KPK Terus Usut Suap PN Depok Terkait Eksekusi Lahan PT Karabha Digdaya, Tiga Hakim Diperiksa Intensif!

Halo Sobat cakwar.com! Pernah gak sih lo merasa geregetan melihat sengketa tanah yang proses hukumnya berjalan bertahun-tahun tanpa kepastian? Di negara kita, masalah tanah memang sensitif, dan ketika keadilan tersumbat, sebagian oknum sayangnya memilih jalan pintas yang melawan hukum.

Bagi lo yang selalu pasang mata memantau info berita terkini seputar dinamika hukum, politik dalam negeri, hingga kasus korupsi kakap, kabar dari lembaga antirasuah kali ini benar-benar bikin geleng-geleng kepala. Istana keadilan yang seharusnya menjadi benteng terakhir pencari kebenaran justru terseret pusaran suap.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kabar terbaru memastikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut skandal suap di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok yang melibatkan petinggi PT Karabha Digdaya (PT KD). Kasus ini menjadi sorotan tajam karena membongkar bobroknya mafia peradilan dalam mengeksekusi sengketa lahan strategis.

Mengapa para penegak hukum yang seharusnya independen justru ikut terseret? Bagaimana modus operandi “potong kompas” ini dilakukan oleh perusahaan swasta besar? Yuk, kita bedah tuntas fakta-fakta terbaru dari penyidikan KPK ini secara santai, jelas, dan mengalir bersama cakwar.com!

Cecar Para Pengadil: KPK Dalami Prosedur yang Sengaja “Lompat” dan Di-skip

Sobat cakwar.com, fokus penyidikan tim KPK kini tengah mengarah tajam pada pendalaman proses penelaahan permohonan eksekusi sengketa lahan, serta penelusuran aliran uang haram. Untuk menguliti kasus ini sampai ke akarnya, penyidik mulai memanggil dan memeriksa sejumlah hakim aktif di pengadilan tersebut.

Pemeriksaan maraton telah dilakukan oleh penyidik antirasuah pada Selasa, 26 Mei 2026 kemarin. Tim penyidik mencecar tiga orang hakim sekaligus sebagai saksi, yakni Ultry Meiliyeni, Erlinawati, dan Evri Dayanti.

Sedianya, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap hakim Dwi Elyarahma di hari yang sama. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir karena ada urusan lain, sehingga KPK akan segera melakukan penjadwalan ulang dalam waktu dekat.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Kasus Korupsi Wali Kota Nonaktif Madiun Maidi Segera Disidang, KPK Rampungkan Berkas Pemerasan Dana CSR dan Gratifikasi!

“Pekan ini kemarin ada pemanggilan dari pihak PN Depok yaitu ada empat hakim yang dipanggil, di antaranya didalami pengetahuannya terkait dengan proses telaah permohonan eksekusi sengketa lahan PT KD,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).

Penyidik KPK menaruh kecurigaan yang sangat kuat mengenai adanya prosedur baku (SOP) yang sengaja diabaikan atau disimpangi. Langkah lancung ini diduga kuat sengaja dilakukan demi memuluskan percepatan eksekusi lahan milik perusahaan tersebut.

Apakah proses telaah itu sudah sesuai mekanisme di PN Depok,

atau ada hal-hal yang ‘jumping’ (melompat) yang tidak dilakukan dan sengaja di-skip?

Sebab, di situlah letak modus penyuapan dari swasta kepada oknum pengadilan.

Berburu Uang Haram: Aliran Aset dan Skema Suap Rp850 Juta Satu Pintu

Selain mengusut ihwal karut-marut administrasi dan mekanisme persidangan, Budi Prasetyo menekankan bahwa keterangan dari para hakim tersebut sangat krusial untuk melacak perpindahan uang panas. Penyidik ingin menyusun konstruksi utuh perkara, mulai dari awal mula diajukannya permohonan eksekusi oleh PT KD, alur tahapan peradilan, hingga pelaksanaan eksekusi lahan secara riil di lapangan.

Pemeriksaan intensif ini juga bertujuan sebagai langkah asset recovery (pemulihan aset) untuk menyita kembali uang-uang hasil korupsi yang telah tersebar ke berbagai pihak.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

1.Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kilat:Fase 1.

Skandal ini resmi terbongkar melalui OTT yang digelar KPK pada 5 Februari 2026 lalu, yang langsung mengamankan sejumlah barang bukti uang tunai.

2.Penetapan Tersangka Pemberi Suap:Fase 2.

KPK mendakwa Direktur Utama PT KD Trisnadi Yulrisman dan Head Corporate Legal Berliana Tri Kusuma atas pemberian uang pelicin sebesar Rp850 juta.

3.Distribusi Uang Lewat Jalur Satu Pintu:Fase 3.

Uang haram tersebut diserahkan kepada Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan melalui perantara tunggal, yaitu Jurusita Yohansyah Maruanaya.

Rekomendasi Cakwar.com: Geger Isu Teror Pocong Merebak di Sejumlah Wilayah Indonesia, Cek Fakta di Balik Fenomena Horor dan Modul Konten Medsos!

Jalan Pintas Eksekusi Tanah: Menatap Putusan Inkrah yang Sempat Mandek

Sobat cakwar.com, jika ditarik benang merahnya ke belakang, PT KD nekat mengambil jalan pintas menyuap pimpinan pengadilan lantaran merasa frustrasi. Lahan seluas 6.520 meter persegi di Kelurahan Tapos, Kota Depok tersebut tak kunjung dieksekusi oleh pengadilan sejak tahun 2024.

Padahal, secara hukum di atas kertas, perusahaan tersebut telah memenangkan sengketa melawan pihak Sarmilih dan kawan-kawan. Kemenangan mereka didasarkan pada Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 3665 K/Pdt/2024 yang statusnya telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Namun, alih-alih bersabar mengikuti prosedur, mereka justru mengotori hukum dengan uang pelicin.

Media sosial:

 

Solusi Praktis dan Insight Bijak Mengawal Keadilan Tanpa Suap

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com. Terbongkarnya skandal di PN Depok ini menjadi bukti nyata bahwa sistem eksekusi putusan hukum di Indonesia masih rentan disusupi mafia peradilan akibat minimnya transparansi proses penelaahan. Sebagai solusi praktis ke depan, Mahkamah Agung harus menerapkan sistem digitalisasi penuh (e-execution) yang bisa dipantau publik secara real-time, sehingga urutan eksekusi tanah berjalan otomatis berdasarkan antrean sistem tanpa celah intervensi manusia atau “uang pelicin”. Insight penting yang bisa kita petik adalah bahwa kemenangan hukum yang sah sekalipun akan kehilangan moralitasnya jika dieksekusi dengan cara-cara korup; dengan terus mengawal jalannya reformasi peradilan dan berani menolak segala bentuk pungli di ranah hukum, lo sudah ikut andil dalam memastikan bahwa keadilan di Indonesia tidak bisa dibeli oleh kekuatan modal atau kelompok tertentu.

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions