tersebut bertujuan menghambat peluang diplomasi antara Teheran dan Washington.

Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait tuduhan sabotase yang dilontarkan oleh pejabat tinggi Iran tersebut.

Upaya Stabilitas Kawasan

Di tengah ketegangan tersebut, Larijani menyatakan bahwa Iran siap bekerja sama dengan sejumlah negara di kawasan untuk menjaga stabilitas regional. Ia menyebut Arab Saudi, Mesir, dan Turki sebagai mitra potensial dalam upaya menciptakan keseimbangan keamanan di Timur Tengah.

Pernyataan ini mencerminkan upaya Iran untuk menunjukkan komitmen terhadap kerja sama regional, di tengah tekanan internasional dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Sejumlah analis menilai bahwa stabilitas Timur Tengah sangat bergantung pada keseimbangan hubungan antara negara-negara besar di kawasan, termasuk Arab Saudi dan Iran yang sempat mengalami ketegangan diplomatik sebelum memulai proses normalisasi hubungan dalam beberapa tahun terakhir.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dinamika Negosiasi Nuklir

Negosiasi nuklir antara Iran dan AS menjadi perhatian global karena berimplikasi luas terhadap keamanan internasional, harga energi, dan stabilitas kawasan. Setiap perkembangan dalam pembicaraan tersebut dapat memengaruhi kebijakan sanksi, perdagangan minyak, serta hubungan diplomatik di tingkat global.

Washington selama ini menekankan pentingnya transparansi program nuklir Iran dan pembatasan aktivitas pengayaan uranium. Di sisi lain, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi yang dinilai membebani perekonomian nasionalnya.

Larijani menyampaikan bahwa Teheran tetap terbuka untuk bekerja sama selama kepentingan nasionalnya dihormati. Ia menekankan pentingnya dialog yang adil dan bebas dari tekanan eksternal.

Rekomendasi Cakwar.com: Iklan Sering Muncul di HP dan Mengganggu? Ini Penyebab dan Cara Menghilangkan Pop Up Secara Efektif

Perspektif Ke Depan

Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat menunjukkan betapa kompleksnya dinamika politik di Timur Tengah. Tuduhan sabotase ini menambah lapisan baru dalam proses negosiasi yang sudah berjalan penuh tantangan.

Bagi komunitas internasional, keberhasilan diplomasi menjadi harapan utama untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Sementara itu, pernyataan Larijani menegaskan bahwa Iran ingin memisahkan isu nuklir dari program pertahanan konvensionalnya.

Media sosial:

 

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons Washington dan dinamika di meja perundingan. Apakah negosiasi akan terus berlanjut secara konstruktif, atau justru kembali tersendat akibat ketegangan politik, masih menjadi pertanyaan terbuka.

Yang jelas, isu negosiasi nuklir Iran bukan sekadar persoalan bilateral, melainkan bagian dari peta besar keamanan global yang terus bergerak.

Untuk mengikuti perkembangan isu internasional, geopolitik, dan diplomasi global lainnya, Anda dapat membaca artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions