Lembaga Amal Sarah Ferguson Ditutup Usai Terungkap Email Kedekatan dengan Jeffrey Epstein

Penutupan Lembaga Amal Sarah Ferguson Jadi Sorotan Publik

Lembaga amal yang didirikan Sarah Ferguson, mantan Duchess of York, resmi ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan. Keputusan ini diambil setelah terungkapnya dokumen baru dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) yang memuat email-email pribadi Ferguson dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Lembaga amal tersebut, bernama Sarah’s Trust, dikenal memiliki fokus utama pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak-anak. Namun, reputasi lembaga ini terguncang setelah muncul bukti bahwa Ferguson memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Epstein, bahkan setelah ia divonis bersalah pada tahun 2008.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Kasus ini kembali menyeret nama keluarga kerajaan Inggris ke dalam pusaran kontroversi internasional, terutama karena keterkaitan Ferguson dengan Pangeran Andrew.

Profil Sarah Ferguson dan Hubungannya dengan Keluarga Kerajaan Inggris

Mantan Istri Pangeran Andrew

Sarah Ferguson adalah mantan istri Pangeran Andrew, Duke of York, yang merupakan adik dari Raja Charles III. Pasangan ini bercerai pada 1996, namun Ferguson tetap mempertahankan hubungan dekat dengan lingkungan kerajaan Inggris.

Pangeran Andrew sendiri sebelumnya telah kehilangan gelar kehormatannya dan mundur dari tugas-tugas kerajaan. Hal tersebut terjadi setelah terungkap hubungan dekatnya dengan Jeffrey Epstein, yang memicu kecaman luas dari publik Inggris dan internasional.

Dampak Skandal Epstein terhadap Monarki

Kasus Epstein telah menjadi salah satu skandal terbesar yang menyeret sejumlah tokoh elite dunia, termasuk politisi, pengusaha, dan anggota keluarga kerajaan. Keterkaitan nama Sarah Ferguson dalam dokumen terbaru ini kembali membuka luka lama dan memperluas dampak reputasi negatif terhadap lingkaran kerajaan Inggris.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Guru Ditikam Murid di Prancis, Insiden di Sekolah Sanary-sur-Mer Gegerkan Publik

Email Mengungkap Kedekatan Sarah Ferguson dengan Jeffrey Epstein

Dokumen Departemen Kehakiman AS

Seperti dikutip dari The Associated Press, Departemen Kehakiman AS merilis serangkaian email pada Jumat (30/1/2026). Email tersebut menunjukkan bahwa Sarah Ferguson tetap menjalin komunikasi intens dengan Epstein, bahkan setelah ia dihukum pada 2008 atas kasus meminta layanan prostitusi dari seorang gadis di bawah umur.

Dalam beberapa email, Ferguson menyebut Epstein sebagai “legenda” dan “saudara yang selalu saya inginkan.” Ungkapan ini memicu kecaman publik karena dianggap tidak sensitif terhadap korban kejahatan seksual.

Isi Email yang Menuai Kecaman

Salah satu korespondensi email dari Maret 2011 memperlihatkan Epstein mengeluhkan sebuah artikel di surat kabar Evening Standard London yang menyebutnya sebagai seorang pedofil. Fakta bahwa komunikasi ini terjadi bertahun-tahun setelah vonis hukum Epstein membuat publik mempertanyakan penilaian moral Ferguson.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Pernyataan Resmi Penutupan Sarah’s Trust

Keputusan Dewan Pengawas

Menanggapi kontroversi tersebut, Sarah’s Trust mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin malam (2/2/2026). Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa lembaga amal akan menghentikan seluruh operasionalnya.

“Ketua kami, Sarah Ferguson, dan dewan pengawas telah sepakat dengan sangat menyesal bahwa badan amal ini akan segera tutup untuk waktu yang tidak ditentukan,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Rekomendasi Cakwar.com: Timur Tengah Memanas, Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab

Reaksi Publik dan Pengamat

Kritik terhadap Etika dan Tanggung Jawab Publik

Banyak pengamat menilai bahwa hubungan personal Ferguson dengan Epstein, terlepas dari aktivitas amalnya, telah merusak kredibilitas lembaga tersebut. Dalam konteks organisasi nirlaba, transparansi dan integritas dinilai sebagai nilai utama yang tidak bisa ditawar.

Implikasi Lebih Luas

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa figur publik memiliki tanggung jawab moral yang besar. Kedekatan dengan individu bermasalah, terutama pelaku kejahatan seksual, dapat membawa konsekuensi serius, baik secara pribadi maupun institusional.

Media sosial:

Penutup

Penutupan Sarah’s Trust menandai babak baru dalam panjangnya dampak skandal Jeffrey Epstein terhadap tokoh-tokoh elite dunia. Bagi publik, kasus ini menjadi pelajaran penting tentang etika, akuntabilitas, dan pentingnya menjaga jarak dari individu dengan rekam jejak kriminal, terlebih bagi mereka yang mengusung misi kemanusiaan.

Untuk mendapatkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi edukatif lainnya, jangan ragu untuk terus mencari dan membaca referensi tepercaya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions