Praktik penipuan digital kembali memakan korban. Kali ini, modus eTilang palsu yang mengatasnamakan Kejaksaan Agung berhasil diungkap aparat kepolisian. Para pelaku menyebarkan tautan phishing melalui SMS blast massal, menjerat korban yang mengira menerima tagihan resmi denda pelanggaran lalu lintas.
Kasus ini bukan sekadar penipuan biasa. Di balik layar, polisi menemukan jaringan terorganisir yang diduga dikendalikan warga negara asing (WNA) dari luar negeri. Sebanyak lima tersangka telah diamankan, ratusan tautan palsu diblokir, dan penyelidikan masih terus dikembangkan.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Awal Terungkapnya Kasus eTilang Palsu
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus ini bermula dari laporan yang masuk melalui Kejaksaan Agung. Laporan tersebut menyoroti adanya situs mencurigakan yang menyerupai laman resmi pembayaran e-tilang milik institusi tersebut.
Dari penelusuran awal, aparat menemukan 11 link phishing yang tampilannya dibuat sangat mirip dengan situs resmi. Logo, tata letak, hingga format pembayaran dirancang untuk meyakinkan korban.
“Para pelaku menyebarkan tautan palsu melalui metode SMS blast dari lima nomor handphone ini, yang nantinya akan berkembang menjadi beberapa nomor handphone,” ujar Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, Rabu (25/2/2026).
Modusnya sederhana tetapi efektif. Korban menerima SMS dari nomor tak dikenal yang berisi informasi denda pelanggaran lalu lintas dan tautan untuk melakukan pembayaran. Karena format pesan terlihat formal dan mencatut nama Kejaksaan Agung, banyak penerima pesan yang langsung mempercayainya.
Artikel Lainnya:
Kronologi Korban Tertipu
Kasus serupa juga ditemukan di wilayah Polda Sulawesi Tengah dengan pola hampir identik. Setelah korban mengklik tautan dalam SMS, mereka diarahkan ke situs e-tilang palsu yang tampilannya sangat menyerupai website resmi.
Di situs tersebut, korban diminta memasukkan data pribadi seperti nama, nomor identitas, alamat email, hingga data kartu kredit atau kartu debit. Tanpa disadari, informasi tersebut langsung dimanfaatkan pelaku untuk melakukan transaksi ilegal.
Salah satu korban mengalami kerugian sebesar 2.200 riyal atau sekitar Rp 8,8 juta akibat transaksi debit yang tidak sah. Nilai ini menunjukkan bahwa pelaku menyasar korban lintas negara atau menggunakan sistem pembayaran internasional.
Temuan ini menjadi pintu masuk bagi aparat untuk melakukan patroli siber lebih luas. Hasilnya cukup mencengangkan.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: 30 Legislator Demokrat Boikot Pidato State of the Union Donald Trump, Ketegangan Politik AS Memanas Jelang Pemilu Sela
124 Link Phishing Tambahan dan 6 Nomor SMS Blast
Dari pengembangan penyelidikan, polisi menemukan 124 tautan website phishing tambahan yang memiliki pola serupa. Selain itu, terdapat enam nomor ponsel lain yang digunakan untuk aktivitas SMS blasting.
Perangkat yang dipakai para pelaku mampu mengirim hingga 3.000 SMS per hari ke berbagai nomor secara acak. Dengan kapasitas sebesar itu, potensi korban dalam waktu singkat sangat besar.
Teknik SMS blasting sendiri bukan hal baru dalam kejahatan siber. Modus ini sering digunakan untuk menyebarkan tautan penipuan perbankan, undian palsu, hingga pajak kendaraan. Namun, pencatutan nama institusi penegak hukum seperti Kejaksaan Agung membuat modus eTilang palsu ini terasa lebih meyakinkan.
Peran Lima Tersangka
Kepolisian mengamankan lima orang tersangka di dua lokasi berbeda, yakni Jawa Tengah dan Banten. Masing-masing memiliki peran berbeda dalam jaringan ini:
Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa jaringan ini dikendalikan oleh WNA asal China. Himawan menyebut tersangka WTP, FN, dan RW bergerak di bawah kendali dua akun Telegram bernama Lee SK dan Daisy Qiu.
Selain itu, ada nama lain yang disebut, yakni Chen Jiejie, yang disebut telah berhubungan dengan salah satu tersangka sejak 2023 dan aktif bekerja sama sejak Februari 2025.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Para WNA tersebut diduga mengirimkan perangkat sim box ke Indonesia sebanyak dua kali, yakni pada September dan Desember 2025. Perangkat ini memungkinkan pengiriman SMS dalam jumlah besar dengan memanfaatkan banyak kartu SIM sekaligus.
Sistem dikendalikan dari jarak jauh di China, sementara operator di Indonesia memantau kinerja pengiriman melalui aplikasi bernama TVs untuk melihat jumlah SMS yang berhasil maupun gagal terkirim.
Ancaman Hukuman Berat
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE), penipuan, serta pencucian uang jika terbukti aliran dana melibatkan skema lanjutan.
Ancaman hukuman maksimal mencapai 15 tahun penjara dan denda hingga Rp 12 miliar. Hukuman ini mencerminkan keseriusan aparat dalam memberantas kejahatan siber yang semakin masif.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus phishing di Indonesia memang menunjukkan tren peningkatan. Otoritas siber nasional berulang kali mengingatkan bahwa masyarakat harus waspada terhadap pesan mencurigakan, terutama yang menyertakan tautan dan meminta data sensitif.
Rekomendasi Cakwar.com: Mourinho Disorot Usai Komentar soal Vinicius Junior, John Obi Mikel Desak Minta Maaf atas Isu Rasisme
Imbauan Kepolisian: Jangan Mudah Percaya SMS Tautan
Himawan Bayu Aji mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada SMS dari nomor tidak dikenal, apalagi yang mengatasnamakan instansi pemerintah dan menyertakan link pembayaran.
“Selalu cek dan ricek keaslian website atau situs sebelum memasukkan data pribadi atau data perbankan. Jika ragu, segera konfirmasi ke customer service bank atau instansi terkait,” ujarnya.
Secara umum, lembaga resmi tidak pernah meminta data kartu kredit atau password melalui SMS. Selain itu, alamat website resmi biasanya menggunakan domain yang jelas dan aman, serta tidak mengandung susunan karakter aneh atau tambahan simbol mencurigakan.
Masyarakat juga disarankan untuk:
Kesadaran digital menjadi kunci utama. Di era serba daring, kelengahan sekecil apa pun bisa berujung kerugian finansial yang tidak sedikit.
Media sosial:
Refleksi: Kejahatan Siber Kian Canggih
Kasus eTilang palsu ini menjadi pengingat bahwa kejahatan siber terus berevolusi. Pelaku tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga psikologi korban—memainkan rasa takut akan sanksi hukum agar korban segera membayar tanpa berpikir panjang.
Kolaborasi lintas negara dalam jaringan ini juga menunjukkan bahwa penanganan kejahatan digital membutuhkan kerja sama internasional yang solid. Tanpa koordinasi yang kuat, pelaku dapat dengan mudah mengendalikan aksi dari luar negeri.
Penindakan tegas aparat patut diapresiasi, tetapi pencegahan tetap menjadi benteng pertama. Literasi digital masyarakat harus terus ditingkatkan agar tidak menjadi sasaran empuk.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain atau korban tambahan. Polisi juga membuka ruang bagi masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor.
Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar hukum, kriminal, dan isu digital lainnya, simak artikel menarik dan informatif lainnya di media digital cakwar.com. Tetap waspada, tetap kritis, dan jangan mudah tergiur atau terintimidasi pesan yang belum jelas kebenarannya.
Polisi Bongkar Modus eTilang Palsu Catut Kejaksaan Agung, 5 Tersangka Ditangkap dan 135 Link Phishing Ditemukan February 25, 2026 Rahmat Yanuar Praktik penipuan digital kembali memakan korban. Kali ini, modus...
Read MoreKisah Qais bin Shirmah RA Pingsan Saat Puasa, Latar Turunnya Al-Baqarah 187 dan Makna Bijak di Baliknya February 25, 2026 Rahmat Yanuar Puasa Ramadan yang dijalankan umat Islam hari ini...
Read More30 Legislator Demokrat Boikot Pidato State of the Union Donald Trump, Ketegangan Politik AS Memanas Jelang Pemilu Sela February 25, 2026 Rahmat Yanuar Sebanyak 30 legislator dari Partai Demokrat Amerika...
Read MoreMourinho Disorot Usai Komentar soal Vinicius Junior, John Obi Mikel Desak Minta Maaf atas Isu Rasisme February 25, 2026 Rahmat Yanuar Nama Jose Mourinho kembali menjadi perbincangan publik sepak bola....
Read MoreBocoran iPhone 17e: Rilis 19 Februari 2026 dengan Harga Mulai 599 Dollar AS? February 16, 2026 Rahmat Yanuar Kabar mengenai iPhone 17e kembali mencuat dan memicu perbincangan di kalangan penggemar...
Read MoreiOS 26.3 Resmi Dirilis, Apple Permudah Transfer Data dari iPhone ke Android February 12, 2026 Rahmat Yanuar Apple kembali menghadirkan pembaruan sistem operasi lewat iOS 26.3 dengan sejumlah perubahan yang...
Read MoreSkor DxOMark 2025: Huawei Pura 80 Ultra Kalahkan iPhone 17 Pro untuk Kamera, Tapi Apple Unggul di Video February 12, 2026 Rahmat Yanuar Setiap kali Apple meluncurkan iPhone generasi terbaru,...
Read MoreApple Luncurkan iPhone 17e 19 Februari 2026, Seri Ekonomis dengan Chip A19 dan Apple Intelligence 2.0 February 11, 2026 Rahmat Yanuar iPhone 17e jadi lini ramah anggaran pertama Apple yang...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions