Sehat Itu Mahal? Atau Sakit yang Sebenarnya Lebih Mahal?

Kamu pasti sering dengar kalimat “sehat itu mahal.” Biasanya muncul waktu ada orang yang habis bayar biaya rumah sakit atau lagi struggling dengan biaya obat yang bikin kantong jebol. Tapi coba dipikir lagi, bener nggak sih sehat itu mahal? Atau sebenarnya justru sakitlah yang bikin dompet kita megap-megap?

Di era serba cepat sekarang, gaya hidup kebanyakan orang bikin kesehatan gampang dikorbankan. Sibuk kerja, kurang tidur, makan serba instan, olahraga jadi wacana. Padahal, kalau ditarik mundur, biaya menjaga kesehatan sebenarnya jauh lebih murah dibanding biaya pengobatan.

Investasi Sehat Itu Murah, Asal Konsisten

Orang sering menganggap makan sehat itu identik dengan makanan organik yang mahal, gym membership jutaan rupiah, atau suplemen segudang. Padahal, cara paling dasar buat sehat justru nggak mahal sama sekali. Contohnya, minum air putih cukup setiap hari, tidur teratur, jalan kaki 20–30 menit, makan buah musiman yang harganya terjangkau, atau sekadar mengurangi gula dan gorengan.

Semua hal itu bisa dibilang murah banget dibanding biaya masuk rumah sakit karena diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung. Jadi, sehat itu sebenarnya soal gaya hidup, bukan soal isi dompet semata.

Sakit Itu Baru Benar-Benar Mahal

Coba bayangkan: sekali masuk rumah sakit, biaya rawat inap aja bisa jutaan rupiah per malam. Belum obat-obatan, pemeriksaan laboratorium, kontrol dokter, dan tindakan lain. Bahkan dengan BPJS sekalipun, tetap ada biaya tambahan yang bikin kantong kering. Belum lagi kalau sakitnya bikin produktivitas turun. Bayangin kalau harus cuti panjang atau kehilangan kesempatan kerja karena kondisi kesehatan. Nah, ini yang bikin sakit itu jauh lebih mahal dibanding sekadar investasi kecil menjaga tubuh tetap fit.

Pola Hidup Modern, Tantangan Baru

Fenomena “sehat itu mahal” makin sering terdengar karena gaya hidup modern yang makin nggak sehat. Coba lihat sekitar: fast food gampang diakses, kopi susu dengan ekstra gula jadi minuman harian, tidur kurang karena lembur atau scroll medsos sampai pagi, ditambah stres kerjaan. Semua itu jadi bom waktu buat tubuh.

Padahal, dengan sedikit kesadaran, banyak hal bisa dicegah. Misalnya, pilih makan siang dengan menu yang lebih balance—nasi, sayur, lauk, dan buah. Atau sesimpel nyempetin jalan kaki 15 menit setelah makan siang. Hal-hal kecil kayak gini bisa jadi tameng supaya tubuh nggak gampang kena penyakit.

Kesehatan Mental Juga Bagian dari “Mahalnya”

Jangan lupa, sehat bukan cuma soal fisik. Kesehatan mental juga penting banget. Biaya terapi atau konseling bisa dibilang nggak murah. Tapi menjaga mental tetap sehat bisa dimulai dari hal sederhana seperti punya waktu istirahat, hobi yang bikin seneng, atau sekadar quality time dengan orang terdekat. Dengan begitu, stres bisa lebih terkontrol dan kesehatan jiwa lebih terjaga.

Jadi, Sehat Itu Mahal atau Murah?

Kalau dipikir-pikir, sehat itu sebenarnya murah, asal kita mau konsisten dan aware sama gaya hidup kita sendiri. Yang bikin mahal adalah kalau kita abaikan, lalu akhirnya jatuh sakit dan harus berhadapan dengan biaya pengobatan yang nggak main-main.

Sehat itu ibarat tabungan. Setiap langkah kecil kayak minum air cukup, olahraga ringan, tidur teratur, makan bergizi, itu semua kayak nyetor duit ke tabungan masa depan. Semakin rajin kita nyetor, semakin aman kondisi tubuh. Tapi kalau kita cuek, tabungan habis, dan tiba-tiba ada “tagihan” dari tubuh berupa penyakit, di situlah kita bakal sadar kalau sehat ternyata jauh lebih murah dibanding sakit.

Jadi, jangan nunggu sakit dulu baru sadar pentingnya kesehatan. Sehat memang butuh usaha, butuh konsistensi, dan butuh kesadaran. Tapi percayalah, menjaga tubuh tetap fit, pikiran tetap waras, dan hidup lebih balance jauh lebih worth it daripada harus keluar biaya besar buat berobat.

Ingat, sehat bukan sekadar gaya hidup kekinian, tapi investasi jangka panjang buat hidup yang lebih berkualitas. Jadi, kalau ada yang bilang sehat itu mahal, jawab aja “Yang mahal itu sakit, bro.”

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions