Profesor NTU Singapura Angkat Bicara Soal Pendidikan Gibran
Pernyataan mengejutkan datang dari Prof. Sulfikar Amir, seorang profesor di Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Ia menyoroti riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, yang selama ini sering disebut menempuh pendidikan di luar negeri.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Dalam penjelasannya, Prof. Sulfikar menguraikan bahwa Gibran hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat O-Level di Singapura, yang setara dengan SMP plus kelas 1 SMA di Indonesia.
“Kalau memakai standar Singapura, Gibran hanya menyelesaikan O-Level. Artinya, tidak setara dengan SMA,” jelas Prof. Sulfikar.
Apa Itu O-Level dalam Sistem Pendidikan Singapura?
Perbedaan Sistem Pendidikan Indonesia dan Singapura
Di Singapura, O-Level (Ordinary Level) merupakan ujian nasional yang diambil setelah empat atau lima tahun pendidikan menengah pertama. Biasanya, siswa melanjutkan ke A-Level (Advanced Level) untuk masuk universitas.
Artinya, O-Level hanya memenuhi sebagian dari jenjang pendidikan menengah, dan tidak mencakup seluruh materi yang dipelajari di SMA.
Sementara itu, di Indonesia, lulusan SMA dianggap telah menuntaskan pendidikan menengah penuh dan bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.
👉 Baca juga artikel tentang KPK Umumkan 21 Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim
Tempat dan Daftar Harga Service Apple Surabaya: IJOE PRICELIST UPDATE
Riwayat Pendidikan Gibran Rakabuming
Gibran Rakabuming memulai perjalanan pendidikannya di kota Solo, di mana ia menempuh sekolah dasar hingga dua tahun di jenjang sekolah menengah pertama. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Orchid Park Secondary School, Singapura, dan berhasil menyelesaikan pendidikan setara dengan O-Level.
Usai menamatkan pendidikan tersebut, Gibran dikabarkan melanjutkan studi ke luar negeri. Namun, ia tidak menempuh jalur A-Level atau pendidikan SMA penuh di Singapura, yang umumnya menjadi prasyarat untuk masuk ke universitas dalam negeri.
Keterangan ini sempat menjadi perbincangan di kalangan warganet dan pemerhati pendidikan, karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa Gibran menuntaskan pendidikan yang lebih tinggi di luar negeri.
Reaksi Publik dan Makna Pendidikan dalam Dunia Politik
Meski demikian, publik terbelah dalam menanggapi hal ini. Sebagian menilai latar pendidikan formal bukan satu-satunya tolak ukur kemampuan seseorang dalam memimpin, sementara yang lain menilai transparansi riwayat pendidikan publik figur adalah hal penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Di sisi lain, pernyataan Profesor Sulfikar ini membuka kembali diskusi mengenai kualitas pendidikan di Singapura dan perbandingannya dengan sistem Indonesia, terutama dalam hal kesetaraan jenjang dan akreditasi.
Cak War merekomendasikan: Forto – Premium Gadget Repair Service tempat service handphone android terpercaya di surabaya
Kesimpulan: Pendidikan Adalah Dasar, Tapi Integritas Tetap Utama
Kasus ini bukan semata tentang siapa Gibran, melainkan tentang pemahaman masyarakat terhadap sistem pendidikan internasional. Perbedaan istilah dan jenjang seperti O-Level dan A-Level seringkali menimbulkan persepsi yang keliru.
“Latar belakang pendidikan menjadi aspek penting bagi setiap pejabat publik, terlebih bagi calon wakil presiden Republik Indonesia. Hal ini sejalan dengan ketentuan yang mengatur bahwa calon pemimpin nasional harus memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai untuk menjalankan tanggung jawab kenegaraan.” imbuh Cak War
📌 Baca juga artikel tentang: Kisah Inspiratif Albert Lukas Hasugian: Mahasiswa ITB Berprestasi 2025 dan Pencetus Paduan Biru, Fashion Berkelanjutan dari Limbah Denim
Jare Simbah “Pendhidhikan iku pondhasar utama kanggo urip luwih becik. Tanpa kawruh sing jero, angel dadi pemimpin sing bisa nggawa owah-owahan kanggo nagara.”
(Pendidikan adalah dasar utama untuk hidup yang lebih baik. Tanpa pengetahuan yang mendalam, sulit menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi negara.)
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi Asabri Tapi Masih Terima Gaji: Mengapa Begitu? July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa elus dada saat membaca berita hukum di tanah air?...
Read MoreEks Dirut KBS Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar: Ironi Gelar Doktor Akuntabilitas July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) bersama keluarga untuk menikmati...
Read MoreKejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi BGN! Ulasan Skandal Pengadaan July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa sangat kecewa ketika program pemerintah yang niat awalnya mulia untuk kesejahteraan masyarakat justru...
Read MoreMotor Listrik BGN Rp1 Triliun Berujung Korupsi dan Disegel Kejagung July 24, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda membayangkan membeli kendaraan atau perangkat canggih dengan harga mahal, tetapi begitu barang sampai...
Read MoreiMac Kesayangan Makin Lemot? Waspadai 6 Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Performa iMac Drop July 24, 2026 Rahmat Yanuar Meringis melihat ikon rainbow ball (spinning beach ball) berputar-putar tanpa henti...
Read MoreCuma Buka Browser tapi MacBook Panas Membara? Ini 5 Pemicu Tersembunyi July 24, 2026 Rahmat Yanuar Lagi asyik santai sambil membuka beberapa tab di peramban web untuk membaca berita politik...
Read MoreBisa Bikin Lemot dan Baterai Boros! Ini Dampak Buruk Jarang Me-Restart iPhone Anda July 23, 2026 Rahmat Yanuar Coba ingat-ingat kembali, kapan terakhir kali Anda mematikan atau me-restart iPhone kesayangan...
Read MoreJangan Langsung Update! Lakukan 6 Hal Penting Ini Sebelum Upgrade iPadOS July 23, 2026 Rahmat Yanuar Melihat notifikasi pembaruan sistem operasi iPadOS terbaru di layar tablet dan ingin langsung menekan...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions