Puasa Ramadan yang dijalankan umat Islam hari ini memiliki aturan yang jelas: waktu sahur hingga terbit fajar, dan berbuka saat matahari terbenam. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa pada awal disyariatkannya puasa, ketentuan tersebut belum sepenuhnya rinci. Salah satu peristiwa penting yang melatarbelakanginya adalah kisah sahabat Nabi, Qais bin Shirmah Al-Anshari RA, yang pernah pingsan saat menjalankan ibadah puasa.
Kisah ini menjadi bagian dari sebab turunnya ayat dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 187. Ayat tersebut kemudian memberikan penegasan tentang waktu makan, minum, dan hubungan suami istri selama Ramadan. Lebih dari sekadar aturan teknis, peristiwa ini menyimpan pelajaran mendalam tentang keseimbangan antara ibadah dan kondisi fisik manusia.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Awal Disyariatkannya Puasa Ramadan
Ketika puasa Ramadan pertama kali diwajibkan pada masa Rasulullah, umat Islam masih dalam tahap belajar memahami batasan dan tata caranya. Pada saat itu, belum ada ketentuan jelas mengenai kapan waktu terakhir untuk makan dan minum pada malam hari.
Dalam praktiknya, sebagian sahabat memahami bahwa jika seseorang telah tidur setelah waktu Maghrib sebelum berbuka, maka ia tidak diperbolehkan lagi makan dan minum hingga keesokan harinya saat berbuka. Begitu pula jika seseorang tertidur sebelum sahur, ia harus melanjutkan puasanya tanpa asupan apa pun.
Kondisi ini membuat sebagian sahabat menjalani puasa dengan beban fisik yang sangat berat. Mereka menahan lapar dan haus lebih lama dari yang kemudian ditetapkan syariat.
Penjelasan mengenai situasi tersebut antara lain diuraikan dalam buku Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah: 1000 Kisah Penuntun Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji karya Ahmad Rofia Usmani.
Artikel Lainnya:
Kisah Qais bin Shirmah RA
Dikisahkan, Qais bin Shirmah RA adalah seorang sahabat dari kalangan Anshar yang bekerja keras di siang hari. Suatu ketika, ia pulang menjelang waktu berbuka dalam keadaan sangat lelah. Ia meminta istrinya menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.
Namun, karena kelelahan yang luar biasa, Qais tertidur sebelum sempat makan. Ketika ia terbangun, waktu berbuka telah berlalu dan menurut pemahaman saat itu, ia tidak lagi diperbolehkan makan hingga keesokan harinya.
Qais pun tetap melanjutkan puasanya tanpa sahur. Pada siang hari berikutnya, tubuhnya tidak lagi kuat menahan beban fisik. Ia akhirnya pingsan karena kelelahan dan kekurangan asupan.
Peristiwa ini kemudian sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak lama setelah itu, turunlah ayat 187 Surah Al-Baqarah yang memperjelas batasan waktu makan dan minum selama Ramadan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Mourinho Disorot Usai Komentar soal Vinicius Junior, John Obi Mikel Desak Minta Maaf atas Isu Rasisme
Turunnya Al-Baqarah Ayat 187
Arab:
وَأُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Latin:
Wa uhilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafatsu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn. ‘Alimallāhu annakum kuntum takhtānūna anfusakum fatāba ‘alaikum wa ‘afā ‘ankum. Fal-āna bāsyirūhunna wabtaghū mā kataballāhu lakum. Wa kulū wasyrabū ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr. Ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-lail. Wa lā tubāsyirūhunna wa antum ‘ākifūna fil-masājid. Tilka ḥudūdullāhi falā taqrabūhā. Każālika yubayyinullāhu āyātihī linnāsi la‘allahum yattaqūn.
Artinya (Terjemahan Bahasa Indonesia):
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beri‘tikaf di masjid. Itulah batas-batas Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.”
Dalam ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan bahwa umat Islam diperbolehkan makan dan minum hingga jelas perbedaan antara benang putih dan benang hitam, yakni terbitnya fajar. Artinya, waktu sahur tetap terbuka hingga masuk Subuh, bukan ditutup hanya karena seseorang tertidur.
Ayat ini juga menjelaskan kebolehan berhubungan suami istri pada malam hari Ramadan hingga terbit fajar. Penegasan ini mengakhiri kebingungan yang sebelumnya dirasakan sebagian sahabat.
Turunnya ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam hadir dengan mempertimbangkan kondisi manusia. Aturan ibadah tidak dimaksudkan untuk memberatkan, melainkan membimbing dengan penuh hikmah.
Makna dan Pelajaran dari Kisah Ini
Kisah Qais bin Shirmah RA mengandung sejumlah pelajaran penting bagi umat Islam hingga hari ini.
Puasa memang mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri. Namun, Islam tidak mendorong umatnya untuk menyiksa tubuh. Ketika kondisi fisik terganggu secara serius, ada keringanan yang diberikan syariat.
Dalam konteks modern, pelajaran ini relevan bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Islam memberikan rukhsah (keringanan) bagi orang sakit, musafir, ibu hamil, atau menyusui untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.
Pada awal turunnya perintah puasa, para sahabat masih belajar memahami batasan-batasannya. Hal ini menunjukkan pentingnya ilmu dalam menjalankan ibadah. Kesalahpahaman dapat membuat ibadah terasa lebih berat dari yang seharusnya.
Kini, dengan akses ilmu yang lebih luas, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk memahami aturan puasa secara benar agar tidak terjebak pada praktik yang keliru.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Turunnya Al-Baqarah ayat 187 juga memperlihatkan bahwa syariat Islam turun secara bertahap. Allah SWT menyesuaikan ketentuan dengan kondisi umat saat itu, sekaligus memberi ruang pembelajaran.
Pendekatan bertahap ini menunjukkan kasih sayang dan kebijaksanaan dalam penetapan hukum. Ibadah bukan sekadar kewajiban formal, tetapi proses pembinaan spiritual dan fisik.
Rekomendasi Cakwar.com: Ancaman Hukuman Mati ABK Fandi Ramadhan Disorot Komisi III DPR, KUHP Baru Jadi Sorotan
Relevansi di Masa Kini
Di era modern, tantangan puasa bisa berbeda-beda. Ada yang bekerja dengan jam panjang, ada pula yang menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Kisah Qais bin Shirmah RA menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan saat puasa adalah bagian dari tanggung jawab.
Sahur yang cukup, asupan gizi seimbang, serta manajemen waktu istirahat menjadi kunci agar ibadah tetap optimal. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk bersahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih keseimbangan antara spiritualitas dan kesehatan jasmani.
Media sosial:
Refleksi Ramadan
Setiap Ramadan, umat Islam diajak untuk merenungi kembali makna ibadah yang dijalani. Kisah Qais bin Shirmah RA mengajarkan bahwa Allah SWT tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya.
Dengan turunnya Al-Baqarah ayat 187, umat Islam mendapatkan kejelasan sekaligus kemudahan dalam menjalankan puasa. Dari peristiwa itu, kita belajar bahwa memahami aturan ibadah secara benar adalah bagian dari ketaatan itu sendiri.
Puasa yang dijalankan dengan ilmu dan kesadaran akan menjaga tubuh sekaligus menyucikan jiwa.
Untuk membaca kisah inspiratif lainnya seputar sejarah Islam, ibadah Ramadan, dan teladan para sahabat, pembaca dapat menemukan artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com. Semoga setiap kisah menjadi penguat iman dan penambah pemahaman kita dalam beribadah.
Polisi Bongkar Modus eTilang Palsu Catut Kejaksaan Agung, 5 Tersangka Ditangkap dan 135 Link Phishing Ditemukan February 25, 2026 Rahmat Yanuar Praktik penipuan digital kembali memakan korban. Kali ini, modus...
Read MoreKisah Qais bin Shirmah RA Pingsan Saat Puasa, Latar Turunnya Al-Baqarah 187 dan Makna Bijak di Baliknya February 25, 2026 Rahmat Yanuar Puasa Ramadan yang dijalankan umat Islam hari ini...
Read More30 Legislator Demokrat Boikot Pidato State of the Union Donald Trump, Ketegangan Politik AS Memanas Jelang Pemilu Sela February 25, 2026 Rahmat Yanuar Sebanyak 30 legislator dari Partai Demokrat Amerika...
Read MoreMourinho Disorot Usai Komentar soal Vinicius Junior, John Obi Mikel Desak Minta Maaf atas Isu Rasisme February 25, 2026 Rahmat Yanuar Nama Jose Mourinho kembali menjadi perbincangan publik sepak bola....
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions