Serangan Udara Pakistan ke Afghanistan Didukung AS, Eskalasi Konflik Kian Memanas

Serangan udara Pakistan di Afghanistan memasuki babak baru setelah mendapat dukungan diplomatik dari Amerika Serikat. Sejak Jumat dini hari hingga hari ini, Islamabad menyatakan akan terus membombardir wilayah Afghanistan yang dituduh menjadi basis dukungan bagi kelompok militan lintas batas. Dukungan Washington terhadap “hak membela diri” Pakistan menambah dimensi geopolitik dalam konflik yang sudah memanas di sepanjang perbatasan kedua negara.

Pernyataan dukungan itu disampaikan oleh Allison Hooker, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Politik. “Amerika Serikat menyatakan dukungan untuk hak Pakistan membela diri terhadap serangan Taliban,” tulisnya di platform X, seperti dikutip AFP. Sikap tersebut menegaskan posisi Washington yang memandang operasi Pakistan sebagai respons atas ancaman keamanan.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

37 Target Dihantam, Operasi Terbesar ke Kabul

Pemerintah Pakistan menyebut sedikitnya 37 lokasi di seluruh Afghanistan telah menjadi sasaran serangan udara sejak operasi dimulai. Menteri Informasi Pakistan pada Sabtu mengatakan operasi ini merupakan aktivitas pemboman udara paling masif yang pernah dilakukan Islamabad terhadap ibu kota Afghanistan, Kabul.

Selain Kabul, serangan juga dilaporkan menyasar Kandahar dan Paktia. Kandahar memiliki makna simbolis dan strategis karena dikenal sebagai basis kekuatan utama pemimpin tertinggi Taliban sejak mereka kembali berkuasa pada 2021.

Serangan pertama dilancarkan pada Jumat dini hari sebagai tanggapan atas serangan lintas perbatasan yang terjadi Kamis malam. Islamabad menuduh kelompok bersenjata yang berbasis di Afghanistan berada di balik serangan tersebut.

Hubungan Afghanistan dan Pakistan memang telah lama diwarnai ketegangan, terutama terkait isu perbatasan dan aktivitas kelompok militan. Dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan sporadis di sepanjang garis perbatasan meningkat frekuensinya.

Klaim Korban Berbeda Versi

Seperti kerap terjadi dalam konflik bersenjata, klaim jumlah korban dari kedua pihak berbeda jauh. Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pasukan Afghanistan berhasil membunuh 55 tentara Pakistan dan menangkap beberapa lainnya. Ia juga menyebut 13 anggota pasukan Afghanistan tewas dalam pertempuran tersebut.

Sementara itu, pejabat Pakistan—yang diwakili oleh Zaidi—mengklaim 297 anggota Taliban dan militan Afghanistan telah tewas dalam operasi udara tersebut. Islamabad sebelumnya juga menyatakan 12 tentaranya gugur akibat bentrokan lintas perbatasan.

Perbedaan angka ini menunjukkan betapa sulitnya memverifikasi informasi di tengah konflik yang sedang berlangsung. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah pasti korban jiwa dari kedua belah pihak.

.Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

👉Baca juga artikel tentang: Rusia dan China Soroti Eskalasi Konflik Afghanistan-Pakistan, Dunia Desak Bentrokan Segera Dihentikan

Dampak terhadap Warga Sipil

Selain korban militer, bentrokan ini juga berdampak pada warga sipil. Laporan menyebut sedikitnya 19 warga sipil tewas di provinsi Khost dan Paktika, wilayah timur Afghanistan yang berbatasan langsung dengan Pakistan.

Serangan udara di wilayah padat penduduk meningkatkan risiko korban non-kombatan. Organisasi kemanusiaan internasional biasanya menyerukan perlindungan terhadap warga sipil dalam situasi konflik, meski akses ke wilayah terdampak sering kali terbatas.

Situasi di lapangan dilaporkan mencekam. Warga di beberapa kota dilaporkan meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman, sementara fasilitas publik dan infrastruktur dasar terancam terganggu.

Dukungan AS dan Dimensi Geopolitik

Dukungan Amerika Serikat terhadap hak Pakistan untuk membela diri menambah kompleksitas konflik ini. Washington memiliki sejarah panjang keterlibatan di Afghanistan, termasuk selama dua dekade operasi militer sebelum penarikan pasukan pada 2021.

Dengan mendukung Pakistan secara diplomatik, AS tampak mengirimkan sinyal bahwa isu keamanan lintas batas tetap menjadi perhatian global. Namun dukungan tersebut juga berpotensi memicu ketegangan diplomatik dengan pihak Taliban yang kini menguasai Afghanistan.

Di sisi lain, kawasan Asia Selatan merupakan wilayah strategis yang melibatkan berbagai kepentingan negara besar. Setiap eskalasi militer berisiko memicu reaksi berantai yang lebih luas, baik secara politik maupun ekonomi.

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Akar Konflik Perbatasan

Ketegangan Afghanistan-Pakistan sering kali berakar pada persoalan perbatasan dan keberadaan kelompok militan di wilayah yang sulit diawasi. Garis Durand—perbatasan sepanjang lebih dari 2.600 kilometer—menjadi sumber sengketa historis sejak era kolonial.

Pakistan kerap menuduh Afghanistan tidak cukup tegas menindak kelompok militan yang melakukan serangan lintas batas. Sebaliknya, Taliban menuding Islamabad melanggar kedaulatan wilayahnya dengan operasi militer.

Serangan udara skala besar seperti yang terjadi kali ini memperlihatkan meningkatnya intensitas konflik dibanding bentrokan sebelumnya yang lebih terbatas.

Rekomendasi Cakwar.com: Jose Mourinho dan Liga Champions: Comeback Bersama Benfica, Tapi Luka Lama Terulang

Risiko Eskalasi Lebih Lanjut

Pernyataan Pakistan bahwa mereka “tidak akan berhenti” membombardir target pertahanan Taliban menunjukkan potensi konflik berkepanjangan. Jika kedua pihak terus meningkatkan respons militer, risiko eskalasi akan semakin besar.

Konflik terbuka berpotensi mengganggu stabilitas regional dan memengaruhi arus perdagangan serta keamanan di Asia Selatan. Negara-negara tetangga kemungkinan akan terus memantau perkembangan situasi dengan waspada.

Upaya diplomasi dan mediasi menjadi krusial untuk mencegah korban jiwa lebih banyak. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda konkret bahwa dialog langsung antara kedua pihak akan segera dimulai.

Media sosial:

 

Penutup

Serangan udara Pakistan di Afghanistan dan dukungan diplomatik dari Amerika Serikat menandai fase baru dalam ketegangan yang telah lama membara di perbatasan kedua negara. Klaim korban yang saling bertolak belakang, jatuhnya korban sipil, serta pernyataan keras dari masing-masing pihak menunjukkan betapa rapuhnya situasi saat ini.

Dunia kini menunggu apakah konflik ini akan mereda melalui jalur diplomasi atau justru meningkat menjadi konfrontasi yang lebih luas. Perkembangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah stabilitas kawasan.

Untuk mengikuti berita internasional terkini dan analisis geopolitik mendalam lainnya, baca artikel pilihan hanya di media digital cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions