Persaingan di dunia esports tak lagi hanya soal strategi dan refleks pemain. Perangkat keras yang digunakan kini menjadi faktor penentu kemenangan. Melihat kebutuhan tersebut, Logitech resmi menghadirkan mouse gaming flagship terbarunya ke pasar Indonesia: Logitech G Pro X2 Superstrike.
Perangkat ini langsung mencuri perhatian karena membawa konsep yang berbeda dari mouse gaming pada umumnya. Alih-alih menggunakan micro-switch mekanis tradisional, Logitech mengandalkan teknologi haptic dan sistem induktif untuk menciptakan sensasi klik yang lebih cepat, presisi, dan bisa dipersonalisasi.
Langkah ini menandai evolusi baru dalam desain mouse esports—menggeser paradigma dari klik fisik menuju sistem digital berbasis getaran.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Revolusi Klik: Tanpa Switch Mekanis
Sebagian besar mouse gaming saat ini masih menggunakan micro-switch mekanis untuk menghasilkan klik. Sistem tersebut memang terbukti andal, tetapi memiliki keterbatasan, terutama dalam hal latensi dan keausan komponen.
Logitech G Pro X2 Superstrike memperkenalkan teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS). Teknologi ini menggantikan komponen switch mekanis dengan sistem induktif yang memanfaatkan sensor elektronik dan motor getar untuk mensimulasikan sensasi klik.
Artinya, saat tombol ditekan, tidak ada kontak fisik antar-komponen seperti pada mouse konvensional. Sensasi tekan dihasilkan oleh motor haptic yang dapat diatur tingkat kekuatannya.
Menurut Logitech, pendekatan ini mampu memangkas latensi klik hingga 30 milidetik dibandingkan sistem tradisional. Dalam konteks esports kompetitif, selisih waktu sekecil itu bisa menentukan hasil pertandingan.
Artikel Lainnya:
Personalisasi Mendalam untuk Gamer Kompetitif
Salah satu keunggulan utama Logitech G Pro X2 Superstrike terletak pada tingkat personalisasi yang ditawarkan. Melalui software Logitech G HUB, pengguna dapat menyesuaikan berbagai parameter klik sesuai preferensi masing-masing.
Beberapa fitur penyesuaian yang tersedia antara lain:
Pengaturan ini memungkinkan gamer menyesuaikan respons klik sesuai dengan gaya bermain mereka, baik untuk genre FPS, MOBA, maupun battle royale.
Robin Piispanen, General Manager PRO dan SIM di Logitech G, menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar soal kecepatan.
“Kecepatan adalah kunci di setiap momen, dan setiap momen itulah yang menentukan kemenangan sebuah pertandingan. Dengan Superstrike, kami melampaui sekadar peningkatan kecepatan klik; kami membekali para profesional dengan kemampuan adaptasi dan personalisasi yang lebih mendalam,” ujarnya.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉Baca juga artikel tentang: Trump Izinkan Lima Raksasa Migas Beroperasi di Venezuela, Mengubah Lanskap Energi Global
Fokus pada Latensi dan Presisi
Dalam dunia esports profesional, latensi menjadi faktor krusial. Latensi klik yang lebih rendah berarti perintah dieksekusi lebih cepat oleh sistem, memberikan keunggulan mikro dalam duel satu lawan satu atau momen clutch.
Logitech mengklaim sistem HITS tidak hanya mempercepat respons, tetapi juga meningkatkan konsistensi klik. Karena tidak ada komponen mekanis yang aus akibat gesekan, performa diklaim lebih stabil dalam jangka panjang.
Teknologi ini juga berpotensi mengurangi risiko “double click issue” yang sering terjadi pada mouse dengan switch mekanis setelah pemakaian intensif.
Bagi atlet esports yang berlatih dan bertanding selama berjam-jam setiap hari, faktor daya tahan dan konsistensi ini menjadi pertimbangan utama.
Desain dan Target Pasar
Sebagai mouse gaming flagship, Logitech G Pro X2 Superstrike dirancang dengan pendekatan minimalis dan ergonomis khas lini Pro Series. Bobot ringan dan desain ambidextrous memungkinkan penggunaan nyaman untuk berbagai ukuran tangan.
Mouse ini ditujukan secara khusus untuk segmen esports profesional dan gamer kompetitif yang membutuhkan presisi tinggi. Di Indonesia, pasar gaming terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya jumlah turnamen dan komunitas esports.
Menurut berbagai laporan industri, Asia Tenggara termasuk Indonesia menjadi salah satu pasar gaming dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kehadiran perangkat inovatif seperti Superstrike memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis bagi produsen periferal gaming global.
Harga resmi rilis di Indonesia: sekitar Rp 3.278.200 saat mulai dijual pada 20 Februari 2026. Harga ini merupakan harga pasar ketika produk tersedia di toko online resmi Logitech G Official Store serta gerai retail gaming di tanah air.
Mouse gaming ini merupakan salah satu perangkat kelas atas dari Logitech yang menonjolkan teknologi terbaru berupa sistem klik haptic tanpa suara fisik, sensor Hero 2 hingga polling rate tinggi, serta daya baterai yang tahan lama — fitur-fitur yang membuatnya menarik bagi para gamer kompetitif.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Evolusi Mouse Gaming: Dari Mekanis ke Digital
Peluncuran Logitech G Pro X2 Superstrike menandai babak baru dalam evolusi mouse gaming. Selama dua dekade terakhir, peningkatan biasanya berfokus pada sensor DPI, polling rate, dan material switch.
Kini, Logitech mencoba mendefinisikan ulang konsep klik itu sendiri. Jika teknologi haptic induktif ini diterima luas oleh komunitas gamer, bukan tidak mungkin standar industri akan bergeser dari mekanis ke digital.
Namun, adopsi teknologi baru selalu memerlukan waktu. Gamer profesional dikenal memiliki preferensi yang sangat spesifik, terutama terkait feel atau sensasi klik. Oleh karena itu, fleksibilitas personalisasi menjadi kunci agar perangkat ini dapat diterima secara luas.
Rekomendasi Cakwar.com: Presiden Iran Masoud Pezeshkian Akui Gajinya Turun Jadi US$1.000, Soroti Krisis Ekonomi dan Kerusuhan
Tantangan dan Potensi di Pasar Indonesia
Indonesia memiliki basis gamer yang besar, dari pemain kasual hingga atlet esports profesional. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya periferal berkualitas tinggi, pasar mouse gaming premium juga berkembang.
Namun, segmen flagship tetap menyasar pengguna yang mengutamakan performa di atas harga. Logitech tampaknya optimistis bahwa inovasi teknologi HITS akan menjadi nilai jual utama.
Keunggulan respons, kustomisasi mendalam, serta klaim latensi lebih rendah menjadi daya tarik bagi gamer yang ingin meningkatkan performa kompetitif mereka.
Media sosial:
Penutup: Inovasi untuk Keunggulan Kompetitif
Peluncuran Logitech G Pro X2 Superstrike di Indonesia bukan sekadar penambahan lini produk baru. Ini adalah langkah strategis yang memperkenalkan pendekatan berbeda terhadap teknologi klik mouse gaming.
Dengan sistem haptic tanpa switch mekanis, personalisasi mendalam, dan fokus pada latensi rendah, perangkat ini menyasar gamer yang mengejar keunggulan di setiap milidetik pertandingan.
Apakah teknologi ini akan menjadi standar baru di industri periferal gaming? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, inovasi seperti ini menunjukkan bahwa kompetisi di dunia esports tidak hanya terjadi di arena pertandingan, tetapi juga di meja riset dan pengembangan.
Untuk mengikuti kabar teknologi terbaru, tren gaming, dan inovasi digital lainnya, Anda bisa membaca artikel menarik lainnya di media digital cakwar.com.
Iran Tuduh Israel Sabotase Negosiasi Nuklir dengan AS, Ali Larijani: Kami Tak Kembangkan Senjata Nuklir February 16, 2026 Rahmat Yanuar Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menghangat setelah Teheran menuduh...
Read MoreCak Imin Soroti Data PBI JKN Tak Tepat Sasaran, Desa Diminta Aktif Perbarui dan Saring Penerima February 16, 2026 Rahmat Yanuar Ketidaktepatan sasaran dalam program bantuan sosial kembali menjadi sorotan....
Read MoreWisatawan Thailand Kehilangan 7 Koper di Gunung Bromo, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian di Probolinggo February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kasus pencurian kembali mencoreng kawasan wisata. Rombongan wisatawan asal Thailand menjadi...
Read MoreIklan Sering Muncul di HP dan Mengganggu? Ini Penyebab dan Cara Menghilangkan Pop Up Secara Efektif February 16, 2026 Rahmat Yanuar Banyak orang merasa terganggu dengan iklan yang muncul terus-menerus...
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions