Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Jadi Prioritas Mutlak Usai Berakhirnya New START

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa pengembangan kekuatan nuklir Rusia kini menjadi “prioritas mutlak”, menyusul berakhirnya perjanjian nuklir terakhir antara Moskow dan Washington. Pernyataan tersebut menandai babak baru dalam dinamika keamanan global, di tengah memanasnya hubungan Rusia dengan Barat dan menjelang empat tahun konflik di Ukraina.

Pesan itu disampaikan Vladimir Putin melalui pidato video pada peringatan “Hari Pembela Tanah Air” Rusia, sebuah hari libur nasional yang identik dengan perayaan militer dan patriotisme yang didukung Kremlin. Momentum pidato tersebut dinilai bukan kebetulan, mengingat situasi geopolitik yang masih tegang dan absennya pakta pengendalian senjata strategis antara Rusia dan Amerika Serikat.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Triad Nuklir dan Strategi Pencegahan

Dalam pidatonya, Putin menyatakan bahwa pengembangan triad nuklir—yang terdiri dari peluncur darat, laut, dan udara—akan terus menjadi fokus utama. Menurutnya, triad nuklir menjamin keamanan Rusia serta memastikan pencegahan strategis yang efektif dan keseimbangan kekuatan global.

“Pengembangan triad nuklir, yang menjamin keamanan Rusia dan memastikan pencegahan strategis yang efektif serta keseimbangan kekuatan di dunia, tetap menjadi prioritas mutlak,” ujar Putin.

Konsep triad nuklir selama ini menjadi fondasi doktrin pertahanan negara-negara pemilik senjata nuklir. Dengan memiliki kemampuan peluncuran dari berbagai platform, sebuah negara diyakini mampu mempertahankan daya tangkal meskipun satu komponen sistemnya diserang lebih dahulu.

Rusia dan Amerika Serikat merupakan dua kekuatan nuklir terbesar di dunia. Selama beberapa dekade, keduanya terikat dalam berbagai perjanjian pengendalian senjata untuk membatasi jumlah hulu ledak strategis dan sistem peluncurnya.

Berakhirnya New START dan Dampaknya

Namun, situasi berubah ketika perjanjian New START resmi berakhir awal bulan ini. Perjanjian yang ditandatangani pada 2010 itu membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan oleh masing-masing pihak dan menyediakan mekanisme verifikasi serta inspeksi.

Dengan berakhirnya New START, Moskow dan Washington tidak lagi terikat oleh pakta pengendalian senjata apa pun. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat keamanan internasional tentang potensi perlombaan senjata baru.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomendedPricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Satuan Tugas Intelijen AS Bantu Operasi Militer Meksiko Tewaskan El Mencho, Gelombang Kekerasan Meluas

Dalam pidatonya, Putin berjanji untuk terus “memperkuat angkatan darat dan angkatan laut” Rusia. Ia menekankan bahwa pengalaman militer selama hampir empat tahun konflik akan menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kesiapan tempur.

“Semua unit angkatan bersenjata akan ditingkatkan, termasuk kesiapan tempur, mobilitas, dan kemampuan mereka untuk beroperasi dalam semua kondisi, bahkan yang paling sulit,” katanya.

Penguatan militer ini mencakup modernisasi peralatan, peningkatan teknologi persenjataan, serta pelatihan yang lebih intensif. Rusia dalam beberapa tahun terakhir memang memperkenalkan sejumlah sistem senjata baru, termasuk rudal hipersonik yang diklaim mampu menembus pertahanan udara modern.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Dimensi Geopolitik dan Respons Global

Penegasan prioritas nuklir Rusia muncul dalam konteks hubungan yang memburuk dengan Barat. Sejak konflik Ukraina dimulai, sanksi ekonomi diberlakukan terhadap Moskow, sementara negara-negara anggota NATO meningkatkan dukungan militer bagi Kyiv.

Absennya perjanjian pengendalian senjata strategis berpotensi memperbesar ketegangan, terutama jika kedua pihak memutuskan untuk meningkatkan jumlah atau jenis sistem nuklir yang dikerahkan.

Pengamat menilai bahwa pernyataan Putin tidak hanya ditujukan untuk audiens domestik, tetapi juga sebagai pesan geopolitik kepada dunia. Dalam sistem internasional yang semakin multipolar, isu keseimbangan kekuatan dan pencegahan strategis kembali menjadi perdebatan utama.

Di sisi lain, sejumlah negara menyerukan pentingnya dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Sejarah Perang Dingin menunjukkan bahwa mekanisme pengendalian senjata berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mencegah kesalahpahaman yang berpotensi fatal.

Rekomendasi Cakwar.com: Pelaku Pembunuhan Remaja HMZ di Sungai Kedung Winong Malang Ditangkap, Polisi Dalami Motif

Tantangan Stabilitas Strategis

Ketiadaan perjanjian formal antara dua kekuatan nuklir utama dunia menghadirkan tantangan baru bagi stabilitas global. Tanpa mekanisme verifikasi dan transparansi, risiko salah perhitungan (miscalculation) meningkat.

Selain itu, perkembangan teknologi militer—seperti senjata hipersonik, sistem siber, dan kecerdasan buatan—menambah kompleksitas dalam pengaturan kontrol senjata modern.

Meski demikian, sejumlah analis berpendapat bahwa kepentingan bersama untuk menghindari konflik nuklir terbuka tetap menjadi faktor penyeimbang. Dalam beberapa dekade terakhir, meskipun ketegangan meningkat, kedua pihak umumnya berusaha menjaga komunikasi di tingkat tertentu.

Media sosial:

 

Penutup

Pernyataan Vladimir Putin tentang prioritas mutlak pengembangan kekuatan nuklir Rusia menandai fase penting dalam dinamika keamanan global pasca-New START. Di tengah konflik Ukraina yang belum mereda, fokus pada triad nuklir dan modernisasi militer memperlihatkan arah kebijakan pertahanan Moskow ke depan.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas strategis dunia tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada keberadaan dialog dan kerangka kerja internasional yang mampu membangun kepercayaan.

Perkembangan isu ini akan terus menjadi perhatian dunia, terutama terkait dampaknya terhadap keamanan regional dan global. Untuk membaca analisis mendalam dan berita internasional lainnya, pembaca dapat mengunjungi artikel-artikel terbaru di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions