Salju Lebat di Jepang Tewaskan 30 Orang, Militer Dikerahkan Bantu Warga Aomori

Tokyo, 3 Februari 2026 – Jepang tengah menghadapi krisis musim dingin akibat salju lebat dan angin dingin yang tidak biasa, yang telah menewaskan 30 orang dalam dua pekan terakhir. Dampak terparah terjadi di Prefektur Aomori, di mana salju menumpuk hingga 4,5 meter di beberapa daerah terpencil, memaksa pemerintah pusat mengerahkan pasukan militer untuk membantu evakuasi dan mitigasi bencana.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menggelar rapat khusus setingkat kabinet Selasa pagi dan menginstruksikan seluruh menteri untuk mengambil langkah maksimal dalam mencegah jatuhnya korban tambahan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Korban dan Dampak Salju Lebat

Berdasarkan data Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang, sejak 20 Januari hingga Selasa (3/2), 30 orang meninggal dunia akibat salju lebat. Korban sebagian besar berasal dari daerah pedesaan dan terpencil, di mana akses transportasi terhambat salju tebal dan risiko longsoran tinggi.

Salju setebal beberapa meter tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga memutus akses listrik, air, dan jalur transportasi. Jalan raya utama di Prefektur Aomori dan beberapa kota kecil terputus, mempersulit pengiriman bantuan darurat.

Selain korban jiwa, terdapat ratusan laporan cedera akibat kecelakaan di jalan bersalju, termasuk tergelincir, kendaraan terperosok, dan longsoran salju dari atap rumah.

Langkah Pemerintah dan Militer

Menanggapi situasi darurat, pemerintah pusat menggelar operasi darurat melibatkan militer dan petugas SAR untuk mengevakuasi warga yang terisolasi. Pasukan militer dikerahkan untuk membersihkan akses utama, mendistribusikan kebutuhan pokok, serta memastikan layanan medis darurat sampai ke lokasi terdampak.

PM Sanae Takaichi menekankan bahwa seluruh menteri terkait harus mengambil tindakan cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kematian. Ia menyebut, “Prioritas utama adalah keselamatan warga, terutama di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.”

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Teman Kuliah Jokowi Bicara Soal Kacamata di Foto Ijazah, Ini Penjelasan Ritje Dwidjaja

Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem peringatan dini, memantau intensitas salju, dan menghimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah kecuali sangat mendesak.

Curah Salju Tidak Biasa dan Dampak Iklim

Fenomena salju lebat kali ini dikaitkan dengan pola cuaca ekstrem yang tidak biasa. Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa curah salju tinggi dipicu oleh kombinasi tekanan atmosfer tertentu, suhu rendah yang ekstrem, dan angin kencang dari arah utara.

Beberapa kota di wilayah utara Jepang mencatat salju dengan ketebalan lebih dari 4 meter, menjadikan musim dingin 2026 sebagai salah satu yang terberat dalam dua dekade terakhir. Pakar

cuaca memperingatkan kemungkinan terjadinya fenomena serupa di minggu-minggu mendatang jika pola cuaca ekstrem tetap berlangsung.

Pengalaman Warga dan Tantangan Lapangan

Warga terdampak menggambarkan kondisi ekstrem yang dihadapi sehari-hari. Di desa-desa terpencil Aomori, salju setinggi pintu rumah memaksa keluarga untuk menggalakkan jalur darurat sendiri, sementara atap rumah harus dibersihkan secara manual untuk menghindari longsor.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Seorang warga desa yang enggan disebut namanya mengatakan, “Kami tidak pernah melihat salju setebal ini sebelumnya. Jalan utama tertutup, listrik mati, dan kami hanya bisa berharap bantuan cepat datang.”

Kondisi ini menyoroti tantangan logistik yang dihadapi pemerintah dalam merespons bencana berskala besar dengan akses terbatas.

Rekomendasi Cakwar.com: Melinda French Gates Buka Suara soal Nama Bill Gates di Epstein Files: “Itu Membuka Luka Lama”

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

Kejadian ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Jepang, terutama di wilayah dengan curah salju tinggi. Meski negara ini memiliki sistem manajemen bencana yang terstruktur, salju ekstrem tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.

Pakar bencana menekankan perlunya perencanaan jangka panjang, termasuk penguatan infrastruktur, sistem evakuasi cepat, dan peralatan darurat yang memadai untuk menghadapi kondisi ekstrim yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Media sosial:

Penutup

Salju lebat yang menyebabkan 30 orang meninggal dan menumpuk hingga 4,5 meter di Aomori menunjukkan betapa seriusnya ancaman musim dingin ekstrem di Jepang. Langkah cepat pemerintah dan keterlibatan militer menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan memastikan akses warga tetap terjaga.

Untuk informasi terkini, berita global, dan laporan bencana lainnya, pembaca dapat menelusuri artikel lengkap dan analisis mendalam di blog cakwar.com

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions