Komarudin Watubun Minta Pemerintahan Prabowo Tak Ulangi Sejarah Freeport dalam Investasi AS

Rencana investasi Amerika Serikat ke Indonesia kembali menjadi sorotan politik nasional. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan sekaligus Anggota DPR RI, Komarudin Watubun, mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengulangi “sejarah kelam” pengelolaan investasi asing seperti yang pernah terjadi dalam kerja sama dengan PT Freeport Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Komarudin sebagai respons atas rencana investasi lanjutan dari Amerika Serikat, menyusul kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan AS. Hal itu sebagaimana dilaporkan Jurnalis Kompas TV, Putu Trisnanda, Rabu (26/2/2026).

“Saya hanya berharap, kita tidak bisa menolak investasi karena negara ini mau bergerak maju juga perlu investasi. Tapi investasi yang masuk harus ikut aturan negara, jangan sampai mengulang sejarah Freeport,” ujar Komarudin.

Pernyataan ini bukan sekadar kritik politik. Di tengah upaya pemerintah menarik arus modal asing demi mendorong pertumbuhan ekonomi, isu tata kelola investasi menjadi semakin relevan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Investasi Asing dan Pelajaran dari Freeport

Indonesia bukan pemain baru dalam urusan investasi asing. Sejak dekade 1960-an, pemerintah telah membuka keran modal luar negeri untuk sektor strategis, termasuk pertambangan. Salah satu kerja sama paling dikenal adalah kontrak dengan PT Freeport Indonesia di Papua.

Dalam catatan sejarah, awal kerja sama tersebut berfokus pada penambangan tembaga. Namun seiring waktu, aktivitas pertambangan juga mencakup emas dalam jumlah besar. Komarudin menyinggung perubahan cakupan tersebut sebagai contoh pentingnya kehati-hatian dalam perjanjian investasi.

“Freeport mengelola emas dan tembaga berpuluh-puluh tahun tanpa laporan. Setelah sekian tahun baru tahu bahwa ada emas, makanya dulu namanya Tembagapura. Yang seperti ini jangan diulang lagi. Itu yang harus hati-hati, jangan gegabah,” tegasnya.

Wilayah Tembagapura sendiri memang dikenal sebagai salah satu kawasan tambang terbesar di dunia, dengan cadangan tembaga dan emas bernilai miliaran dolar. Seiring berjalannya waktu, kontrak karya Freeport mengalami berbagai renegosiasi, termasuk perubahan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan peningkatan kepemilikan saham nasional.

Namun polemik panjang itu menjadi pelajaran penting tentang transparansi, kedaulatan sumber daya alam, serta keadilan bagi negara dan masyarakat sekitar tambang.

Pemerintahan Prabowo dan Tantangan Investasi Global

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dengan memperkuat hilirisasi industri dan menarik investasi asing langsung (FDI). Amerika Serikat menjadi salah satu mitra strategis, terutama di sektor energi, mineral kritis, dan manufaktur berbasis teknologi.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Serangan Ekstremis Israel di Tepi Barat: Kampung Palestina Dibakar, Warga Susiya Mengaku Diusir

Kerja sama tarif dagang Indonesia-AS dinilai membuka ruang investasi baru. Dalam konteks global, Indonesia memang berada pada posisi strategis, terutama karena cadangan nikel, tembaga, dan mineral penting lainnya yang dibutuhkan dalam transisi energi dunia.

Namun, seperti disampaikan Komarudin, membuka pintu investasi tidak boleh berarti mengendurkan prinsip kehati-hatian.

“Kita tidak bisa menolak investasi,” ujarnya. “Negara ini mau bergerak maju juga perlu investasi.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan bukan penolakan terhadap investasi asing, melainkan penekanan pada tata kelola yang kuat.

Transparansi dan Kepentingan Nasional

Isu utama yang disorot Komarudin adalah kepatuhan terhadap aturan negara dan perlindungan kepentingan nasional. Dalam pengalaman masa lalu, kelemahan pengawasan dan ketidakseimbangan posisi tawar sering menjadi sumber persoalan.

Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan sejumlah reformasi regulasi investasi. Undang-Undang Cipta Kerja, perbaikan sistem perizinan berbasis risiko, serta penguatan peran Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang kompetitif sekaligus terukur.

Meski demikian, sektor pertambangan dan sumber daya alam tetap menjadi wilayah sensitif. Selain menyangkut nilai ekonomi yang besar, sektor ini juga berhubungan langsung dengan aspek lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kehati-hatian dalam menyusun kontrak, transparansi laporan produksi, serta mekanisme audit independen menjadi faktor penting agar kesepakatan investasi tidak merugikan negara dalam jangka panjang.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Kedaulatan Sumber Daya

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa investasi berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi investasi terus meningkat, termasuk dari negara-negara mitra utama seperti Singapura, China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Namun, di sisi lain, diskursus publik juga semakin kritis terhadap isu kedaulatan sumber daya alam. Publik menuntut agar pengelolaan tambang dan energi tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan penerimaan negara.

Dalam konteks inilah pernyataan Komarudin menemukan relevansinya. Ia menekankan agar pemerintah tidak gegabah dalam setiap perjanjian investasi, terlebih yang melibatkan sektor strategis.

Rekomendasi Cakwar.com: Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Perang di Teluk Persia, Libatkan Drone hingga Roket

Momentum Evaluasi dan Penguatan Regulasi

Rencana investasi AS pasca kesepakatan tarif dagang dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola kerja sama yang akan ditempuh. Pemerintah diharapkan memperkuat due diligence, memperjelas klausul eksplorasi dan eksploitasi, serta memastikan kewajiban pelaporan yang transparan.

Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa perubahan komoditas yang ditambang atau perluasan konsesi bisa terjadi seiring perkembangan teknologi dan temuan cadangan baru. Oleh karena itu, kontrak harus dirancang adaptif namun tetap berpihak pada kepentingan nasional.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM lokal, dan nilai tambah melalui hilirisasi benar-benar terealisasi, bukan sekadar janji di atas kertas.

Media sosial:

 

Menjaga Keseimbangan

Pernyataan Komarudin Watubun dapat dibaca sebagai pengingat agar euforia investasi tidak mengaburkan prinsip dasar pengelolaan sumber daya alam. Indonesia membutuhkan investasi untuk tumbuh, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang adil dan transparan.

Pemerintahan Prabowo Subianto menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara membuka peluang ekonomi dan melindungi kepentingan jangka panjang bangsa. Sejarah panjang kerja sama dengan PT Freeport Indonesia menjadi referensi penting dalam membangun kebijakan investasi yang lebih matang.

Di tengah dinamika global yang cepat berubah, kehati-hatian bukanlah sikap anti-investasi, melainkan fondasi untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan isu investasi, kebijakan ekonomi, dan dinamika politik nasional lainnya, simak terus laporan dan analisis terbaru hanya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions