Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa Tolak Normalisasi Hubungan Langsung dengan Israel

Suriah Tolak Normalisasi Langsung dengan Israel

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menegaskan bahwa negaranya tidak akan melakukan perundingan langsung dengan Israel untuk saat ini. Pernyataan ini disampaikan pada Senin (10/11/2025), di tengah upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghidupkan kembali Abraham Accords, perjanjian yang mengupayakan normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Muslim.

Menurut Sharaa, situasi Suriah sangat berbeda dari negara lain yang telah menandatangani perjanjian tersebut. “Suriah berbatasan langsung dengan Israel, dan Israel telah menduduki Dataran Tinggi Golan sejak 1967. Kami tidak akan bernegosiasi secara langsung saat ini,” tegasnya dalam konferensi pers di Damaskus.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Ia menambahkan bahwa setiap upaya negosiasi harus memperhatikan kepentingan kedaulatan Suriah dan kondisi geopolitik kawasan yang masih sangat kompleks.

Pendudukan Israel di Golan Jadi Alasan Utama

Salah satu alasan utama penolakan Suriah terhadap normalisasi hubungan adalah pendudukan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Wilayah strategis ini direbut oleh Israel dari Suriah dalam perang enam hari pada tahun 1967 dan hingga kini menjadi sumber konflik berkepanjangan antara kedua negara.

Sharaa menegaskan bahwa selama pendudukan tersebut masih berlangsung, Suriah tidak akan mempertimbangkan langkah diplomatik apa pun yang mengarah pada normalisasi. Ia juga menyoroti bahwa sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada 2024, wilayah Golan bahkan semakin diperluas oleh Israel melalui kebijakan permukiman baru.

“Bagaimana mungkin kami membicarakan perdamaian dengan pihak yang masih menduduki tanah kami?” ujar Sharaa menegaskan. “Normalisasi hanya bisa terjadi jika keadilan ditegakkan dan wilayah kami dikembalikan.”

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang:  Setelah Guncang Filipina, Topan Fung-Wong Bergerak Menuju Taiwan: Warga Mulai Dievakuasi

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Damaskus tetap berpegang pada prinsip teritorial dan menolak tekanan diplomatik apa pun dari luar.

Upaya Trump Hidupkan Kembali Abraham Accords

Langkah Presiden AS Donald Trump untuk menghidupkan kembali Abraham Accords menjadi sorotan dunia internasional. Perjanjian tersebut pertama kali diluncurkan pada masa jabatan pertamanya dan bertujuan menormalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Muslim.

Sejauh ini, empat negara telah menandatangani kesepakatan itu: Bahrain, Maroko, Sudan, dan Uni Emirat Arab. Sementara itu, Kazakhstan menjadi negara kelima yang bergabung pada pekan lalu.

Menurut Gedung Putih, Trump ingin memperluas jangkauan diplomasi Timur Tengah, termasuk dengan Suriah, Lebanon, dan Arab Saudi. Namun, penolakan Suriah menjadi tantangan besar bagi keberlanjutan inisiatif tersebut.

Meski demikian, Sharaa menyebut bahwa pihaknya tidak menutup pintu sepenuhnya untuk masa depan. Ia menyatakan kemungkinan negosiasi baru bisa muncul “jika pemerintahan Amerika Serikat di bawah Trump benar-benar bersikap netral dan membantu membuka jalur komunikasi yang adil.”

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Posisi Suriah di Tengah Dinamika Timur Tengah

Penolakan Suriah terhadap normalisasi juga merefleksikan posisi geopolitik negara itu di kawasan Timur Tengah. Setelah bertahun-tahun dilanda perang saudara dan intervensi asing, Damaskus kini berupaya memulihkan kedaulatan nasional serta memperkuat hubungan dengan negara-negara sekutunya seperti Iran dan Rusia.

Kebijakan luar negeri Suriah yang berhati-hati terhadap Israel mencerminkan keinginan untuk mempertahankan prinsip perjuangan Palestina dan menolak dominasi politik Barat di kawasan.

Analis politik Timur Tengah menilai bahwa langkah Sharaa ini akan memperkuat posisi Suriah di blok anti-Israel, namun juga berpotensi memperlambat proses rekonsiliasi kawasan yang diupayakan oleh Amerika Serikat.

Rekomendasi Cakwar.com :  Rusia Klaim Rebut Tiga Desa Lagi di Garis Depan, Kremlin Sebut Keyakinan Eropa Soal Ukraina Sebagai Delusi

Masa Depan Hubungan Suriah-Israel Masih Abu-Abu

Meski menolak perundingan langsung saat ini, banyak pihak percaya bahwa pintu diplomasi tidak sepenuhnya tertutup. Sharaa dikenal sebagai pemimpin yang realistis dan memahami pentingnya stabilitas regional bagi pembangunan Suriah pasca-perang.

Namun, syarat utama tetap jelas: *Israel harus menghentikan pendudukan di Golan dan menunjukkan itikad baik terhadap resolusi damai. Selama kondisi itu belum terpenuhi, kemungkinan besar Suriah akan tetap bersikap keras terhadap setiap tawaran normalisasi.

“Perdamaian sejati tidak bisa dibangun di atas ketidakadilan,” tutup Sharaa dalam pidatonya.

Media sosia:

 

Penutup: Diplomasi dan Kedaulatan Masih Jadi Kunci Perdamaian

Penolakan Presiden Ahmed al-Sharaa terhadap normalisasi hubungan dengan Israel menunjukkan bahwa isu kedaulatan dan keadilan masih menjadi inti persoalan di Timur Tengah. Meskipun AS berupaya memperluas pengaruhnya lewat Abraham Accords, Suriah tetap berpegang pada prinsip kemerdekaan wilayahnya.

Apakah masa depan akan membawa perubahan sikap? Hanya waktu dan kondisi politik regional yang dapat menjawab.

Untuk berita internasional terkini, analisis politik global, dan informasi edukatif lainnya, kunjungi [cakwar.com](https://cakwar.com) — sumber berita terpercaya yang menginspirasi dan membuka wawasan dunia Anda.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions