Longsoran salju besar menghantam sekelompok pendaki dan pemain ski di kawasan pegunungan dekat Lake Tahoe, Amerika Serikat. Tragedi yang terjadi di area Castle Peak itu menelan korban jiwa dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta komunitas ski setempat.
Tim penyelamat mengonfirmasi telah menemukan delapan jenazah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat longsoran salju pada Selasa lalu. Satu orang lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga telah meninggal dunia, sehingga total korban jiwa diperkirakan mencapai sembilan orang.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas rekreasi musim dingin di wilayah pegunungan menyimpan risiko besar, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Longsoran Seluas Lapangan Sepak Bola
Menurut laporan tim SAR setempat, longsoran salju yang terjadi memiliki lebar hampir setara lapangan sepak bola. Massa salju yang bergerak cepat menghantam kelompok berjumlah 15 orang yang tengah dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan ekspedisi ski selama tiga hari.
Kelompok tersebut terdiri dari 11 pemain ski rekreasi dan empat pemandu profesional. Mereka diketahui merupakan bagian dari tur yang diorganisasi oleh agen perjalanan petualangan Blackbird Mountain.
Dari total 15 orang yang terseret longsoran, enam orang berhasil diselamatkan dalam operasi darurat beberapa jam setelah kejadian. Para penyintas terdiri dari satu pemandu ski dan lima klien. Sementara itu, sembilan lainnya terkubur di bawah timbunan salju tebal.
Proses pencarian berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang. Selain medan yang terjal, wilayah tersebut terus diguyur salju tambahan hingga setebal 90 sentimeter dalam waktu singkat.
Evakuasi Berisiko Tinggi di Tengah Cuaca Ekstrem
Operasi penyelamatan dan pemulihan jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati. Cuaca ekstrem dan potensi longsoran susulan membuat setiap langkah tim SAR penuh risiko.
Delapan jenazah korban ditemukan di lokasi kejadian dalam beberapa hari pencarian. Hingga kini, satu korban lainnya masih belum ditemukan, namun otoritas setempat memperkirakan kemungkinan besar korban telah meninggal dunia.
Ketebalan salju yang terus bertambah membuat proses penggalian menjadi lebih berbahaya. Setiap pergerakan berat di area tersebut berpotensi memicu runtuhan baru. Karena itu, tim penyelamat menggunakan peralatan khusus, termasuk sensor pencari korban longsor dan anjing pelacak, untuk mempercepat proses identifikasi.
Pejabat setempat menyebutkan bahwa keselamatan tim penyelamat menjadi prioritas utama. Operasi tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa mengingat ancaman kondisi alam yang belum stabil.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Android 17 Beta 1 Meluncur, Xiaomi Siapkan HyperOS 4 Berbasis Android 17 untuk Puluhan Perangkat
Siapa Para Korban?
Kelompok yang menjadi korban diketahui merupakan pemain ski rekreasi berpengalaman yang didampingi pemandu profesional. Mereka baru saja menyelesaikan perjalanan tiga hari melintasi rute pegunungan di sekitar Castle Peak.
Di antara enam penyintas, satu orang adalah pemandu yang membantu mengarahkan evakuasi darurat saat longsoran terjadi. Lima lainnya merupakan klien dari Blackbird Mountain. Para penyintas langsung mendapatkan perawatan medis dan konseling psikologis setelah berhasil dievakuasi.
Identitas lengkap korban yang meninggal belum seluruhnya diumumkan secara resmi, menunggu proses pemberitahuan kepada keluarga.
Kawasan Rawan Longsor
Wilayah sekitar Lake Tahoe memang dikenal sebagai destinasi populer untuk ski dan aktivitas musim dingin. Setiap tahun, ribuan wisatawan datang menikmati salju tebal dan lanskap pegunungan yang menawan.
Namun, kawasan ini juga termasuk area dengan risiko longsoran salju yang cukup tinggi, terutama setelah badai salju besar. Longsor biasanya terjadi ketika lapisan salju baru menumpuk di atas lapisan lama yang tidak stabil, menciptakan bidang lemah yang mudah runtuh.
Berdasarkan data umum dari lembaga pemantau longsor di Amerika Serikat, kecelakaan akibat longsoran salju menewaskan rata-rata puluhan orang setiap musim dingin. Sebagian besar korban adalah pemain ski lintas alam, snowboarder, atau pendaki gunung yang berada di area backcountry—wilayah di luar jalur ski resmi.
Castle Peak sendiri dikenal sebagai lokasi favorit bagi pemain ski berpengalaman karena medannya yang menantang. Namun, justru di area seperti inilah risiko longsor lebih sulit diprediksi dibandingkan di resor ski yang memiliki sistem pengendalian salju.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Faktor Cuaca dan Tambahan Salju
Dalam beberapa hari sebelum kejadian, kawasan Lake Tahoe dilaporkan mengalami badai salju signifikan. Akumulasi salju baru yang mencapai hampir satu meter dalam waktu relatif singkat meningkatkan potensi ketidakstabilan lapisan salju.
Tambahan 90 sentimeter salju setelah kejadian juga memperburuk situasi. Lapisan baru tersebut menekan timbunan salju sebelumnya dan meningkatkan kemungkinan longsor susulan.
Kondisi ini membuat proses pemulihan jenazah tidak hanya sulit, tetapi juga berisiko tinggi. Tim penyelamat harus mempertimbangkan waktu terbaik untuk masuk ke lokasi tanpa membahayakan personel.
Rekomendasi Cakwar.com: Banjir Grobogan Rendam 45 Desa, 9.736 KK Terdampak akibat Luapan Sungai dan Tanggul Jebol
Pelajaran Keselamatan di Alam Bebas
Tragedi longsoran salju di Castle Peak menjadi pengingat penting tentang keselamatan dalam aktivitas alam bebas. Meski didampingi pemandu profesional dan memiliki pengalaman, risiko tetap ada—terutama ketika cuaca berubah ekstrem.
Ahli keselamatan pegunungan biasanya merekomendasikan beberapa langkah mitigasi, seperti memeriksa prakiraan longsor, membawa alat pelacak korban (avalanche beacon), sekop khusus, serta pelatihan penyelamatan mandiri. Namun, dalam kasus longsoran besar dan cepat, peluang selamat sering kali sangat bergantung pada faktor waktu dan posisi korban saat kejadian.
Otoritas setempat menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peringatan cuaca dan sistem informasi longsor yang berlaku sebelum kejadian. Tujuannya untuk memperkuat sistem peringatan dini di masa mendatang.
Duka Mendalam dan Solidaritas Komunitas
Komunitas ski di sekitar Lake Tahoe menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sejumlah acara penghormatan direncanakan dalam beberapa hari ke depan sebagai bentuk solidaritas.
Media sosial:
Sementara itu, penyintas masih dalam proses pemulihan fisik dan psikologis. Pengalaman terkubur atau menyaksikan rekan-rekan tertimbun salju merupakan trauma berat yang membutuhkan pendampingan jangka panjang.
Tragedi ini bukan hanya tentang angka korban, tetapi tentang keluarga, sahabat, dan komunitas yang kehilangan orang-orang tercinta.
Menjaga Keselamatan di Tengah Keindahan Alam
Longsoran salju di Castle Peak menunjukkan bahwa keindahan alam pegunungan selalu datang bersama risiko. Aktivitas rekreasi musim dingin memang menawarkan pengalaman tak terlupakan, namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan tetap menjadi kunci.
Dengan perubahan iklim yang memengaruhi pola cuaca global, intensitas badai salju dan ketidakstabilan lapisan salju dapat semakin sulit diprediksi. Karena itu, edukasi keselamatan dan sistem peringatan yang akurat menjadi semakin penting.
Perkembangan terbaru terkait operasi pencarian dan investigasi resmi akan terus dipantau. Untuk mengikuti kabar terkini dan ulasan mendalam lainnya seputar peristiwa global, sains, dan isu kemanusiaan, pembaca dapat menyimak artikel-artikel informatif lainnya di media digital cakwar.com.
Ledakan Toko Petasan di Hubei Tewaskan 12 Orang, Kebakaran Hanguskan Bangunan di Xiangyang February 19, 2026 Rahmat Yanuar Ledakan dahsyat mengguncang sebuah toko petasan di Kota Xiangyang, Provinsi Hubei, Tiongkok...
Read MoreArsenal Gagal Menang atas Wolves, Tekanan Perburuan Gelar Liga Inggris Kian Meningkat February 19, 2026 Rahmat Yanuar Perburuan gelar Liga Inggris musim 2025/2026 semakin memanas, dan Arsenal mulai merasakan tekanan...
Read MorePersib Bandung Tersingkir dari ACL 2 2025/2026, Menang 1-0 atas Ratchaburi FC Tak Cukup Lolos ke Perempat Final February 19, 2026 Rahmat Yanuar Perjalanan Persib Bandung di AFC Champions League...
Read MoreSaan Mustopa Tegaskan Ahmad Sahroni Tuntaskan Sanksi MKD, Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR February 19, 2026 Rahmat Yanuar Dinamika politik di Senayan kembali bergulir. Wakil Ketua Umum Partai...
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions