Pernyataan terbaru Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, kembali memicu polemik di tengah situasi politik dan keamanan yang belum stabil. Politikus sayap kanan tersebut menyatakan dirinya akan mengupayakan kebijakan yang “mendorong migrasi” warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Ucapan itu segera menuai sorotan luas, baik di dalam negeri Israel maupun di tingkat internasional.
Isu ini mencuat di tengah dinamika politik Israel menjelang pemilu parlemen yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Pernyataan Smotrich dinilai sebagian pihak sebagai bagian dari strategi politik, namun bagi para pengkritiknya, gagasan tersebut berpotensi memperburuk konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Pernyataan di Forum Partai Zionisme Religius
Seperti dilaporkan AFP dan The Times of Israel, pernyataan kontroversial itu disampaikan Smotrich dalam acara partainya, Partai Zionisme Religius, pada Selasa (17/2) malam waktu setempat. Dalam forum tersebut, ia memaparkan apa yang menurutnya harus menjadi arah kebijakan pemerintah Israel berikutnya.
Smotrich menyebut perlunya langkah-langkah yang, dalam istilahnya, “mendorong migrasi” warga Palestina dari wilayah Tepi Barat dan Gaza. Ia tidak merinci secara teknis bagaimana kebijakan itu akan dijalankan, namun menekankan bahwa pemerintah Israel harus mengambil sikap yang lebih tegas terkait masa depan wilayah tersebut.
Pernyataan itu langsung mengundang reaksi keras. Sejumlah pengamat menilai gagasan tersebut berpotensi melanggar prinsip hukum internasional dan memperuncing ketegangan antara Israel dan Palestina.
Artikel Lainnya:
Sosok Smotrich dan Pengaruhnya di Pemerintahan Netanyahu
Bezalel Smotrich dikenal sebagai tokoh sayap kanan garis keras di Israel. Ia memimpin Partai Zionisme Religius, yang menjadi salah satu pilar penting dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sebagai Menteri Keuangan, Smotrich memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan domestik. Namun di luar portofolio ekonominya, ia juga dikenal vokal dalam isu-isu ideologis, khususnya terkait permukiman Yahudi di Tepi Barat dan status wilayah pendudukan.
Partai yang dipimpinnya secara konsisten memperoleh suara mendekati atau di bawah ambang batas parlemen dalam sejumlah survei. Menjelang pemilu Oktober, pernyataan-pernyataan keras seperti ini dinilai sebagian analis sebagai upaya mengonsolidasikan basis pemilih sayap kanan yang loyal.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Android 17 Beta 1 Meluncur, Xiaomi Siapkan HyperOS 4 Berbasis Android 17 untuk Puluhan Perangkat
Kebijakan Tanah di Tepi Barat
Kontroversi Smotrich tidak berhenti pada wacana migrasi. Ia juga menjadi salah satu sosok di balik keputusan pemerintah Israel yang menyetujui proposal untuk mendaftarkan sebagian besar tanah di Tepi Barat sebagai “milik negara” jika warga Palestina tidak dapat membuktikan kepemilikannya.
Kebijakan tersebut dinilai sangat sensitif. Tepi Barat merupakan wilayah yang statusnya diperdebatkan secara internasional dan menjadi bagian penting dalam upaya solusi dua negara. Langkah administratif terkait kepemilikan tanah berpotensi berdampak besar pada komunitas Palestina yang tinggal di sana.
Para pengkritik menyebut kebijakan tersebut dapat mempercepat ekspansi permukiman Israel dan mempersempit ruang hidup warga Palestina. Pemerintah Israel, di sisi lain, menyatakan langkah itu dilakukan sesuai kerangka hukum nasional.
Bayang-Bayang Perjanjian Oslo
Untuk memahami konteks kontroversi ini, perlu melihat kembali kerangka diplomasi masa lalu. Perjanjian Oslo merujuk pada dua kesepakatan yang ditandatangani pada 1993 (Oslo I) dan 1995 (Oslo II) antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Perjanjian tersebut menetapkan kerangka kerja menuju solusi dua negara dan pembentukan pemerintahan Palestina yang memiliki otonomi terbatas di wilayah tertentu. Meski implementasinya kerap menghadapi hambatan, Oslo menjadi fondasi penting dalam diplomasi Israel-Palestina selama tiga dekade terakhir.
Gagasan “mendorong migrasi” warga Palestina dinilai sejumlah pihak bertentangan dengan semangat Perjanjian Oslo yang mengarah pada koeksistensi dan pembagian wilayah melalui negosiasi.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Kritik dan Tuduhan Pembersihan Etnis
Sejumlah pengamat dan aktivis hak asasi manusia menilai gagasan Smotrich sebagai bentuk pembersihan etnis terselubung. Istilah tersebut mengacu pada upaya sistematis untuk mengubah komposisi demografis suatu wilayah dengan memindahkan kelompok etnis tertentu.
Namun, pendukung Smotrich membantah tuduhan tersebut. Mereka menyebut istilah “migrasi sukarela” sebagai pilihan kebijakan yang sah, selama tidak dilakukan dengan paksaan langsung.
Perdebatan ini menunjukkan betapa sensitifnya isu demografi dalam konflik Israel-Palestina. Wilayah Tepi Barat dan Gaza dihuni jutaan warga Palestina, sementara Israel terus memperluas permukiman Yahudi di sebagian wilayah tersebut.
Rekomendasi Cakwar.com: Pengemudi Diduga Mengantuk, Mobil Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla di Kebayoran Baru
Dinamika Politik Menjelang Pemilu
Pemilu parlemen Israel dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Dalam sistem politik Israel yang berbasis proporsional, partai-partai kecil memainkan peran penting dalam membentuk koalisi pemerintahan.
Partai Zionisme Religius yang dipimpin Smotrich menghadapi tantangan untuk mempertahankan posisinya di parlemen. Survei menunjukkan partai ini berada di ambang batas elektoral. Dalam konteks itu, retorika tegas terhadap isu Palestina dapat menjadi strategi untuk memperkuat dukungan dari pemilih sayap kanan.
Namun strategi tersebut juga berisiko memperlebar polarisasi politik domestik. Israel dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami beberapa kali pemilu dalam waktu singkat akibat ketidakstabilan koalisi.
Media sosial:
Dampak terhadap Hubungan Internasional
Isu kebijakan migrasi dan status tanah di Tepi Barat tidak hanya berdampak domestik, tetapi juga berpotensi memengaruhi hubungan Israel dengan komunitas internasional.
Sejumlah negara Barat secara konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina. Kebijakan yang dinilai mengubah realitas demografis di wilayah pendudukan bisa memicu tekanan diplomatik tambahan terhadap pemerintah Israel.
Di sisi lain, dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang terus berubah turut memengaruhi posisi Israel. Normalisasi hubungan dengan beberapa negara Arab dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya pergeseran pendekatan, meski isu Palestina tetap menjadi perhatian utama di tingkat regional.
Persimpangan Arah Kebijakan
Kontroversi yang melibatkan Smotrich kembali menegaskan bahwa konflik Israel-Palestina belum mendekati penyelesaian final. Pernyataan tentang “mendorong migrasi” warga Palestina memperlihatkan adanya perbedaan tajam dalam visi masa depan wilayah tersebut.
Di tengah pemilu yang semakin dekat, wacana kebijakan seperti ini kemungkinan akan terus menjadi bahan perdebatan publik. Apakah itu murni strategi politik atau cerminan arah kebijakan jangka panjang, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Yang jelas, setiap langkah kebijakan terkait Tepi Barat dan Gaza akan memiliki konsekuensi luas, baik secara politik, hukum, maupun kemanusiaan.
Pembaca yang ingin mengikuti perkembangan isu global, dinamika politik Timur Tengah, serta analisis mendalam lainnya dapat terus menyimak artikel-artikel terbaru di media digital cakwar.com.
Android 17 Beta 1 Meluncur, Xiaomi Siapkan HyperOS 4 Berbasis Android 17 untuk Puluhan Perangkat February 18, 2026 Rahmat Yanuar Google resmi menggulirkan Android 17 Beta 1 untuk belasan perangkat...
Read MoreBanjir Grobogan Rendam 45 Desa, 9.736 KK Terdampak akibat Luapan Sungai dan Tanggul Jebol February 18, 2026 Rahmat Yanuar Banjir Grobogan kembali menjadi sorotan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...
Read MoreChina Perketat Regulasi AI: Fokus Lindungi Pengguna dari Kecanduan hingga Risiko Etika Digital February 18, 2026 Rahmat Yanuar Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bergerak jauh lebih cepat dibanding...
Read MoreKontroversi Bezalel Smotrich: Dorong Migrasi Warga Palestina, Ketegangan Politik Israel Kian Menguat February 18, 2026 Rahmat Yanuar Semarang – Polrestabes Semarang menetapkan Direktur Utama Bus PT Cahaya Pariwisata Transportasi, Ahmad...
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions