Potret Pojok Kota Surabaya: Jalan Menur Pas Pasar Manyar Butuh Sentuhan Humanis Pemkot

Potret Kota yang Tak Selalu Indah

Surabaya dikenal sebagai kota besar dengan pembangunan pesat. Gedung-gedung menjulang, taman kota semakin tertata, dan jalannya makin rapi. Namun, di balik itu semua, masih ada sudut-sudut kota yang luput dari perhatian. Salah satunya ada di Jalan Menur, tepat di sekitar Pasar Manyar.

Kawasan ini setiap hari dipadati oleh lalu lintas kendaraan dan aktivitas pedagang pasar. Akibatnya, sering terjadi kemacetan, jalan menyempit, bahkan potensi kecelakaan. Potret ini seakan menjadi catatan bahwa tidak semua pojok kota Surabaya mendapat penanganan khusus yang layak.

Jalan Menur dan Dinamika Pasar Manyar

Pasar Manyar adalah salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat. Dari pagi hingga siang, pedagang sibuk menggelar dagangannya sementara pembeli berdesakan mencari kebutuhan harian. Sayangnya, posisi pasar yang menempel langsung dengan jalan utama membuat situasi jadi rumit.

Pedagang sering kali menggunakan bahu jalan untuk berjualan atau parkir, sementara arus kendaraan tidak bisa dihindari. Hasilnya: jalan macet, pengguna jalan kesal, pedagang pun serba salah.

Inilah potret klasik perkotaan: antara kebutuhan ekonomi rakyat kecil dengan ketertiban lalu lintas yang sama-sama penting.

Butuh Sentuhan Humanis dari Pemkot

Permasalahan Jalan Menur dan Pasar Manyar tidak bisa hanya diselesaikan dengan cara represif, misalnya sekadar menertibkan pedagang atau melakukan razia. Yang dibutuhkan adalah sentuhan humanis dari Pemerintah Kota Surabaya.

Pemkot perlu menghadirkan solusi yang saling menguntungkan:

  • Bagi pedagang, mereka butuh ruang aman untuk mencari nafkah tanpa takut digusur.
  • Bagi pengguna jalan, mereka ingin kelancaran tanpa harus terjebak macet.

Menurut Cak War:

“Butuh perhatian khusus dari Pemkot agar tidak ada yang dirugikan, baik pengguna jalan maupun para pedagang di Pasar Manyar. Harmoni kota bisa terwujud kalau semua pihak merasa diakomodasi.”

Solusi yang Bisa Dipertimbangkan

Beberapa langkah yang bisa jadi alternatif penanganan antara lain:

  1. Penataan Ulang Area Pasar

Membuat area khusus untuk pedagang kaki lima agar tidak tumpah ke jalan. Bisa berupa lahan parkir yang disulap sementara menjadi lapak jualan.

  1. Manajemen Lalu Lintas

Pengaturan arus kendaraan dengan sistem buka-tutup atau jalur alternatif di jam padat bisa membantu mengurai kemacetan.

  1. Dialog dan Kolaborasi

Pemkot, pedagang, dan warga harus duduk bersama. Solusi tanpa dialog hanya akan menciptakan konflik baru.

  1. Revitalisasi Pasar Manyar

Jika memungkinkan, renovasi pasar agar lebih modern dengan area parkir luas, sehingga tidak mengganggu arus kendaraan.

Potret Kota yang Berkeadilan

Permasalahan seperti di Jalan Menur bukan hanya soal kemacetan. Ini adalah wajah keadilan kota. Bagaimana pemerintah mengatur ruang publik agar semua lapisan masyarakat merasa diuntungkan.

Jika hanya pengguna jalan yang diperhatikan, pedagang akan terpinggirkan. Sebaliknya, jika hanya pedagang yang dilindungi, lalu lintas jadi korban. Maka, yang dibutuhkan adalah kebijakan seimbang.

Penutup: Membangun Kota dengan Hati

Potret pojok kota Surabaya di Jalan Menur Pasar Manyar adalah pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur megah. Ada sisi humanis yang harus diperhatikan, terutama saat berhubungan dengan rakyat kecil.

Menurut Cak War,

“Kota yang besar bukan hanya diukur dari gedung tinggi, tapi dari keberanian pemerintahnya menghadirkan solusi yang adil bagi rakyat kecil dan masyarakat luas.”

Dengan sentuhan yang tepat, pojok kecil kota bisa berubah jadi potret indah kebersamaan. Dan dari sinilah, Surabaya bisa benar-benar disebut sebagai kota yang manusiawi.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions