Roy Suryo Bandingkan Kasus Tuduhan Ijazah Jokowi dengan Hellyana, Soroti Prinsip Equality Before the Law

Polemik Tuduhan Ijazah Kembali Mencuat ke Publik

Isu dugaan ijazah palsu kembali menjadi perbincangan publik setelah Roy Suryo, tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, angkat bicara di ruang publik. Dalam pernyataannya, Roy Suryo membandingkan kasus yang menyeret namanya dengan perkara dugaan ijazah palsu Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana.

Pernyataan tersebut disampaikan Roy Suryo dalam program Sapa Indonesia Malam di KompasTV pada Kamis (25/12/2025). Ia menilai penegakan hukum seharusnya dilakukan secara adil tanpa memandang status sosial maupun jabatan seseorang. Isu ini pun memantik diskusi luas mengenai konsistensi aparat penegak hukum dalam menangani perkara serupa.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Roy Suryo Angkat Isu Keadilan Hukum

Perbandingan Kasus Jokowi dan Hellyana

Dalam wawancara tersebut, Roy Suryo menyinggung kasus Hellyana yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan ijazah palsu. Menurutnya, jika penegakan hukum dilakukan secara adil, maka prinsip yang sama seharusnya berlaku dalam seluruh perkara dengan substansi serupa.

“Kalau fair ya, contohnya kayak Hellyana, Wakil Gubernur Bangka Belitung itu kena ijazah palsu, kena juga, padahal yang melapor cuma anak mahasiswa,” ujar Roy Suryo. Ia menegaskan bahwa proses hukum tidak semestinya bergantung pada siapa pelapornya atau siapa pihak terlapor.

Sorotan pada Equality Before the Law

Roy Suryo juga menekankan pentingnya prinsip equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum. Menurutnya, prinsip tersebut harus diwujudkan dalam praktik, bukan sekadar jargon. Ia menyebut bahwa jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka pasal-pasal pidana terkait seharusnya dapat diterapkan secara konsisten.

“Kalau fair ya, equality before the law harusnya ada indikasi itu kena Pasal 363, 263, atau 264, bisa kena juga,” lanjutnya. Pernyataan ini menambah panjang daftar perdebatan publik mengenai keadilan hukum di Indonesia.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉 Baca juga artikel tentang: Video Raffi Ahmad Bikin Staf Liverpool Terkejut, Pamer Foto Bareng Michael Owen dan Followers 76 Juta

Pasal yang Disoroti dalam Kasus Ijazah Palsu

Potensi Jerat Hukum

Pasal-pasal yang disebut Roy Suryo berkaitan dengan tindak pidana pemalsuan surat dan dokumen. Pasal 263 dan 264 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengatur ancaman pidana bagi pelaku pemalsuan dokumen, termasuk ijazah, dengan ancaman hukuman penjara yang tidak ringan.

Dalam berbagai kasus, pasal ini sering digunakan untuk menjerat pelaku pemalsuan identitas atau dokumen pendidikan. Namun, penerapannya kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika melibatkan tokoh politik atau pejabat negara.

Konsistensi Penegakan Hukum Jadi Pertanyaan

Perbandingan yang disampaikan Roy Suryo memunculkan pertanyaan mendasar: apakah hukum benar-benar ditegakkan secara konsisten? Sebagian pihak menilai aparat penegak hukum sudah bekerja sesuai prosedur, sementara yang lain menganggap ada ketimpangan dalam penanganan kasus yang menyentuh figur publik.

Isu ini semakin sensitif karena menyangkut nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang sebelumnya telah berulang kali membantah tuduhan ijazah palsu dan menyatakan dokumen pendidikannya sah secara hukum.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Respons Publik dan Dinamika Politik

Pro dan Kontra di Media Sosial

Pernyataan Roy Suryo langsung memicu reaksi beragam di media sosial. Sebagian warganet mendukung pandangannya tentang pentingnya kesetaraan hukum, sementara lainnya menilai perbandingan tersebut tidak relevan dan berpotensi menyesatkan opini publik.

Diskusi di ruang digital menunjukkan bahwa isu hukum yang melibatkan tokoh nasional masih sangat mudah memantik polarisasi di masyarakat.

Rekomendasi Cakwar.com: Joe Rogan Nilai Jake Paul Alami Kerusakan Fatal Usai KO Brutal dari Anthony Joshua

Implikasi terhadap Kepercayaan Publik

Kasus-kasus dugaan ijazah palsu, baik yang melibatkan pejabat daerah maupun tokoh nasional, turut memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap sistem hukum. Transparansi dan kejelasan proses hukum menjadi kunci untuk menjaga legitimasi lembaga penegak hukum di mata masyarakat.

Media sosial:

Penutup

Pernyataan Roy Suryo yang membandingkan kasus tuduhan ijazah Jokowi dengan perkara Hellyana membuka kembali diskursus lama tentang keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum. Terlepas dari dinamika politik dan opini publik, prinsip equality before the law tetap menjadi fondasi utama dalam negara hukum.

Agar tidak terjebak dalam informasi yang bias atau menyesatkan, masyarakat diimbau untuk terus mengikuti perkembangan berita dari sumber tepercaya. Untuk informasi berita edukatif, hukum, dan kebijakan publik, kunjungi dan cari referensi lengkap hanya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions